Intellectual Humility

humility

Sebagai sebuah perusahaan Internet, Google dianggap sebagai panutan karena skalanya yang masif. Termasuk dalam urusan sumber daya manusia. Google memiliki kebijakan yang unik terkait dengan perekrutan karyawan.

Mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun menganalisis siapa yang sukses di perusahaan, yang mengabaikan pentingnya IPK, reputasi sekolah dan wawancara.

Dalam percakapan dengan Tom Friedman dari The New York Times, pimpinan operasional Google, Laszlo Bock, merinci hal yang dicari perusahaannya saat merekrut. Dan uniknya, kriteria akademis tidak menjadi yang utama.Para lulusan sekolah top dihindari oleh Google dengan alasan mereka biasanya tidak memiliki apa yang disebut sebagai “kerendahan hati intelektual”.

Megan McArdle berpendapat , “karena mereka mencetak terlalu banyak nilai A di kelas”. Demikian juga dengan lulusan kampus. Lulusan terbaik biasanya dididik untuk mengandalkan bakat mereka yang pada gilirannya menyulitkan untuk beradaptasi dalam pekerjaan.

Google lebih ingin mendapatkan orang yang mampu menerima ide-ide dari orang lain saat ide itu memang bagus, lebih dari yang mereka miliki. Itulah kerendahan hati yang Google maksud, ujar Bock.

Walaupun tidak semuanya, banyak lulusan brilian yang sangat jarang alami kegagalan dan tidak belajar bagaimana belajar dari kegagalan itu.

Mereka yang berbakat jenius biasanya, kata Bock, menunjukkan kesalahan atribusi yang mendasar karena cenderung berpikir saat ia sukses, itu karena dirinya jenius. Sementara saat gagal, ia akan menyalahkan orang lain di sekitarnya atau hal-hal lain. Di Google, Anda boleh bersikeras dan mempertahankan ide hingga titik darah penghabisan tetapi jika orang lain bisa memberi bukti faktual bahwa ada ide lain yang lebih baik, Anda harus mengakui dan mendukungnya.

Anehnya, orang-orang tanpa gelar sarjana justru bisa melakukannya dengan lebih baik. “Orang-orang yang bisa tetap sukses meski tidak mengenyam pendidikan formal adalah orang yang luar biasa dan kami harus mendapatkan orang-orang semacam itu,”Bock mengatakan.

Banyak kampus yang gagal mewujudkan janji mereka, klaim Bock. Apa yang lebih penting dari tingkat kecerdasan, gelar akademik atau ijazah dengan nilai A ialah kemampuan belajar. “Kampus cuma lingkungan belajar yang artifisial. Yang lebih penting ialah kemampuan kognitif umum seseorang, kemampuan memproses sembari bekerja, mengumpulkan banyak informasi dan mengolahnya secara terstruktur yang dapat diketahui melalui wawancara behavioral yang Google berikan,”ujarnya lagi.

Tidak hanya Google,rupanya perusahaan-perusahaan besar berskala Internasional mulai meninggalkan cara-cara lama dalam proses wawancara penerimaan karyawan baru yang berbasis kecerdasan intelektual atau pemetaan karakter dan mulai menggunakan pertanyaan-pertanyaan di luar perkiraan untuk memantik reaksi mereka.

think-big-start-small

Glassdoor, sebuah website tentang karir yang cukup disegani telah mewawancarai ribuan orang yang baru-baru saja menjalani proses wawancara di perusahaan-perusahaan besar. Dan 10 pertanyaan aneh berikut muncul dalam proses tersebut:

  1. “Jika anda dapat membuat sebuah parade berbentuk apa saja di kantor Zappos, parade apa yang akan anda buat?” ~ Zappos
  2. “Seberapa beruntung diri anda dan mengapa?” ~ Airbnb, pertanyaan ditujukan untuk posisi pilot pesawat. (Apakah anda mempunyai pemikiran yang sama dengan saya tentang hal ini?)
  3. “Jika anda adalah pengantar pizza, bagaimana anda dapat menggunakan gunting untuk membantu pekerjaan anda?” ~ Apple, pertanyaan ditujukan untuk posisi ‘Specialist‘.
  4. “Apakah anda lebih kepada seorang pemburu (hunter) atau pengumpul (gatherer)?”
  5. “Jika anda berada pada sebuah pulau dan hanya dapat membawa 3 benda, apa saja yang akan anda bawa?” ~ Yahoo; pertanyaan ditujukan untuk posisi ‘Search Quality Analyst‘.
  6. “Mengapa bola tenis berbulu?” ~ Xerox; pertanyaan ditujukan untuk posisi ‘Client Manager‘.
  7. “Hal apa yang paling tidak anda sukai tentang kemanusiaan?” ~ Zoc Doc, sebuah website yang membantu penggunanya untuk menemukan dan mereview dokter.
  8. “Bagaimana anda menggunakan Yelp untuk menghitung jumlah usaha di Amerika Serikat?” ~ Yelp; pertanyaan ditujukan untuk posisi ‘Software Engineer‘.
  9. “Apakah anda dapat menginstruksikan seseorang cara membuat origami ‘cootie catcher‘ hanya dengan sebuah kata?” ~ Living Social; pertanyaan ditujukan untuk posisi ‘Consumer Advocate‘.
  10. “Bagaimana internet bekerja?” ~ Akamai, sebuah perusahaan penyedia cloud computing; pertanyaan ditujukan untuk posisi ‘Director‘.

Cukup gila dan aneh? Kembali kepada Niesen, rupanya perusahaan-perusahaan mulai beralih daripada menanyakan tentang kompetensi bakat dan kemampuan, mereka menanyakan sesuatu yang lebih mendasar dalam diri manusia. Yaitu yang disebut sebagai kemampuan kognitif atau kemampuan belajar, bukan dari hasil belajar.

Perusahaan seperti Google saja sudah tidak lagi mempedulikan berapa Indeks Prestasi Kumulatif yang seseorang dapatkan waktu kuliah, bahkan mereka tidak mempedulikan lagi apakah seseorang berkuliah atau tidak.

Hal ini didasari pada fakta bahwa kebanyakan orang sukses justru tidak berkuliah atau drop out dari kuliah. Sebut saja Bill Gates dan Mark Zuckerberg yang sempat mengenyam pendidikan di universitas nomor wahid di dunia, Harvard. Saya berharap hal ini tidak dijadikan alasan oleh para mahasiswa pemalas, karena faktanya mereka tidak berkuliah atau drop out bukan karena mereka malas.(Catat!)

Niesen berkata bahwa rupanya yang dicari oleh Google adalah yang disebut sebagai ‘intellectual humility‘, yaitu kerendahan hati secara intelektual. Ia mengatakan bahwa orang yang sering menduduki posisi atas di kelas atau yang terlalu sering mendapatkan nilai A adalah orang yang jarang gagal karena kemampuan / bakat intelektualnya.

Hal ini membuat mereka jarang ditempa untuk mau belajar ulang. Akhirnya orang-orang seperti ini susah untuk mengikuti sistem perusahaan dan lebih memilih mengikuti prinsip-prinsip yang selama ini ia punya dan terutama ‘keangkuhan’ intelektualnya, bahwa ia pasti mampu mengerjakan sesuatu menurut caranya sendiri.

Sebaliknya, orang yang dianggap ‘bodoh’ karena tidak berkuliah atau jarang mendapat nilai A adalah orang yang lebih mampu belajar sesuatu yang baru karena pola pikirnya bahwa ia ‘bodoh’. Niesen mengatakan bahwa orang pintar jarang belajar bagaimana cara belajar dari kegagalan. Orang pintar akan berkata bahwa jika ia berhasil maka itu karena ia jenius, tetapi kalau gagal itu karena orang lain atau keadaan.

Dalam kesimpulannya, Niesen berkata bahwa yang paling dibutuhkan seseorang bukanlah kemampuannya saat ini, tetapi kemampuannya untuk belajar terus menerus. Dan hanya orang yang rendah hati yang mampu untuk terus belajar.

Sumber

Posted in Rehat

WhatsApp, Sebuah Inspirasi

Tanya kenapa orang sukses bisnis IT kebanyakan malah “lulusan DO” ?  “Kerendahan hati intelektual…”

whatsapp-story

Jan Koum sedang gembira. Layanan messaging WhatsApp yang ia dirikan bersama sahabatnya, Brian Acton, telah dibeli dengan harga selangit oleh Facebook. WhatsApp dijual USD 19 miliar atau di kisaran Rp 209 triliun.

Perjuangannya dari nol telah membuahkan sukses luar biasa. Kini ia kaya raya dan masuk dewan pimpinan Facebook. Ya, Jan Koum harus susah payah dahulu sebelum merengguk manisnya kejayaan.

Koum yang saat ini berusia 38 tahun, lahir dan dibesarkan di sebuah desa di Ukraina, sebuah negara di Eropa Timur yang saat ini dilanda prahara politik. Ayahnya seorang manajer konstruksi dan ibunya tidak bekerja.

Saat itu, Ukraina juga dilanda gejolak politik cukup parah. Hidup tidaklah mudah bagi keluarga Koum, terlebih mereka adalah keturunan Yahudi.

Orang tua Koum jarang menggunakan telepon karena takut disadap dan bisa berakibat buruk. Tidak banyak yang bisa dilakukan saat itu. Fasilitas di desa juga seadanya.

“Sekolahku tidak punya kamar mandi dalam. Bayangkan musim dingin yang menusuk di Ukraina, cuacanya minus 20 derajat celcius, anak-anak harus mengantre di luar untuk menggunakan kamar mandi,” kata Koum mengenang.

Pada tahun 1990 ketika Koum berusia 16 tahun, ia dan sang ibu berimigrasi ke Mountain View, Amerika Serikat. Langkah ini dipandang paling aman karena gejolak politik dan gerakan anti Yahudi makin besar di Ukraina.

Ayahnya berencana segera menyusul, namun sayangnya tidak pernah kesampaian. Ia meninggal dunia di tahun 1997.

Di Amerika Serikat, keadaan Koum dan ibunya tidak serta merta membaik. Mereka masih hidup kekurangan. Ibunya bekerja sebagai pengasuh bayi dan Koum kadang menyapu toko untuk mendapat upah.

Begitu miskinnya mereka sehingga harus hidup dengan makanan subsidi pemerintah. Mereka tinggal di apartemen dengan dua kamar tidur yang juga dibiayai pemerintah AS.

Cobaan kembali datang setelah ibu Koum didiagnosa menderita kanker. Sang ibu akhirnya meninggal dunia di tahun 2000.

Bocah yang Nakal Tapi Pintar

Koum sejak remaja sudah bisa berbahasa Inggris dengan baik sehingga memudahkannya sekolah di AS. Namun mungkin karena kurang bisa menyesuaikan diri, dia dikenal sebagai anak nakal di sekolah dan sering terlibat perkelahian. Posturnya yang tinggi besar membantunya mempertahankan diri.

Meski bandel, Koum adalah bocah yang pintar. Pada usia 18 tahun, dia berinisatif untuk belajar networking komputer secara otodidak. Dia juga bergabung dengan klub hacker berjuluk w00w00.

Setelah lulus SMA, Koum diterima di San Jose State University. Sambil kuliah, dia bekerja sambilan di beberapa tempat, antara lain sebagai pengujicoba sistem sekuriti di Ernst & Young.

Suatu hari pada tahun 1997, dia bertemu dengan Brian Acton yang kala itu pegawai Yahoo. Keduanya akhirnya menjadi teman akrab. Koum iseng melamar kerja ke Yahoo dan dia diterima sebagai teknisi infrastruktur.

Saat diterima di Yahoo, Koum masih kuliah. Suatu ketika, server Yahoo rusak, padahal Koum masih berada di ruang kelas mengikuti perkuliahan. Dia mendadak ditelepon oleh David Filo, salah satu pendiri Yahoo yang meminta tolong.

“Apa yang kau lakukan di kelas? Cepatlah pergi ke kantor,” perintah Filo yang tidak peduli Koum sedang kuliah. Saat itu, tim teknisi Yahoo masih sedikit sehingga semua orang dikerahkan.

Koum menyanggupi permintaan Filo. Setelah kejadian itu, dia memutuskan untuk drop out kuliah sepenuhnya dan fokus bekerja. “Lagipula aku memang benci bersekolah,” katanya.

Setelah ibunya meninggal di tahun 2000, Koum menjadi yatim piatu. Koum pun merasa kesepian. Beruntung, ia terus didukung oleh Acton. Mereka sudah menjadi sahabat karib.

“Dia sering mengundangku ke rumahnya,” kata Koum. Mereka sering melakukan aktivitas bersama-sama.

Bersama sama pula Koum dan Acton menyaksikan jatuh bangun Yahoo, tempat mereka bekerja. Acton sempat pula berinvestasi di perusahaan internet pada tahun 2000-an, namun menuai kegagalan dan rugi besar.

Semasa bekerja di Yahoo, Koum sempat bekerja di proyek iklan dan ia membencinya. “Menangani iklan itu bikin depresi. Anda tidak membuat hidup seseorang menjadi lebih baik dengan iklan,” katanya. Mungkin inilah alasan WhatsApp bebas iklan.

September 2007 dengan berbagai pertimbangan, Koum dan Acton sepakat meninggalkan Yahoo. Selama setahun, mereka bersenang senang dan berwisata ke Amerika Selatan.

Kemudian keduanya melamar kerja di Facebook. Sayang sekali, keduanya menerima penolakan. Padahal suatu hari nanti, produk mereka begitu diminati Facebook dan dibeli triliunan rupiah.

Pada Januari 2009, Koum membeli iPhone. Ia kemudian menyadari toko aplikasi App Store akan menjadi bisnis yang besar. Mendadak ia punya ide menarik.

Suatu hari, dia ikut berkumpul di kediaman pria bernama Alex Fishman, di mana tiap minggu, komunitas orang Rusia berkumpul di sana. Koum mengobrol soal ide mentahnya mengenai cikal bakal WhatsApp.

“Jan menunjukkan padaku buku alamat kontaknya di telepon. Dia pikir akan keren jika bisa memiliki status di samping nama individu,” kata Fishman. Status itu akan menunjukkan apakah individu itu sedang sibuk, baterainya hampir habis atau sedang berada dalam gim.

Koum kemudian menemukan nama program tersebut, yaitu WhatsApp yang terdengar familiar seperti kalimat whats up. Seminggu kemudian pada 24 Februari 2009, Koum mendirikan perusahaan WhatsApp Inc di California. Aplikasi itu sejatinya belum dibuat, namun dia nekat jalan terus.

Koum menghabiskan waktunya melakukan kode untuk sync aplikasi dengan nomor ponsel di seluruh dunia. WhatsApp versi awal pun jadi. Namun demikian, aplikasi itu belum sempurna dan sering crash. Saat peluncurannya, hanya ratusan jumlah download, kebanyakan teman teman Fishman dan Koum sendiri.

Hampir Menyerah

Koum hampir saja berhenti di tengah jalan dan berniat mencari pekerjaan saja. Namun Acton mencegahnya, ia melihat potensi besar WhatsApp. “Kamu idiot jika berhenti sekarang. Berikan waktu beberapa bulan lagi,” kata Acton ketika itu.

Koum pun jalan terus meski ragu-ragu. Pertolongan kemudian datang dari Apple yang meluncurkan push notifications di Junia 2009. Fitur ini memungkinkan Koum memodifikasi WhatsApp sehingga setiap kali pengguna mengubah status, otomatis mengabarkan pada setiap orang di jaringan.

“WhatsApp kemudian menjadi instant messaging,” kata Fishman. Jan menyadari ia telah menciptakan WhatsApp sebagai instant messaging baru dari sebelumnya hanya ditujukan sebagai aplikasi untuk update status di kontak

Saat itu, layanan messaging populer yang menjadi pesaing hanya BlackBerry Messenger (BBM), namun kelemahannya terbatas hanya bisa digunakan di BlackBerry. Koum kemudian merilis WhatsApp 2.0 dengan fitur messaging dan jumlah penggunanya naik menjadi 250 ribu.

Potensi WhatsApp membuat Acton semakin tertarik. Ia berhasil menarik pendanaan dari lima orang mantan karyawan Yahoo senilai USD 250 ribu. Acton pun bergabung secara resmi dan bersama Koum, mereka memiliki saham WhatsApp sampai 60%.

WhatsApp pun kemudian dibuat untuk bermacam platform populer termasuk iPhone, Android dan BlackBerry. Mereka memilih metode aplikasi berbayar dan akhirnya mampu menuai pendapatan USD 5000 per bulan di awal tahun 2010.

Pada Desember 2009, WhatsApp untuk iPhone bisa dipakai untuk mengirim foto. Kemudian semenjak itu, pertumbuhan user WhatsApp tak terbendung. Awal tahun 2011, WhatsApp sudah masuk top 20 aplikasi di App Store Amerika Serikat.

Koum sendiri masih terkesan malu malu dan tak mau mempublikasikan WhatsApp secara berlebihan. “Marketing dan media membuat Anda malah tidak fokus pada produk,” kata Koum

whatsapp-is-growing-even-faster-than-facebook-did-when-facebook-was-the-same-age

Dibeli Facebook

Kesuksesan luar biasa WhatsApp membuat investor berdatangan ingin berinvestasi. Akhirnya Koum dan Acton memutuskan untuk menerima pendanaan senilai USD 8 juta dari Sequoia.

Pada bulan Februari 2013, jumlah pengguna WhatsApp sudah tembus 200 juta dan terus tumbuh. Sequia kembali menanam dana USD 50 juta dan membuat WhatsApp bernilai USD 1,5 miliar.

Potensi WhatsApp yang luar bisa membuat Facebook dan Google berebut meminangnya. Akhirnya, para pendiri WhatsApp setuju dibeli Facebook senilai USD 19 miliar.

Koum pun bisa tertawa lebar. Kerja keras dan hidupnya yang penuh perjuangan sudah berujung kesuksesan berkat WhatsApp. Kekayaan Koum yang memiliki 45% saham WhatsApp diperkirakan melonjak jadi USD 6,8 miliar.

device-2013-07-25-142639

Kendati sudah dibeli Facebook, Koum berjanji WhatsApp tidak akan banyak berubah. Dan tidak akan dimasuki iklan. “Tiada yang lebih personal dari komunikasi yang Anda lakukan dengan teman dan keluarga, dan menginterupsi hal itu dengan iklan bukan solusi yang tepat,” tutur Koum. “Lagipula, aku tumbuh di sebuah dunia yang tak kenal iklan. Tak ada iklan di Uni Soviet yang komunis,” imbuhnya.

sumber

Posted in Rehat

Anti Mainstream

Kreativitas adalah milik semua orang. Bukan didominasi oleh ilmuwan dan pakar yang berpendidikan tinggi. Semua orang bisa menjadi orang yang kreatif asalkan mereka mau keluar dari zona nyaman, berani berimajinasi dan mau belajar dari orang lain. Salah satu cara untuk kreativ itu adalah dengan konsep ATM yaitu singkatan dari amati, tiru dan modifikasi.

Konsep inilah yang dipakai hari ini oleh bangsa China sehingga perekonomian mereka mulai beranjak naik. Mereka mampu memproduksi kendaraan bermotor dan Hand phone yang membanjiri pasar-pasar di Indonesia. Mereka mengamati dan mempelajari produk-produk yang dikeluarkan oleh Bangsa Jepang dan Amerika, kemudian mereka melakukan modifikasi. Walaupun kebanyakan mereka mengamati dan menirunya 100 %.

creative-genius-mindset-mind-map1

Kreativitas adalah kemampuan untuk melahirkan ide dan gagasan baru yang segar dan orisinal untuk mengatasi tantangan dan mencapai tujuan yang kita inginkan.Pada zaman ini perubahan juga terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Banyak penemuan-penemuan dan ilmu baru dilahirkan. Informasi begitu mudah kita dapatkan dengan berbagai media. Pada zaman ini orang yang berkuasa adalah orang yang menguasai teknologi dan informasi.

Untuk dapat bersaing dalam era teknologi dan informasi yang mengandalkan kecerdasan dan fleksibilitas ini diperlukan kemampuan berpikir kreatif. Kita melihat dalam dunia bisnis, perusahaan yang tidak kreatif melakukan perubahan dan perbaikan, akan tertinggal dibandingkan yang lainnya yang secara dinamis terus melakukan perubahan dan perbaikan.

Melakukan hal-hal biasa dengan cara yang tidak biasa akan membawa kesuksesan-  Henry John Heinz-

Berani Tampil Beda

beda

Pada prinsipnya kreativitas disebut juga keberanian untuk berani tampil beda dan berani melawan arus utama (mainstream) yang berkembang. Namun kalau kita lihat kebanyakan orang kreatif memang kelihatan berbeda diawal, bahkan cendrung ide dan gagasannya dilihat secara pesimis oleh orang lain, dikritisi bahkan dipatahkan. Namun orang kreatif memiliki semangat dan mental yang kuat untuk membuktikan bahwa ide dan gagasanya mereka, akan sangat berguna suatu saat.

Belajar untuk menjadi kreatif tidak sulit, bisa di mulai dari hal-hal yang sederhana. Melakukan tindakan dan kegiatan yang berbeda tiap hari. Jangan biarkan diri anda terjebak rutinitas. Misalnya, lewati jalan lain dari yang biasa anda lewati, baca buku-buku terbaru, berteman dengan orang-orang yang baru,dst.

Selingi pikiran anda dengan humor,musik, puisi, karya seni, permainan untuk dapat mengaktifkan terus otak kanan anda, karena kreativitas terletak pada otak kanan. Berwisata / kunjungan berkala menuju tempat-tempat yang belum pernah anda kunjungi, tempat-tempat yang dapat memunculkan inspirasi, penyegaran dan ketenangan pikiran seperti pantai, air terjun, gunung, taman bunga, kebun, danau.

creative-fun

Kenapa Tidak Bisa Kreatif ?

Terlalu Cepat Membuat Asumsi.

Terlalu cepat mengambil asumsi adalah contoh dari sikap malas berpikir. Kenapa disebut malas? Karena sering kali kita tidak mau menunggu untuk mendapatkan semua informasi yang kita perlukan untuk mendapatkan kesimpulan yang benar. Terlalu cepat mengambil asumsi artinya dia malas untuk mendapatkan atau mencari informasi yang diperlukan.

Bila Anda merasa diri Anda ingin untuk menarik kesimpulan, usahakan sampai mendapatkan informasi yang cukup. Kesabaran dan kemauan mendapatkan informasi yang cukup adalah salah satu cara untuk mengasah kreativitas kita.

Terlalu PeDe

Pikiran yang benar-benar terbuka bersedia menerima bahwa, tidak hanya mengandalkan sudut pandang sendiri, tetapi bahwa sudut pandang orang lain mungkin lebih valid. Anda boleh hebat, tapi orang lain bisa mendapatkan informasi yang belum pernah Anda dapatkan. Bisa jadi, ilmu Anda sudah banyak, tetapi orang lain juga bisa menemukan ilmu, meski pun sedikit, tetapi belum Anda ketahui.

Bersiaplah untuk mempertimbangkan sudut pandang orang lain. Sebab, bisa jadi Anda menemukan sesuatu yang belum pernah Anda temukan.

Mengandalkan Mood

Beberapa orang cenderung memiliki kecenderungan untuk berayun dari suasana hati yang sangat positif satu menit untuk satu yang sangat negatif berikutnya, semuanya karena apa yang mereka lihat di depan mereka. Ini seperti yo-yo: satu menit, turun berikutnya atau dikenal juga orang yang tergantung mood.

Jika ada tergantung oleh mood, maka pikiran Anda tidak akan bekerja dengan baik. Oleh karena itu mulailah belajar berpikir tanpa harus dipengaruhi oleh mood.

Malas Mikir

Kebiasaan malas berpikir bisa menjadi batu sandungan besar untuk berpikir jernih. Malas berpikir bisa mendapatkan kesimpulan yang salah, informasi yang tidak lengkap, dan tidak mendapatkan apa yang seharusnya Anda dapatkan. Sementara, Anda akan bertindak sesuai dengan kesimpulan yang Anda dapatkan. Anda tidak akan pernah mendapatkan ide-ide kreatif jika malas berpikir.

Jangan berpikir bahwa, sesuatu terjadi selalu dengan cara biasanya. Bisa saja, kali ini berubah. Jangan pernah mengandalkan “biasanya”. Ciri orang yang malasa berpikir selalu beralasan dengan “biasanya”.

Terlalu Dewasa

Cara pikir orang dewasa kebanyakan sudah miskin kreatifitas, di otaknya sudah terlalu banyak rumus dan analisa.
Sedikit bergaya, dengan menggunakan bahasa Inggris, “Think Like A Child ” , berpikirlah seperti anak kecil.

Penelitian menunjukkan bahwa jumlah sinapsis, atau koneksi di otak pada anak dua lebih besar daripada orang dewasa rata-rata. Inilah alasannya anak-anak tidak memiliki batasan pandangan terhadap dunia, sebagaimana orang dewasa.

Tentu saja tidak semua cara berpikir anak-anak harus ditiru. Cara berpikir ana-anak yang bisa ditiru adalah keinginan mencoba dan mengetahuinya yang tinggi. Sementara cara berpikir bergantung pada orang lain, manja, dan cengeng jangan ditiru.

Tidak  melihat “Big Picture”

Kita perlu melihat masalah secara detil dan fokus pada satu bagian dan juga kita perlu melihat masalah secara kesuluruhan. Keduanya harus dilakukan secara simultan agar kita mendapatkan informasi yang utuh. Masalahnya, kebanyakan orang hanya kuat atau terbiasa menggunakan salah satu cara pandang saja.

Berpikir keduanya, zoom in dan zoom out adalah cara terbaik. Mulai sekarang, saat kita melihat suatu masalah kita harus bisa melihat secara gambaran utuh dan juga fokus pada detail tertentu.

Jika masih memakai cara pikir mainstream atau ikut kebanyakan orang kemungkinan jadi orang “biasa” saja.

Hanya sebagian orang saja yang sukses jadi orang kreatif . Namun semuanya sangat tergantung pada kesiapan kita untuk berubah dan bertindak sekarang juga.

Dari berbagai sumber

Posted in Rehat

Nasib Atau Pilihan ?

Kontempelasiku

Sungguh malang nasib pengangguran. Bangun siang, habis itu jalan-jalan entah kemana. Menghabiskan waktu dan uang. Pengeluaran jalan terus, pemasukan nol. Hidup tak jelas, kosong, hampa. Tak ada cita-cita. Tak ada harapan. Pasrah. Dasar nasib.

siluet-orang-laki-merenung-sore

Pengangguran, nasibmu atau pilihanmu?

Hidup apa adanya mengalir tanpa tujuan. Ikut arus kemana air mengalir dia mengikuti saja. Seringkali terombang-ambing kesana kemari tidak jelas apa yang dicari.” Yang penting gue senang, apa kata orang emang gue pikirin”,  begitu semboyannya.

Pengangguran adalah suatu profesi. Profesi pengangguran, yang kerjanya ya nganggur dan nganggur. Hidup tidak mulia dengan menjadi pengangguran. Tetapi entah kenapa seiring waktu berjalan, umur bertambah, kebutuhan meningkat. Seolah hidup terarahkan untuk menjadi pengangguran. Seolah-olah menjadi pengangguran itu sudah nasib. Sudah takdir. Sudah rumusnya dari yang bikin hidup.

Atau memang pengangguran itu sudah tersistem. Memang sengaja diciptakan supaya banyak orang yang ngangur?

Dengan banyaknya pengangguran, ongkos tenaga kerja jadi murah dan para pengusaha tidak tersaingi. Atau itulah keinginan sebagian orang-orang yang tidak ingin orang lain maju, bangsa lain maju, tenaga lain maju. Mereka hanya memikirkan dirinya, keluarga dan perusahaannya. Mereka kelas kaum individualis.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka.”

Perubahan. Ya semua orang ingin berubah. Berubah ke arah yang lebih baik.

Dari pengangguran menjadi mempunyai pekerjaan. Dari memiliki pekerjaan menjadi memiliki usaha. Dari memiliki usaha menjadi berlipat ganda. Begitu seterusnya. “perubahan itu perlu” begitu bunyi iklan rokok (yang tak nyambung)

Siapa pun yang ingin berubah. Pertama-tama dia harus sadar. Sadar bahwa dirinya banyak kekurangan, banyak kelemahan, banyak kebodohan, banyak melakukan pekerjaan yang tidak semestinya.

Untuk menjadi lebih baik, lebih maju, mulailah bermimpi. Karena mimpi itu cita-cita. Dan cita-cita itu separuh dari sukses. Bayangkanlah dirimu yang sempurna, yang terbaik menurut pandanganmu. Dirimu yang ideal.

Persedikit kekurangannya, kelemahannya dan tingkatkan kelebihannya. Pupuk terus hingga menutupi kekurangan dan kelemahannya.

Pilihan menentukan nasibmu.

betterorworst

Siapa yang ingin menjadi pengangguran maka ia akan menuai hasilnya. Menjadi pengangguran sukses (pengangguranyang telah lama sekali menganggur)

Siapa yang ingin berubah maka ia harus menyadari dan memulai untuk memperbaiki dirinya.

Siapa yang ingin sukses, maka ia harus berani membayar harganya. Harga bekerja keras, berpikir keras, giat, tekun, ulet, sabar ,belajar dan terus belajar.

Nasibmu ada di tanganmu. Kaulah yang bertanggung jawab 100 persen terhadap keputusanmu. Orang lain hanya membantu. Membantu mengingatkan, menyadarkan, membimbing dan mengarahkan itu pun jika berkenan. Sungguh semua ada di tanganmu. Maka hati-hatilah dengan pilihanmu.

Pendidikan kita, budaya kita, keseharian kita, pola hidup kita, sosial kita mendukung terciptanya pengangguran. Sehingga menyelesaikan pengangguran tidaklah mudah. Karena sudah menjadi tradisi. Sudah menjadi bagian hidup kita. Banyak pengangguran. Yang ujung-ujungnya serabutan, asal dapat uang, asal bisa makan, asal dapat kerja. Kerjanya pun asal-asalan.

Pendidikan kita.

jobhunter

Tiap tahun sekolah-sekolah kita, smp, sma, smk bahkan universitas menciptakan ratusan bahkan ribuan calon pengangguran baru. Lulusan-lulusan yang tidak punya skill, tidak kreatif, mentalitas pencari bukan pencipta kerja. Sehingga dipastikan di tengah terbatasnya lowongan pekerjaan ada ribuan pelamar kerja. Sudah barang tentu banyak yang tidak diterima. Kemana mereka? Nganggur jawabanya

Budaya kita.

Budaya tidak disiplin, jam karet, budaya tidak mau antri, buang sampah sembarangan ditambah budaya konsumtif dan budaya korupsi sudah menempel kuat menjadi ciri orang indonesia. Budaya kuli, santai, budaya pegawai lebih dihargai daripada wirausaha. Itulah budaya kita yang telah tertanam lama dari generasi ke generasi. Budaya mentalitas terjajah yang terus-menerus turun-temurun dari zaman kolonial Belanda sampai sekarang.

Sungguh tragis sampai sekarang tidak ada pemimpin bangsa yang sanggup merubah budaya itu. Itulah budaya yang menhambat kita untuk maju. Untuk bebas dari pengangguran.

Keseharian kita.

Hari-hari kita banyak berlalu sia-sia. Terlewatkan begitu saja. Tanpa hasil, tanpa makna. Mubazir, begitu singkatnya. Padahal waktu tidak pernah kembali, tidak akan pernah terulang. Semua yang telah terlewatkan tidak akan balik lagi.

Waktumu adalah modalmu. Jangan sia-siakan waktumu. Isilah dengan hal-hal yang bermakna. Karena suatu saat waktumu (jatah hidupmu) akan dimintai pertanggung jawaban. Oleh yang punya waktu (Allah yang maha kuasa)

Hari-hari kita yang diisi dengan rasa malas, santai, tidak ada ruh semangat untuk berkarya, untuk berjuang. Maka itulah yang mendukung orang untuk menjadi pengangguran.

Sosial kita.

Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Yang kaya tidak perduli yang miskin, yang miskin kadang sok kaya. Itulah yang terjadi.

Yang kaya tidak mau berzakat, berbagi rizki, berbagi modal, berbagi ilmu bagi si miskin. Agar si miskin ter-angkat taraf hidupnya.

Dan si miskin tidak mau belajar, berjuang, bekerja keras untuk mengangkat kondisi ekonominya, tapi malah malas, nyantai dan menikmati kemiskinannya. Merasa senang ketika dikasihani. Merasa bangga dikatakan orang miskin. Suka berhutang untuk mengatasi kesulitannya. Dan malas menyadari bagian hari-harinya.

Orang seperti itu senang ketika menjadi pengangguran dan suntuk ketika harus bekerja.Sungguh nestapa…

Sumber 

Posted in Rehat

Menanti Nokia KitKat

Invasi Normandia, yang nama kodenya adalah Operasi Overlord, adalah sebuah operasi pendaratan yang dilakukan oleh pasukan Sekutu saat Perang Dunia II pada tanggal 6 Juni 1944. Hingga kini Invasi Normandia merupakan invasi laut terbesar dalam sejarah, dengan hampir tiga juta tentara menyeberangi Selat Inggris dari Inggris ke Perancis yang diduduki oleh tentara Nazi Jerman.

red-rose-of-normandy

Invansi Normandy versi gadget sepertinya  akan terjadi  di Barcelona, Spanyol.

Kabar terbaru yang berkaitan dengan perusahaan Nokia mengungkapkan informasi mengenai rencana Nokia yang akan memasuki dunia Android. Nampaknya langkah Nokia untuk memasuki segmen Android bukan sebuah langkah percobaan.

android-new

Kabar tersebut mengatakan bahwa Nokia tidak hanya menyasar kelas bawah namun Nokia juga siap memijakan kaki di kelas atas perangkat Android dengan beberapa model terbarunya. Beberapa perangkat Android besutan Nokia tersebut kabarnya akan diungkapkan pada bulan Mei hingga Juni mendatang. Layaknya perangkat Normandy, beberapa Smartphone Android Nokia pun diperkirakan akan menggunakan sistem operasi terkustomisasi. Sistem operasi seperti ini memang sedikit berbeda dengan Android murni, perbedaan paling jelas terlihat dari ketersediaan layanan- layanan Google seperti Play Store yang tidak akan anda temukan di sistem operasi ini.

nokia x-2

Nokia x atau dikenal sebagai Nokia Normandy dilaporkan akan resmi diperkenalkan Nokia  pada ajang Mobile World Congress 2014, 24 Februari mendatang. Normandy in akan hadir di pasaran tidak hanya dalam varian dual SIM atau juga single SIM.Untuk di pasaran Indonesia sendiri, Nokia X ini kemungkinan besar akan hadir dengan fitur dual SIM card.

nokia x

Nokia Normandy atau Nokia X   bakal menjadi smartphone Android pertama Nokia. Meski smartphone ini nantinya hanya mengusung spesifikasi kelas menengah atau mid-end, namun berkat mengusung Android 4.4.1 KitKat, Nokia Normandy tidak boleh dipandang sebelas mata soal performanya.

Seperti dilansir PhoneArena (29/1), dalam tes performa dengan menggunakan Browsermark. Nokia Normandy atau Nokia X ini berhasil mengalahkan phablet high-end Nokia Lumia 1020 yang mengusung OS Windows Phone.

browsermark

Dalam tes di BrowserMark tersebut, terlihat jika Nokia mendaftarkannya dengan kode nama Nokia RM-980. Menariknya, dalam tampilan di situsnya juga terlihat jika Nokia Normandy atau Nokia X ini akan mengusung aplikasi seperti Google Hangouts dan browser Google Chrome.

Selain itu, berdasarkan kabar sebelumnya, Nokia X juga akan beredar di pasaran dengan mengusung layar sentuh 4 inci dengan resolusi 480 x 854 piksel, kamera 5MP dengan fitur auto-focus, perekaman video kualitas HD dan LED flash, dual SIM, serta sudah berjalan dengan menggunakan Android 4.4 KitKat.

Selain itu, Nokia Normandy juga akan mengusung prosesor dual-core 1GHz Snapdragon 200, chip grafis Adreno 302, RAM 512MB, internal memori 4GB, dan dilengkapi dengan slot microSD.

X-screens-640x426

Untuk konektivitasnya sendiri, Nokia telah menyematkan jaringan hingga HSDPA (7,2Mbps) dan HSUPA (5,76Mbps), WiFi, Bluetooth ke smartphone Android pertamanya ini. Tidak ketinggalan fitur kelengkapan seperti FM radio, microUSB, dan 3,5mm audio jack juga bakal nangkring di smartphone ini.

Diperkirakan Nokia Normandy atau Nokia X ini bakal hadir di pasar Indonesia mulai pertengahan Februari  mendatang. Smartphone ini diprediksi akan dibanderol sekitar Rp 1,3 jutaan.

nokia x-3

Detail info selengkapnya

Dari berbagai sumber

Posted in Jelajah

Edisi Cinta Indonesia

Mengembalikan  kejayaan Majapahit / Sriwijaya ?

majapahit-empire

Salah satu kejadian yang menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa pekerja adalah
diberlakukannya sistem tanam paksa pada abad ke-18. Sistem tanam paksa adalah peraturan
yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch yang mewajibkan setiap
desa menyisihkan 20% tanahnya untuk ditanami komoditi ekspor, khususnya kopi, tebu, dan
tarum (nila). Hasil tanaman ini akan diserahkan dan dijual kepada pemerintah kolonial dengan
harga yang sudah dipastikan. Bagi penduduk desa yang tidak memiliki tanah, mereka harus
bekerja 75 hari dalam setahun pada kebun-kebun milik pemerintah.

Akibat dari sistem tersebut, masyarakat petani mulai memanfaatkan lahan pekarangan rumah
dan mempekerjakan perempuan dan anak-anak mereka untuk bertahan hidup. Selain sistem
tanam paksa, kerja rodi dan romusha yang dilakukan oleh masyarakat pribumi pada zaman
penjajahan juga membuat bangsa kita terbiasa menjadi kuli yang bekerja hanya dengan otot.

tanam-paksa

Bahkan Bung Karno pernah mengutip kalimat dari bangsa penjajah kita dalam menganggap
dan memperlakukan bangsa Indonesia, yaitu “Eine nation von Kuli und Kuli unter den
Nationen” atau “A nation of coolies and a coolie among nations”.

Seorang ahli psikologi, David McClelland berpendapat bahwa suatu negara akan
makmur bila memiliki entrepreneur (pengusaha) sedikitnya 2% dari jumlah penduduk.

Asumsikan 2% dari penduduk Indonesia (sekitar 4,75 juta orang) adalah wirausahawan yang
mempekerjakan 15 kepala keluarga sebagai karyawan dengan gaji cukup. Jika setiap
karyawan memiliki 4 orang tanggungan, maka 4,75 juta x 15 x 4 = 285 juta orang akan
mendapatkan nafkah.

Hal tersebut memang terkesan sangat ideal, tapi faktanya Indonesia saat ini hanya memiliki
0,18% entrepreneur dari total jumlah penduduknya. Bandingkan dengan negara maju,

Singapura memiliki angka 7,2% dan 11,5% bagi Amerika. Oleh karena itu, tidak salah bila
kemajuan negara diukur dari jumlah wirausahawan di negara tersebut.

Selain motivasi, nilai-nilai hakiki wirausaha juga harus ditanam pada diri masyarakat,
terutama kreativitas dan sikap pantang menyerah. Kita selalu melihat pedagang kaki lima
selalu membanjiri di tempat keramaian, tetapi kebanyakan usaha mereka tidak berkembang.
Tukang baso keliling tetap mendorong roda walaupun telah puluhan tahun berjualan.

Jika saja tukang baso itu menciptakan resep ato pelayanan yang unik dan tidak takut gagal,pasti usahanya akan berkembang hingga dapat membuka cabang baru.

Usaha dengan tingkat persaingan yang tinggi hanya dapat bertahan dengan keunikan !

Bangsa Indonesia sebenarnya memendam kreativitas yang tinggi. Selain memiliki bahasa
daerah terbanyak, kesenian, kerajinan, dan makanan tradisional Indonesia juga sangat
beragam. Hal tersebut menunjukkan bahwa nenek moyang kita telah memanfaatkan
kreativitasnya sejak dahulu. Kesadaran akan jati diri Indonesia lah yang seharusnya dapat
membangkitkan kreativitas bangsa.

Ada satu pendorong kreativitas yang sangat bermanfaat, yaitu passion.

Passion atau bisa disebut dengan hasrat adalah kebiasaan seseorang yang jika dikerjakan lama pun tidak akan membuat lelah atau bosan. Hasrat layaknya hobi akan selalu menimbulkan kesenangan dan kepuasan. Bekerja dengan mental  “coolies” mungkin hanya akan mendapatkan bayaran, tetapi bekerja dengan mind-set entrepreneur akan mendapatkan semuanya.

It’s work, play, and love.

images

Dari berbagai sumber.

Posted in Rehat

Menuju Technopreneur 10 D

Pada tahun 2015 akan ditandai mulainya ASEAN Economic Community, Komunitas Ekonomi Asia Tenggara. Sebuah komunitas dimana tidak ada lagi hambatan atas lalu lintas orang, pengusaha, modal, dan tenaga kerja, dimana seluruh perdagangan akan dibuka.

Bisa jadi Filipina, Thailand atau negara  ASEAN lainnya  akan membuka perusahaannya di Indonesia, kalau kita tak siap bertarung, tak siap berkompetisi, maka bersiaplah bisnis kita terkudeta oleh pengusaha negeri jiran.

Ini akan menjadi awal dimulainya pasar bebas regional ASEAN, sehingga peredaran uang, barang, jasa akan sangat berpusat pada teknologi, karena pemasaran dilakukan antar begara-negara ASEAN, maka dibutuhkan banyak Technopreneur yang mampu memanfaatkan teknologi secara tepat guna meningkatkan daya saing bisnisnya menghadapi pesaing-pesaing lain dari kawasan ASEAN pada tahun 2015 nanti.

entrepreneur

Technopreneur merupakan penggabungan antara pemanfaatan perkembangan Teknologi dan Konsep Entrepreneur.  Dimana entrepreneur  sendiri dapat di definisikan sebagai sesesorang yang menciptakan bisnis / usaha dengan keberanian untuk mengambil resiko guna mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang ada.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Technopreneur adalah Entrepreneur yang mengoptimalkan berbagai potensi perkembangan teknologi yang ada  sebagai basis pengembangan usaha yang di jalankannya, atau bisa di bilang Technopreneur ini adalah Entrepreneur modern yang berbasis pada teknologi dalam menjalankan usahanya.

Siap bersaing ?

Jadilah Technopreneur 10 D

.Dream
Technopreneur mempunyai  visi  bagaimana keinginannya   terhadap masa depan
pribadi  dan bisnisnya  dan yang paling penting adalah dia mempunyai  kemampuan
untuk mewujudkan impian tsb.

• Decisiveness
Technopreneur adalah orang yang tidak bekerja lambat. Kecepatan dan ketepatan
dia   mengambil   keputusan   adalah   merupakan   factor   kunci   (key   factor)   dalam
kesuksesan bisnisnya.

• Doers
Technopreneur tidak mau menunda – nunda kesempatan yang dapat di manfaatkan

• Determination
Technopreneur dalam melaksanakan kegiatannya memiliki  rasa  tanggung  jawab
yang  tinggi dan  tidak mau menyerah,  walaupun dia dihadapkan pada halangan atau
rintangan yang tidak mungkin diatasi

• Dedication
Dedikasi   technopreneur  sangat   tinggi,   semua   perhatian   dan   kegiatannya dipusatkan semata – mata untuk kegiatan bisnisnya.

• Devotion
Devotion berarti loyalitas dan kecintaan pada produknya.  Hal   inilah  yang  mendorong technopreneur mencapai keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual produk yang ditawarkannya, karena seorang technopreneur akan mencintai pekerjaan bisnisnya.

• Details
Technopreneur akan  selalu memperhatikan  faktor kritis.  Dia  tidak akan mengabaikan  faktor  –  faktor  kecil   tertentu yang dapat  menghambat  kegiatan usahanya.

• Destiny

Technopreneur   bertanggung   jawab   terhadap   nasib   dan   tujuan   yng   hendak  dicapainya.

• Dollars
Technopreneur tidak  mengutamakan kekayaan, motivasinya bukan memperoleh uang, akan tetapi uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya.

• Distribute
Technopreneur   bersedia  mendistribusikan   kepemilikan   bisnisnya   terhadap orang – orang kepercayannya,  yaitu orang – orang yang kritis dan mau diajak untuk mencapai sukses dalam bidang bisnis

Posted in Rehat
Map
Stats
Home Location Register
Ceebydith HLR Lookup
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 573 other followers