Mi-4 – Fastest Smartphone 2014

Xiaomi-Mi-4-officially

Xiaomi, perusahaan yang sering disebut sebagai “Apple-nya” Tiongkok, baru saja meluncurkan andalan terbaru, Xiaomi Mi 4 di sebuah acara besar-besaran di Beijing. Berbeda dengan smartphone mainstream buatan Samsung,LG, Sony, Apple, Blackberry ataupun Nokia yang sekarang punya nama baru Microsoft Devices.

Xiaomi yang mengusung tagline “Redefining Android” memiliki ciri khas UI-nya simpel dan elegan .. MIUI.

Video : 2014 Xiaomi New Product Launch Event: Introducing Xiaomi Mi 4

 

Xiaomi Mi 4, perangkat dengan fokus yang jelas pada desain, dengan bingkai logam premium dan lis tampak terlihat seperti iPhone.
xiaomi-mi4-12

xiaomi-mi4-13

xiaomi-mi4-14

xiaomi-mi4-6

Via GizChina, Xiaomi Mi4 dikemas dengan layar 5 inchi beresolusi 1920 x 1080 piksel, prosesor quad-core 2.5GHz Snapdragon 801, pilihan memori internal 16 – 64GB, dan kamera belakang 13 megapiksel. Smartphone ini juga dibekali memori RAM 3GB, kamera depan 8 megapiksel, dan baterai 3080 mAh.

Xiaomi-Mi-4-0

 

Xiaomi Mi4 sepertinya akan datang dengan versi berbeda berdasarkan desain yang ditawarkan. Selain versi biasa di mana panel belakangnya menggunakan plastik, Xiaomi Mi4 juga akan hadir dengan versi opsional dengan panel belakang berbeda, yakni berbahan kayu, denim, dan lain-lain.

xiaomi-mi4-16

xiaomi-mi4-18

xiaomi-mi4-19

xiaomi-mi4-17

Spesifikasi Umum

xiaomi-mi4-9

xiaomi-mi4-10

xiaomi-mi4-11

Berapa harga Mi4? Di Tiongkok smartphone ini dibanderol hanya 1999 Yuan (Rp3,7 juta-an) untuk versi 16GB dan 2499 Yuan (Rp4,6 juta-an) untuk versi 64GB.

xiaomi-mi4-7

xiaomi-mi4

Tertarik ?

 

Posted in Jelajah

Be Like An Eagle

 

Semua burung menemukan tempat berlindung saat hujan, tapi Elang menghindari hujan dengan terbang di atas awan. Dapat masalah  itu hal biasa tapi sikap kita yang membuat perbedaan !

 soar like an eagle
Problem is common for all, but ATTITUDE makes the difference.

Posted in Rehat

Business or Hobby ?

Business, the activity of making, buying, or selling goods or providing services in exchange for money.

Hobby , an activity or interest pursued for pleasure or relaxation and not as a main occupation.

Hobby atau hobi (versi Indonesia) adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk memenuhi keinginan dan mendapatkan kesenangan.

Sebuah email dari Linus Torvalds, mahasiswa Ilmu Komputer di Universitas Helsinki, Finlandia pada tanggal 25 Agustus 1991.

Awal mula keajaiban dunia IT di masa kini.

linux_25-Agustus-91

Torvalds mencetuskan dalam sebuah email yang diposting ke dunia TI dan menyebutkan bahwa cikal bakal sistem operasi Linux yang sedang dibuatnya sekedar sebagai sebuah hobi, tidak sebesar dan professional seperti proyek GNU yang dikembangkan Richard M. Stallman.

Setelah 20 tahun lebih..

linux20years

Kernel linux dan keturunannya kini hampir mendonimasi hampir seluruh perangkat.Sebut saja Android, sebuah OS yang sudah menguasai  market share pasar smartphone dunia, mengalahkan iOS -nya Apple , WindowsPhone, dan Blackberry.

androidlinux

Sampai hari ini Linus Torvalds telah menjadikan proyek pengembangan Linux bukan sebagai hobi, melainkan merupakan perkerjaan utamanya yang telah mendapatkan tempat istimewa di lingkungan Teknologi Informatika Dunia. Linux kini telah piawai dan tersebar luas sebagai sistem operasi untuk aneka perangkat, mulai dari SmartPhone sampai dengan Super Computer.

 

The moral story

biz0rpleaseure

Let’s get a training.

m.ali

Di badan yang sehat terdapat duit yang banyak ….:-)

 

 

Posted in Rehat

2015#WS2003EOL

never-late

Windows Server 2003 memiliki nama kode Whistler Server mulai dikerjakan pada akhir tahun 2000. Tujuan dari hal ini adalah Microsoft hendak membuat platform .NET, dengan menyediakan infrastruktur jaringan yang terbentuk dari Windows Server dan Windows Workstation.

Proyek itu dinilai sangat ambisius, karena Microsoft berniat mengembangkan dua sistem operasi secara sekaligus (Whistler Server dan Whistler Workstation). Akhirnya, beberapa kali sistem operasi ini ditunda peluncurannya, karena jadwal pengembangan yang ketat, dan hanya sistem operasi Whistler Workstation saja yang dirilis setahun berikutnya dengan nama produk Windows XP, yang ditujukan untuk kalangan konsumer rumahan dan korporat. (wikipedia).

 

Setelah hampir 15 tahun lamanya….akhirnya “dibunuh” juga produk jadul Microsoft tersebut. menyusul “saudaranya”, Windows XP dan Office 2003  yang sudah dibunuh duluan di bulan April 2014 kemarin.

Di pastikan untuk semua versi Windows Server 2003 dan 2003 R2 akan habis dukungannya (EOL) dan berakhir pada 14 July 2015

microsoft-server-2003-eol-graphic

 

So what next ?   Windows Server 2003 End of Life Survey berikut ini bisa menjadi sedikit gambaran .

Referensi

Posted in Jelajah

Triple Play

INDIHOME

PT Telkom meluncurkan paket bundling multiproduk bernama IndiHome (Indonesia Digital Home). IndiHome kini mulai tersedia dalam bentuk bundle yang menggabungkan tiga jenis layanan Telkom, yaitu sambungan internet Speedy via jaringan serat optik Fiber to the Home (FTTH), IP TV Usee TV, dan telepon rumah.

Khusus wilayah RiKep, ada 2 paket yang ditawarkan yakni PRO dan STAR

Paket PRO terdiri dari Speedy Internet Broandband  + telepon rumah (gratis abdonemen dan panggilan loka). Sedangkan paket STAR lebih fun karena terdiri dari Speedy Broaband + Telepon rumah  (gratis abdonemen dan panggilan lokal)  + UseeTV (basic pack 51 channel). Mantablah

Untuk speed-nya bisa milih dari 512Kbps, 1 , 3, 5, 10, 20,30, 50 atau 100 Mbps. Untuk harga akan mengikuti paket dan speed yang di ambil. Yang termurah 135rb (512Kbps) dan tertinggi  9.53 jt (100Mbps).

Yang lebih menarik, ada paket tambahan / pelengkap yakni Speedy Monitoring (buat cctv online), Melon (buat donlot music) dan gratis SLJJ. Buat ambil ketiga add-on tsb cukup nambah dikit  aja (50 rb-an.)

indihome

 

GPON INFRASTRUCTURE

Telkom melalui anak perusahaannya, Telkom Akses, melakukan percepatan pembangunan infrastruktur jaringan pita lebar (broadband) untuk memenuhi program pemerintah dalam menyediakan akses internet cepat di seluruh Indonesia.

Dalam pengumuman di situs web Telkom Akses, anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang infrastruktur jaringan dan layanan itu, berambisi menawarkan internet cepat hingga 10 Gbps untuk downstream dan 2,5 Gbps untuk upstream, atau meningkat dua kali lipat dari teknologi yang diadopsi sebelumnya.

Untuk mempercepat pembangunan, Telkom Akses telah menandatangani kerjasama dengan Fiberhome Technologies Indonesia, Abhimata Citra Abadi, dan Alcatel-Lucent, pada 21 Februari 2014.

Pembangunan infrastruktur Gigabit Passive Optical Network (GPON) ini bertujuan menyebarkan kabel serat optik yang bisa dinikmati konsumen rumah tangga untuk mengakses internet kecepatan tinggi.

Menurut target, infrastruktur broadband tersebut akan melewati 20 juta titik/rumah hingga tahun 2015 di sekitar 900 pulau berpenghuni di Indonesia. Saat ini, infrastruktur broadband Telkom hanya melewati 8,2 juta rumah.

Telkom sendiri punya proyek melakukan modernisasi infrastruktur jaringan broadband di Indonesia. Perusahaan pelat merah tersebut diberi amanat oleh pemerintah untuk mengganti kabel tembaga dengan kabel serat optik.

Foto Koneksi Internet Kecepatan Tinggi 10Gbps Telkom Terbaru
Tak hanya membangun serat optik di tataran akses, Telkom melalui anak usaha lainnya,  PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), ikut serta dengan pembangunan mega proyek sistem kabel laut yang menghubungkan Asia Tenggara (ASEAN) dan Eropa.

Telin bersama dengan 12 perusahaan telekomunikasi di Asia dan dua perusahaan Eropa yang tergabung dalam konsorsium South East Asia – Middle East -Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5). Ke-12 perusahaan ini telah melakukan penandatanganan kontrak kerja sama pembangunan sistem kabel laut internasional yang menghubungkan ASEAN dan Eropa.

Submarine Cable System SEA-ME-WE 5 merupakan sistem kabel bawah laut yang mempunyai panjang sekitar 20.000 kilometer yang membentang dari Asia Tenggara ke Eropa, Perancis dan Italia. Mega proyek ini juga nantinya akan menghubungkan 17 negara yang dilaluinya.Kabel laut SEA-ME-WE 5 akan memiliki percabangan ke Indonesia dengan titik pendaratan di Dumai dan Medan.

Kabel laut SEA-ME-WE 5 akan terintegrasi dengan sistem kabel laut yang telah dimiliki Telin sebelumnya, yaitu Asia America Gateway (AAG), South East Asia Japan Cable System (SJC), Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMSC) dan sistem kabel domestik lainnya sehingga akan menciptakan konfigurasi jaringan yang komprehensif yang menghubungkan Asia, Eropa, USA dan Indonesia dengan kualitas yang tak tertandingi.

“SEA-ME-WE 5 dibangun menggunakan 3 pairs kabel optik dengan kapasitas desain sebesar 24 Terrabit per second, artinya dengan kapasitas sebesar itu mampu mengantarkan transmisi sebesar 30 juta HD video per detik.

yea..then cloud  is ready to rock !

 

Dari berbagai sumber

 

Posted in Jelajah

Booming Cloud

cartoon-Apr-4

PREDIKSI 

Booming..banjir…or whatever …penerimaan teknologi cloud  di Indonesia mungkin  belum “meledak” sekarang…tidak di tahun ini ataupun tahun kemarin. Adopsi cloud di Indonesia secara masif kemungkinan akan terjadi dalam waktu 2-3 tahun ke depan.

Cloud_Index_White_Paper-05

Khusus untuk kawasan Asia Tenggara, di mana tahun depan adalah pasar bebas SEA mau tidak mau akan mendorong terjadinya lonjakan akan khususnya di bagian infrastruktur. Perlu jalan yang mulus, pelabuhan yang luas, dan tentunya sistem IT yang terpadu dan efisien untuk mendukung bisnis lokal tetapi sudah lintas negara.

 

HAMBATAN

Kendala  atau tantangan dari sisi infrastruktur dan percayaan konsumen saat ini masih menghambat laju adopsi. Tetapi hal ini sifatnya hanya sementara saja. Masih ingat di awal tahun 2000-an…di saat infrastruktur internet sebagian besar masih  “powered by dial-up modem”, membayangkan koneksi broadband seperti mimpi di siang bolong. Broadband identik dengan muahal.

Kalo masih kurang menyakinkan, coba flashback perkembangan teknologi komunikasi. Dari warnet yang pulsa-nya per menit bikin kantong bolong sekarang malah gak laku. Smartphone apapun namanya sudah beralih fungsi , traffic voice / SMS pun mulai ditinggalkan. Yang naik traffid data..buat WA, twitteran,facebookan. Tidak bisa di bilang gratis..tapi harganya memang sangat murah dibandingkan 10 tahun yang lalu. Coba bandingkan dengan saat ini, paket internet di jual kayak jual kacang goreng…tinggal pilih saja sesuai kemampuan kantong.

Hambatan lainnya adalah  keamanan. Meski vendor-vendor cloud computing telah menyakinkan bahwa solusinya mendapatkan sertifikasi aman dari berbagai pihak, tapi belum bisa meyakinkan konsumen. Yang super secure pake SSL aja bisa di jebol gara-gara “si heartbleed”

https

 

Dan yang paling mendasar adalah dari sisi costing…layanan cloud masih di anggap mahal bagi sebagian besar SMB. Terlepas dari  kemampuan financial tiap perusahaan sebenarnya layanan cloud (public) sekarang ini masih di bandingkan dengan layanan internet tradisional seperti web hosting. Angka  bulanan terlihat besar..opex-nya tinggi, padahal capex-nya boleh di katakan minim karena tidak perlu menyediakan server, storage, dan manpower khusus.

 

SYARAT CLOUD

Syarat utama implementasi cloud (public / hybrid) adalah infrastruktur  yang reliable. Kenapa infrastruktur (dalam hal ini jaringan)  penting ? Cloud berjalan di atas jaringan / internet. Komputasi di awan ini akan wara-wiri di jalur data. Hitung di Jakarta…tampilkan hasilnya di Papua.

Apakah cloud bisa di jalankan di lokal ? Tanpa internet ? Jawabannya bisa saja, cloud yang seperti ini akan di sering disebut sebagai private cloud. Cloud milik sendiri…tentunya untuk membangun layanan cloud jenis ini perlu modal yang lebih gede. Karena harus menyediakan infrastruktur yang lengkap (server, storage, network, datacenter, dst). Capex-nya gede…namun opex-nya bisa jadi kecil apalagi jika private coud ini dipakai secara bersama-sama. sehingga ongkos produksi / biaya operasional bisa di tanggung bersama.

Siapakah yang cocok meng-implementasikan private cloud ? Salah satunya adalah pemerintahan ataupun public sector yang lain yang secara organisasi cukup gemuk tetapi masih bisa di konsulidasikan.

POTENSI

Indonesia adalah negara yang eksentrik … eksis di sosmed, demen selfie,  jago twit… no.1 .Siapa yang akan menyangka muncul dari negara dengan populasi n0.4  terbesar dunia. Jika sekitar 20-30% saja  rakyat indonesia sudah mengkomsusi internet, tentunya prediksi booming cloud di tahun 2015, 2016 atau 2017  bukan isapan jempol. Waktu akan menentukan takdir cloud di Indonesia.. lihatlah.

 

 

Posted in Jelajah

Intellectual Humility

humility

Sebagai sebuah perusahaan Internet, Google dianggap sebagai panutan karena skalanya yang masif. Termasuk dalam urusan sumber daya manusia. Google memiliki kebijakan yang unik terkait dengan perekrutan karyawan.

Mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun menganalisis siapa yang sukses di perusahaan, yang mengabaikan pentingnya IPK, reputasi sekolah dan wawancara.

Dalam percakapan dengan Tom Friedman dari The New York Times, pimpinan operasional Google, Laszlo Bock, merinci hal yang dicari perusahaannya saat merekrut. Dan uniknya, kriteria akademis tidak menjadi yang utama.Para lulusan sekolah top dihindari oleh Google dengan alasan mereka biasanya tidak memiliki apa yang disebut sebagai “kerendahan hati intelektual”.

Megan McArdle berpendapat , “karena mereka mencetak terlalu banyak nilai A di kelas”. Demikian juga dengan lulusan kampus. Lulusan terbaik biasanya dididik untuk mengandalkan bakat mereka yang pada gilirannya menyulitkan untuk beradaptasi dalam pekerjaan.

Google lebih ingin mendapatkan orang yang mampu menerima ide-ide dari orang lain saat ide itu memang bagus, lebih dari yang mereka miliki. Itulah kerendahan hati yang Google maksud, ujar Bock.

Walaupun tidak semuanya, banyak lulusan brilian yang sangat jarang alami kegagalan dan tidak belajar bagaimana belajar dari kegagalan itu.

Mereka yang berbakat jenius biasanya, kata Bock, menunjukkan kesalahan atribusi yang mendasar karena cenderung berpikir saat ia sukses, itu karena dirinya jenius. Sementara saat gagal, ia akan menyalahkan orang lain di sekitarnya atau hal-hal lain. Di Google, Anda boleh bersikeras dan mempertahankan ide hingga titik darah penghabisan tetapi jika orang lain bisa memberi bukti faktual bahwa ada ide lain yang lebih baik, Anda harus mengakui dan mendukungnya.

Anehnya, orang-orang tanpa gelar sarjana justru bisa melakukannya dengan lebih baik. “Orang-orang yang bisa tetap sukses meski tidak mengenyam pendidikan formal adalah orang yang luar biasa dan kami harus mendapatkan orang-orang semacam itu,”Bock mengatakan.

Banyak kampus yang gagal mewujudkan janji mereka, klaim Bock. Apa yang lebih penting dari tingkat kecerdasan, gelar akademik atau ijazah dengan nilai A ialah kemampuan belajar. “Kampus cuma lingkungan belajar yang artifisial. Yang lebih penting ialah kemampuan kognitif umum seseorang, kemampuan memproses sembari bekerja, mengumpulkan banyak informasi dan mengolahnya secara terstruktur yang dapat diketahui melalui wawancara behavioral yang Google berikan,”ujarnya lagi.

Tidak hanya Google,rupanya perusahaan-perusahaan besar berskala Internasional mulai meninggalkan cara-cara lama dalam proses wawancara penerimaan karyawan baru yang berbasis kecerdasan intelektual atau pemetaan karakter dan mulai menggunakan pertanyaan-pertanyaan di luar perkiraan untuk memantik reaksi mereka.

think-big-start-small

Glassdoor, sebuah website tentang karir yang cukup disegani telah mewawancarai ribuan orang yang baru-baru saja menjalani proses wawancara di perusahaan-perusahaan besar. Dan 10 pertanyaan aneh berikut muncul dalam proses tersebut:

  1. “Jika anda dapat membuat sebuah parade berbentuk apa saja di kantor Zappos, parade apa yang akan anda buat?” ~ Zappos
  2. “Seberapa beruntung diri anda dan mengapa?” ~ Airbnb, pertanyaan ditujukan untuk posisi pilot pesawat. (Apakah anda mempunyai pemikiran yang sama dengan saya tentang hal ini?)
  3. “Jika anda adalah pengantar pizza, bagaimana anda dapat menggunakan gunting untuk membantu pekerjaan anda?” ~ Apple, pertanyaan ditujukan untuk posisi ‘Specialist‘.
  4. “Apakah anda lebih kepada seorang pemburu (hunter) atau pengumpul (gatherer)?”
  5. “Jika anda berada pada sebuah pulau dan hanya dapat membawa 3 benda, apa saja yang akan anda bawa?” ~ Yahoo; pertanyaan ditujukan untuk posisi ‘Search Quality Analyst‘.
  6. “Mengapa bola tenis berbulu?” ~ Xerox; pertanyaan ditujukan untuk posisi ‘Client Manager‘.
  7. “Hal apa yang paling tidak anda sukai tentang kemanusiaan?” ~ Zoc Doc, sebuah website yang membantu penggunanya untuk menemukan dan mereview dokter.
  8. “Bagaimana anda menggunakan Yelp untuk menghitung jumlah usaha di Amerika Serikat?” ~ Yelp; pertanyaan ditujukan untuk posisi ‘Software Engineer‘.
  9. “Apakah anda dapat menginstruksikan seseorang cara membuat origami ‘cootie catcher‘ hanya dengan sebuah kata?” ~ Living Social; pertanyaan ditujukan untuk posisi ‘Consumer Advocate‘.
  10. “Bagaimana internet bekerja?” ~ Akamai, sebuah perusahaan penyedia cloud computing; pertanyaan ditujukan untuk posisi ‘Director‘.

Cukup gila dan aneh? Kembali kepada Niesen, rupanya perusahaan-perusahaan mulai beralih daripada menanyakan tentang kompetensi bakat dan kemampuan, mereka menanyakan sesuatu yang lebih mendasar dalam diri manusia. Yaitu yang disebut sebagai kemampuan kognitif atau kemampuan belajar, bukan dari hasil belajar.

Perusahaan seperti Google saja sudah tidak lagi mempedulikan berapa Indeks Prestasi Kumulatif yang seseorang dapatkan waktu kuliah, bahkan mereka tidak mempedulikan lagi apakah seseorang berkuliah atau tidak.

Hal ini didasari pada fakta bahwa kebanyakan orang sukses justru tidak berkuliah atau drop out dari kuliah. Sebut saja Bill Gates dan Mark Zuckerberg yang sempat mengenyam pendidikan di universitas nomor wahid di dunia, Harvard. Saya berharap hal ini tidak dijadikan alasan oleh para mahasiswa pemalas, karena faktanya mereka tidak berkuliah atau drop out bukan karena mereka malas.(Catat!)

Niesen berkata bahwa rupanya yang dicari oleh Google adalah yang disebut sebagai ‘intellectual humility‘, yaitu kerendahan hati secara intelektual. Ia mengatakan bahwa orang yang sering menduduki posisi atas di kelas atau yang terlalu sering mendapatkan nilai A adalah orang yang jarang gagal karena kemampuan / bakat intelektualnya.

Hal ini membuat mereka jarang ditempa untuk mau belajar ulang. Akhirnya orang-orang seperti ini susah untuk mengikuti sistem perusahaan dan lebih memilih mengikuti prinsip-prinsip yang selama ini ia punya dan terutama ‘keangkuhan’ intelektualnya, bahwa ia pasti mampu mengerjakan sesuatu menurut caranya sendiri.

Sebaliknya, orang yang dianggap ‘bodoh’ karena tidak berkuliah atau jarang mendapat nilai A adalah orang yang lebih mampu belajar sesuatu yang baru karena pola pikirnya bahwa ia ‘bodoh’. Niesen mengatakan bahwa orang pintar jarang belajar bagaimana cara belajar dari kegagalan. Orang pintar akan berkata bahwa jika ia berhasil maka itu karena ia jenius, tetapi kalau gagal itu karena orang lain atau keadaan.

Dalam kesimpulannya, Niesen berkata bahwa yang paling dibutuhkan seseorang bukanlah kemampuannya saat ini, tetapi kemampuannya untuk belajar terus menerus. Dan hanya orang yang rendah hati yang mampu untuk terus belajar.

Sumber

Posted in Rehat
Map
Stats
Home Location Register
Ceebydith HLR Lookup
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 573 other followers