Latest Event Updates

The Magic of Alibaba

Posted on Updated on

Data vs Informasi

Insight dari seorang pendiri Alibaba, Jack Ma, bahwa era IT (Information Technology) akan segera berakhir? Kini teknologi menuju era DT (Data Technology). Semua di mulai dari nol lagi ...

Data adalah asal muasal informasi. Data adalah fakta awal dimana jika rincian data diproses lebih lanjut akan menghasilkan informasi. Jadi bagaimana era teknologi informasi akan berubah menjadi era teknologi data ?

How did Alibaba Jack Ma do it?

#Inspirasi Anak Muda #GenerasiMilenial #Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China.

Memilih Jodoh 2016

Posted on Updated on

Tahun 2015 yang tinggal beberapa hari ini masih menyisakan dolar yang masih melambung tinggi. Ketidakpastian nilai tukar dan faktor external lainnya inilah yang menjadikan mengapa investasi atau pun belanja modal ditahun depan mungkin masih agak seret.
Tahun_2016_Tahun_Monyet_Api_oleh_Suhu_Ong
But  “The Show Must Go On”
Salah satu strategi mengantisipasi sesuatu yang tidak pasti adalah dengan melakukan perencanaan /  budgeting yang lebih bijaksana, adaptif, dan terukur. Inilah yang akan menjadi salah satu faktor sistem komputasi masa dimasa mendatang akan mengadaptasi sistem baru yang lebih baik, mudah, efisien, dan juga efektif.
converged-infrastructure-trend-1-converged-systems-everything-you-need-to-know-in-30-minutes-26-638
Cloud Di Rumah Sendiri
Enteprise sekarang memiliki pilihan IT infrastruktur baru yang lebih menarik, mengurangi kompleksitas  dan biaya, dan juga menjadikan IT tidak hanya sekedar cost center tetapi akan lebih sebagai pendorong bisnis.
Mungkin sebagian besar enteprise di tahun 2015 ini masih belum banyak mengadaptasi public cloud system, terkendala infrastruktur yang ada. Tetapi berita bagusnya adalah di 2016 nanti, di prediksi-kan private cloud dan hyper-convergence akan mulai banyak di adopsi oleh enteprise sebagai salah satu pilihan pengembangan IT infrastuktur di masa depan.
Mungkin lima tahun dari sekarang, hybrid cloud atau kombinasi public dan private cloud adalah blue print / cetak biru wajib bagi setiap enteprise / perusahaan.
converged-infrastructure
Mudah di tambah – mudah pula di kurangi
Kembali ke pemilihan teknologi, banyak pilihan yang bisa di ambil, tradisional / konvensional IT atau teknologi baru hyper-convergence. Teknologi tradisional mungkin juga masih berjaya untuk beberapa tahun ke depan, tetapi masa kejayaan tidaklah selamanya. Demikian juga dengan teknologi baru, yang saat ini masih sedikit yang mengimplementasikan tetapi waktu lah yang akan berbicara.
Market share hyper-convergence saat ini masih dipegang oleh Nutanix, salah satu pendatang baru di dunia virtualisasi. Dengan memegang sekitar 52% market share, boleh dikatakan Nutanix ini saat ini adalah kawan sekaligus lawan VMware, pemain veteran yang hadir terlebih dahulu.
Nutanix-XCP
Pastinya dengan adanya persaingan produk yang sehat akan membuat end-user /client justru diberikan pilihan-pilihan menarik.Sebagai penutup, menentukan pilihan teknologi ibarat memilih jodoh, kalo cocok ..ya bakal awet dan memberikan banyak manfaat, demikian pula sebaliknya.
Selamat tahun baru 2016, selamat memilih jodoh !

Jasa MEA 2016

Posted on Updated on

Seperti di ketahui bersama, satu bulan lagi  Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan resmi di implementasikan pada awal Januari 2016 atau sebulan lagi dari sekarang.

Apakah artinya ?
Apakah akan banyak barang-barang impor atau pekerja yang luar yang masuk Indonesia ?

Jawabannya sebagai berikut.

Print

 

Sejak Januari 2010, sebanyak 98,87% pos tarif ASEAN Free Trade Area (AFTA) sudah berlaku 0%. Dengan demikian diperkirakan tidak akan ada perubahan yang terlalu berarti pada Januari 2016 nanti.

Jadi pada saat MEA di terapkan pada 2016 nanti bukan lagi perdagangan bebas atau industri-nya  tapi lebih ke arah persaingan jasa atau tenaga kerja, karena akan ada pertukaran tenaga kerja dalam MEA 2016.

Yang perlu diperhatikan saat MEA 2016 adalah perdagangan jasanya bukan perdagangan bebasnya. Karena dari lima tahun yang lalu sebernarnya Indonesia sudah siap dengan perdagangan bebas. Saat MEA tiba, tenaga kerja akan dinilai berdasarkan kompetensinya dan sertifikasi diperlukan dalam menunjang kualitas si pekerja. Tanpa adanya standar kompetensi, bagaimana pekerja Indonesia bisa bersaing atau “pasang harga” ?

Bidang usaha terutama yang mengandalkan perdagangan dan jasa mau tidak mau harus berkompetisi dengan  pemain luar.  Jadi yang dulu-nya hanya bersaing dengan sesama pemain lokal atau mentok-nya skala nasional maka di era MEA nanti harus  berkompetisii dengan pengusaha dari negeri -negeri jiran. Menjadikan mereka mitra atau kompetitor adalah pilihan.

Bagaimanapun jika MEA 2016 sudah di mulai, siap tidak siap, mau tidak mau, hanya ada satu pilihan …

Berubah atau musnah.

 

Invisible Infrastructure

Posted on Updated on

Di dunia telco di kenal istilah “Triple Play”, singkatnya ada 3 layanan (data,audio, dan video) dalam satu paket, kini datacenter, boleh dikatakan sedang ada trend serupa. Di data center boleh jadi sedang menuju “Quadruple Play” — HyperConvergence.

hyperconvergence-1024x687

Doeloe teknologi mainframe sempat merajai, sebelum tergusur oleh teknologi baru berbasis client-server. Namun roda teknologi terus berputar. Kini teknologi berbasis mainframe kembali lagi dengan evolusi yang lebih baik. Memperkenalkan Hype-Convergence, solusi teknologi datacenter masa depan.

Hyperconvergence (hyperconvergence) is a type of infrastructure system with a software-centric architecture that tightly integrates compute, storage, networking and virtualization resources and other technologies from scratch in a commodity hardware box supported by a single vendor.

Hyperconvergence di definiskan sebagai layanan yang menggabungkan komputasi (compute), penyimpanan data (storage), jaringan (network) dan virtualisasi dalam satu paket.

Teknologi tradisional mungkin tidak akan tersingkir begitu saja, karena secara ecosystem teknologi  hyper convergence ini baru di mulai. Tetapi setidaknya pola pikir lama yang mengkotak-kotakan fungsi server, storage, network akan terkikis oleh teknologi baru tsb.

Dengan hyper convergence, solusi ouf-of-the box yang akan membuat para IT Pro harus “reboot” dan berpikir lebih sederhana dan logis. Kalo bisa di bikin simple untuk apa di bikin ribet ? Sudah bukan jaman-nya bikin ribet, bikin susah :-)

invisible-infrastructure_55.gif-550x0

Hyper convergence = hypervisor (virtualisasi) dan convergence (konvergensi)

Bahasa yang mudah di pahami adalah penggabungan fungsi  server, storage dan network dalam satu system virtualisasi.

Software Defined Storage (SDS) dan Software Defined Network (SDN) adalah bagian dari hyperconvergence.

Di teknologi tradisional, SAN (Storage Area Network) maupun NAS (Network Attached Storage) umum di pakai. Demikian pula dengan perangkat jaringan baik swicth, router, firewall dst. Biasanya butuh banyak orang IT utk manage teknologi tradisional. Ada yg jadi SysAdmin, Network Engineer, Storage Engineer, dst. Scale-out adalah hal yang paling jadi momok. Kenapa? Tidak mudah mengerjakan dan mengembangkan sesuatu yang dari awal sudah terlihat complex.

Lupakan hal-hal ribet diatas jika sudah beralih ke hyper-convergence.

Untuk para triple C atau decision maker, disamping hanya butuh tenaga IT yang lebih sedikit  inilah keunggulan teknologi hyper-convergence yang bisa bikin “galau”

  • Average five-year ROI: 510 percent
  • Five-year discounted benefits per organization: $7.85M
  • Five-year TCO savings: 58 percent
  • Storage deployment: 85 percent faster
  • Reduction in unplanned downtime: 99.7 percent

Source

Jika data tsb masih belum terlalu menyakinkan,bagaimana dengan melihat teknologi yang di gunakan cloud provider seperti, Amazon Web Service (AWS), Google. dan Facebook. Infrastruktur globalnya di bangun diatas teknologi  hyperconvergence.

Actions speak louder than words !

Web Scale Computing

Posted on Updated on

dell-emc

Ada pergeseran teknologi…seperti halnya berita akusisi terbesar  2015 di bidang teknologi informasi senilai 67 milyar dolar amrik..atau sekitar 900 trilyun rupiah – kurs 13rb-an) .

Adalah EMC dan VMware di caplok oleh Dell. Dan hebatnya lagi Dell ini adalah private company. Jarang-jarang private company bisa membeli public company apalagi dgn nilai yang sebesar itu

Dell.EMC.logo.storage

Padahal prediksi Gartner, dua tahun dari sekarang atau di tahun 2017 nanti,   arsitektur “Web Scale Computing” akan di adopsi oleh  50 persen global enterprise.Untunglah Dell mendapatkan “bonus”, beli EMC dapat VMware dalam mega akusisi tsb. Kemungkinan nantinya teknologi VMware inilah yang di jadikan salah satu senjata pamungkas Dell  utk teknologi berbasis web scale computing.

Apakah itu web scale computing ?   Definisi yang  dikutip blog Gartner

Web-scale IT is simply defined as all the things happening at large cloud service firms, such as Google, Amazon, Netflix, Facebook and others, that enables them to achieve extreme levels of agility and scalability by applying new processes and architectures.

Teknologi inilah yang dipakai oleh raksasa teknologi seperti Google, Facebook, Amazon, Azure dst.untuk  infrastruktur mereka. Di Google, Facebook, Amazon , datacenter di fokuskan pada kekuatan software sedangkan hardware-nya mereka lebih memilih “commodity  server / swicth” yang pasti lebih murah, open platform alias mereka bebas pakai merk apa saja (mungkin malah di merk-in sendiri  ^_^)

Facebook Open Server & Switch

yosemite-serverfacebook-openp-swicth

Apakah artinya ? Di datacenter Google, Amazon hanya memakai “server / switch biasa” bukan buatan HP, IBM, Cisco, ataupun Dell. tetapi karena software mereka memang canggih, server yang biasa-biasa ini jadi luar biasa.

Apa rahasianya ?  sistem container dan  virtualiasi ..dan SSD (Solid State Disk)

Raksasa-raksasa IT tersebut dengan maksimal telah memanfaatkan apa yang disebut “Software Define Data Center” atau SDDC. Dengan teknologi SDDC , maka teknologi virtualisasi akan menjadi inti dari  seluruh infrasturktur IT baik server, storage maupun network devices.

Ibarat puzzle, Google, Facebook, Amazon dkk  menyusun infrastuktur IT dari ribuan server yang hemat energi tetapi tetap memiliki performa yang maksimal. Berbanding terbalik dengan konsep yang rata-rata di pakai enterprise saat ini dimana rata-rata memilih menggunakan satu, dua, tiga high performance server dan storage high-end.

Jaman berubah, sekarang era-nya virtualisasi, cloud computing. Scaling up dan scaling out harus di bikin se-simple mungkin. Kalo perlu nambah resource akan di buat semudah mengisi bensin. Butuh berapa liter ? Kalo butuh tambah resource cukup colokin server ke rack , nyalain dan ON. Resource server dan storage otomatis bertambah tanpa banyak oprek sana-sini. Sangat mudah dan cepat tentunya.

Teknologi storage VSAN (Virtual SAN) secara perlahan menggantikan teknologi tradisional seperti SAN atau NAS yang mahal dan ribet di infrastrukturnya. Demikian halnya di sisi server maupun jaringan akan beralih ke virtual.

Tetapi kembali lagi , tidak ada teknologi yang pasti cocok untuk semua. Bagi sebagian enterprise, bagaimanapun ada yang memilih teknologi tradisional dianggap lebih mudah dan efisien, sebagian yang lain beranggapan teknologi baru web scale computing lebih pastinya lebih mudah, murah, dan juga efisien.

Slalu ada pilihan.

Rahasia Dapur Google ?

Posted on Updated on

Apa yang terlintas jika bicara Google ?

Di cuplik dari Circa Google

Cikal bakal raksasa Google di mulai dari sini

google-1997

google.standford.edu (1997)

Mungkint tidak terlalu istimewa bagi generasi sekarang.

Tapi bicara teknologi cluster di tahun 1997 bisa di katakan Google sudah melompat dari jamannya.

google-1999

Server google di tahun 1999

Dari awal Google telah mendesign sendiri teknologi “dapur cluster”nya. Infrastruktur Google adalah customized. Agak sedikit kaget, jika biasanya bicara dapur IT alias infrastruktur  datacenter sekelas enterprise, maka akan terlintas server dan  storage yang mahal  dan juga  sophisticate network. Di Google, rumus classic tsb mungkin tidak 100% diterapkan.

Google perusahaan level planet, alih alih memakai teknologi yang ter-wah, mereka justru membangun sistem-nya dari yang sederhana tetapi sangat berkelas.

Customized server ala Google ..simply but powerfull

GoogleServerLarge

Hardware server Google, bukalah sesuatu yang WAH..or WOW..tetapi mereka lebih mengutamakan FUNGSI dan EFISIENSI.

Setiap server Google  sudah dilengkapi dengan dua socket processor, dua hard drive, RAM, dan  “UPS mini” alias batery ,pasokan listriknya server memakai tegangan tunggal DC 12V sehingga lebih efisien.

google-server-rear-view

Google memakai unit server ini utk digunakan di setiap rack server-nya. Satu rack server  bisa menampung sekitar 40-an server..lah kok bisa sebanyak itu ? Server google hanya berukuran sekitar 1U-2U saja.. slim & compact. Kemudian rack server-server  tsb akan di kumpulin dan  di jadikan cluster

google-cluster-architecture-4

google-cluster-architecture-1

Teknologi Cluster Google

google-secret-server -2015-1

Deretan rack server di datacenter Google

Teknologi Google slalu berubah dan semakin maju. Doeloe, search engine mereka rutin melakuan indexing secara berkala, dan  proses-nya bisa sekitar 10hari !.

Distributed system mereka di awal juga belum terlalu canggih. Sebagain user bisa merakasan “server cepat” dan sebagian merasa kan server lambat. Kini, Google memakai sistem infrastruktur untuk indexing-nya yang mereka sebut “Caffeine” . Meski web servernya di akses jutaan pemakai dari seluruh penjuru mata angin..tetap saja cepat.

Secara geografis, datacenter Google kini tersebar hampir di smua benua. Latency di buat seminimal mungkin.

Jika di awal tahun 2000 Google memiliki “hanya” tiga datacenter dan 4000 linux server.Di tahun 2007, Google sudah memiliki lebih dari 30 datacenter dan  1 juta server (estimasi Gartner). Tidak ada yang tahu pasti jumlah server Google sekarang. Dari sekitar total  44 juta server di seluruh dunia..diperkirakan 2%  adalah milik Google.

A massive computing…

#WIN is What You Love + What You’re Good At + What Pays Well

Posted on Updated on

 

0250b1089f0e8e48907eca27a3c9bf3a

 

What You Love + What You’re Good At + What Pays Well = #WIN

 

Faktanya adalah jika mengerjakan apa yang kamu sukai maka hukum alam akan berjalan, semua akan berjalan dengan lebih mudah, lebih cepat terselesaikan, lebih kreatif dan kamu lebih memiliki arti.

Mendefinisikan sebuah kemenangan adalah kombinasi dari kemampuan, kecintaan, dan penghargaan

Kemampuan tentunya adalah skill-sets mu, bisa di peroleh dari sekolah, kampus (book smart) dan lingkungan kerja atau bahkan dari jalanan (street smart).

Kecintaan adalah passion alias smangat, yang membuat bangun pagimu tidak akan pernah sama setiap hari-nya.

Sedangkan penghargaan di sini bisa berupa materi yang sering disebut dengan gaji/bayaran atau pun bentuk apresiasi  atau sistem reward lainnya (bonus, dst)

Hanya saja tidak semua rumus atau bahkan persamaan matematika selalu pasti menghasilkan nilai yag sama

Seringkali diajarkan  1+1=2 tetapi matematika bukan hanya sekedar persoalan hitung menghitung atau pengukuran.

Kenapa 1+1 tidak selalu sama dengan 2 dalam matematika? Bisa saja 1+1 hasilnya 0  (perhitungan biner)

What You Love + What You’re Good At + What Pays Well  = #LOST

Ya,matematika memang seperti itu