Kerja Zaman Old VS Zaman Now

Apa perbedaan kerja Zaman old dan Zaman now ? Di sadur dari artikel bule, landscape dunia kerja sedang berubah.

Work Life Balance vs Work Life Integration

Balance – noun: a condition in which different elements are equal or in the correct proportions.

Integration – noun: an act or instance of combining into an integral whole.

Work Life-Balance

Work-life balance revolves around mutual exclusivity between our career and our home-life. As in, when you leave the office at 5 p.m., you actually leave every aspect of your job at the office. You’re not expected to take home work-related projects. You don’t answer emails at the dinner table, you avoid your digital devices like the plague, and you respect the separation between your work responsibilities and your responsibilities at home. You check-in to the office at 8 a.m. and you leave at 5 p.m., every day, without fail. No ifs, ands, or buts.

Work Life-Integration

Work-life integration, however, suggests we incorporate our work and life into one fulfilling purpose. It means having more flexibility with your schedule. If you need to take your kids to school every morning before checking-in to the office – that’s cool. If you need to leave early every Wednesday to attend that economics class you signed up for – good for you. You can make up the missed work hours later that night or the next day, right? Right.

With the work-life integration philosophy, companies trust their employees to get their work done, regardless of how many hours they log in at the office or where they’re getting their work done. 75% of millennials want the ability to work flexibly and still be on track for promotion. If a company trusts their employees and employees understand and are committed to company expectations, a flexible schedule, going back to school, or any other personal growth endeavor or family-related activity should never get in the way of promotion or advancement.

Sedikit menengok sejarah hari buruh yang di mulai 1 Mei 1886

Aturan zaman old

Peraturan yang sudah berumur ratusan tahun tersebut masih terus di pakai hingga sekarang. Hal tersebut dirasa sudah tidak cukup relevan lagi bagi generasi millennials, generasi zaman now. Definisi kerja sudah berubah di revolusi Industri 4.0 ini.

Ya, sebagian pekerjaan mungkin tetap harus berpedoman aturan baku, seperti aparat sipil,guru, dokter/perawat,polisi, dan aparat militer, atau buruh manufaktur yang harus bekerja di pabrik. Dimana kehadiran fisik di lokasi kerja adalah mandatory. Kalo mereka gak di tempat kerja..bisa berabe urusan.

Tapi, utk sebagian lagi, terutama untuk pekerjaan yang baru muncul zaman now, definisi kerja mungkin sedikit bergeser.

Kerja sekarang bukan melulu cuman yang di belakang meja kantor, di balik kubikal, atau di gedung bertingkat 100.

Kerja sekarang bukan melulu yang start 8 pagi dan stop 5 sore.

Kerja sekarang juga bukan melulu yang pakai jas rapi jali berdasi.

Definisi kerja mulai bergeser, dengan adanya berbagai macam teknologi yang ada di zaman now maka pekerjaan bisa di lakukan dengan lebih fleksibel, tidak kaku, tidak ribet.

Jargon Work Life Integration mungkin akan lebih sering terdengar di masa mendatang.

Pekerjaan adalah sesuatu kewajiban yang harus ditunaikan sebagai konsekuensi kita yang di bayar baik oleh perusahaan (jika kita buruh/karyawan) atau pun di bayar customer kita (jika kita sebagai entrepreneur)

Di masa mendatang, mungkin orang akan terbiasa bekerja sambil rekreasi ke pantai , sambil bermain dengan anak, ataupun sambil nyruput secangkir kopi di rumah. Lokasi kerja bukan masalah karena semua bisa terkoneksi.

Demikian pula dengan waktu kerja, mau shubuh ataupun dini hari (sambil nunggu pertandingan Liga Champion) tidak akan jadi masalah. Tidak perlu repot itungan lemburan. Itu semua karena jam kerja yang flexible. Kerja, main, dan istirahat bisa di integrasikan.

Produktivitas bukan lagi di ukur dari lamany bekerja di kantor. Jadi di ukur dari apa?

Di zaman now, produktivitas di ukur dari kecepatan respon dan hasil akhir. Proses ga usah ribet di pikirin, mau sambil nungging atau jogging, yang penting pekerjaan bisa selesai tepat waktu, kualitas dan kuantitas kerja meningkat, customer happy, boss happy, keluarga happy, semua happy.

Hubungan spiritual dengan Owner kita juga makin berkualitas, ibadah on time, sholat bisa selalu jamaah di mesjid (hanya lelaki sholehah yang sholat di rumah).

So, ..nikmat mana lagi yang kau dustakan..?

Dari berbagai sumber.

Advertisements
Kerja Zaman Old VS Zaman Now

People Development Zaman Now

Untuk mampu tetap bertahan di masa depan, para incumbent menghadapi dua tantangan yang tidak ringan. Pertama, perubahan eksternal yang sangat revolutif, bahkan eksponensial. Akronim VUCA – volatility, uncertainty, complexity, ambiguity – sudah menjadi sangat lazim digunakan untuk menggambarkan lanskap bisnis saat ini. Tentunya masa depan kian tak mudah untuk digambarkan.

Revolusi digital yang sedemikian cepat dan masif menjadi pemicu, sekaligus pemacunya. Di dunia internet, gelombang pertama, yaitu connecitivity , sudah terlampaui. Ketika kita masih gagap menikmati gelombang kedua, media sosial dan bisnis digital, internet sudah memasuki gelombang ketiga, internet of things , atau internet of everything . Bahkan gelombang keempat, internet of value atau internet of trust, sudah mengintip, dengan diekplorasinya teknologi block chain.

Pertarungan bisnis model menggantikan ramuan strategi marketing konvensional. Keajaiban digital menjadi enabler bagi para new entrants untuk memasuki pasar yang semula dikuasai para incumbent
besar yang sudah mapan dan jumawa.

Satu per satu mereka bergelimpangan, semata karena tiba-tiba kehilangan relevansinya. Tidak sampai di situ, bahkan yang hilang bukan sekadar perusahaannya, namun juga industrinya sekaligus. Batas-batas antara satu industri dengan yang lain kian kabur dan menjadi tidak relevan. Muncul sejumlah industri baru dengan definisi yang sama sekali berbeda. Konsekuensinya, sejumlah profesi lenyap, beriringan dengan munculnya sejumlah profesi baru.

Di sisi lain, incumbent juga berhadapan dengan tantangan internal yang tak kalah menggetarkan. Meningkatnya ukuran perusahaan tak selalu menjadi berkah. Ia juga menyimpan potensi krisis akibat melemahnya founder’s mentality . Akibatnya, daya dukung internal menjadi rapuh, pertumbuhan terus melambat, dan akhirnya perusahaan terjun bebas ke titik nadirnya tanpa bisa ditahan lagi oleh manajemen.

Untuk merespons “tsunami” tersebut, bagaimana SDM harus dipersiapkan? Pertanyaan tersebut menjadi semakin krusial untuk dijawab karena proporsi SDM organisasi semakin didominasi oleh para millenials yang memiliki cara berpikir yang sangat berbeda dengan generasi pendahulunya.

Satu di antara pembeda itu, mereka tidak lagi bicara work-life balance , melainkan work-life integration .
Betul bahwa sejumlah kompetensi baru, utamanya di seputar teknologi digital, menjadi menu wajib yang harus ditelan oleh SDM zaman now untuk tetap kompetitif. Namun, potensi goncangan yang sedemikian dahsyat menuntut ketangguhan pribadi kelas satu pula untuk menghadapinya.

Di satu sisi big data analytics, machine learning, aritificial intelligence, dan serenceng digital technology competencies lainnya memang dibutuhkan untuk menjadi pemenang. Namun sejumlah soft-competencies yang mampu memastikan tetap terjaganya quality of life sebagai manusia yang berbahagia menjadi semakin relevan pula untuk diperkokoh.

Di tingkat individu, menemukan visi pribadi, keyakinan diri dan tata nilai personal, menjadi hal yang sangat krusial. Ketiga komponen modal spiritual tersebut akan membuat seseorang mampu memberikan makna yang kuat dan mendalam terhadap hidup dan kehidupannya, sehingga ia menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi tekanan eksternal. Setidaknya, ia mampu memotivasi dirinya sendiri di tengah lingkungan sosial dan profesional yang mungkin sekali tak sepenuhnya bersahabat.

Di tingkat organisasi, membangun budaya organisasi yang kuat menjadi keniscayaan. Di satu sisi, budaya tersebut harus menjamin terciptanya sebuah atmosfir yang sangat terbuka terhadap perubahan dan inovasi yang eksponensial, serta mendorong organisasi untuk bergerak secara agile dan taktis. Namun di sisi lain, budaya tersebut harus memastikan founder’s mentality tetap terpelihara dan terus-menerus diperbaharui, sebagai sumber kekuatan kolektif untuk memenangkan tantangan revolusi digital hari ini dan esok.

IMG_20160903_180124

Sumber

People Development Zaman Now

Kemesraan Ini Segera Berlalu

Selama lima dekade atau 50 tahunan, teknologi komputasi memiliki pakem yang sama.
Untuk merakit computer diperlukan minimal processor (CPU),memori (RAM), dan storage (spindle/magnetic disk atau solid state disk). Devices /perangkat tersebut di buat terpisah.

Computer disini bisa apa saja, mulai dari workstation/PC/Laptop yg dipakai di meja kerja, hingga super server di datacenter. Dan pakem ini menjadi standar selama beberapa dekade

Dan sekarang era-nya SoC (System on Chip)

pcb-to-socBahasa sederhana, SoC bisa dibilang sebagai otak dari tablet atau ponsel pintar yang biasa kita  gunakan. Seperti otak manusia yang terdiri-dari beberapa bagian dengan fungsi berbeda-beda, SoC juga memiliki bagian tersendiri, yaitu prosesor, blok memori seperti RAM dan ROM, chipset grafis, modem serta berbagai komponen lain yang mengatur pemrosesan data.Semua-nya dalam terintegrasi dalam satu chip tunggal.

Banyak perangkat yang memakai SoC sebagai otak.

soc-dimana-mana.png

Awalnya produsen membuat SoC untuk perangkat mobile karena konsumsi dayanya rendah. Tapi tunggu ….itu dulu, teknologi terus berkembang dan kini SoC memiliki suratan takdir yang berbeda.

Pembuat SoC sekarang sudah cukup banyak, yang cukup terkenal di antaranya ;  Intel, Qualcomm,Apple,Samsung,Nvidia,MediaTek,Allwinner,LG, dan Huawei

Hampir semua produsen SoC menggunakan arsitektur ARM, kecuali Intel dan Apple yang memakai arsitekturnya sendiri.

Dominasi Intel.

Dari era tahun 80-an hingga 2010 atau lebih dari 30 tahun boleh dikatakan IT mutlak di kuasai oleh teknologi dari Microsoft dan Intel. Bahkan saking populernya, platform Wintel (Windows Intel) ini seakan jadi patokan untuk hampir semua vendor IT.

Tidak mengesampikan IBM dengan Power System-nya dan Sun Microsystem dengan SPARC  dan Solaris Unix-nya yang very emeging …pada saat itu . Sebagian besar vendor IT, misalnya  HP, Dell, Fujitsu, Hitachi,  dkk yang merupakan konsumen setia produk Intel dan  Microsoft.

Saking dominannya Intel, perusahaan sekelas Sun Microsystem pun akhirnya harus rela jatuh dan di akusisi oleh Oracle. Sedangkan IBM, harus iklas melepaskan divisi  x86 (Intel based system) ke Lenovo dan hanya fokus di platform milik sendiri yakni Power System.

Intel benar benar jadi raja. King of Processor ! pesaing terdekatnya yakni AMD pun tumbang ..pamornya semakin redup, meski di awal tahun 2017 ini AMD mulai coba bangkit kembali dengan Ryzen nya.

Kemesraan Windows dan Intel

Kembali ke laptop, hanya ada Windows dan Intel yang selalu bersama hampir tiga dekade. Lupakan dulu Apple (doi hanya main di level consumer, bukan di level enterprise).

Coba saja beli computer, mulai laptop hingga high-end server, boleh apa saja brand / merk-nya tapi pasti jeroan-nya di dominasi bikinan Intel dan Windows. Kecuali bagi yang agak sedikit techie, kadang ada yang coba pakai AMD dan Linux. Pokoknya jadi anak bawang deh yang pakai diluar Wintel.

Artinya selama bertahun-tahun, pakem yang di buat Microsoft dan Intel ini sudah menjadi semacam kurikulum sekolah. Wajib ada dan di ikutin. Anak kampus yang belajar diluar pakem tersebut dijamin susah dapat kerjaan, lah gimana klo hampir smua perusahan saat ini memakai teknologi Wintel.

Ganti Kurikulum

Mungkin screenshot diatas tidak berarti apapun, tidak ada yang istimewa ?

Tapi coba perhatikan baik-baik di Task Manager Windows 10 ini, di bagian CPU.

Mana Intel processor-nya ? Gak Ada..ternyata Microsoft sudah mengganti-nya dengan  Qualcomm Snapdragon ! Yah bener..bagi yang punya smartphone..apapun merk-nya
(selain iPhone), pasti akan nemu jeroan Snapdragon, nama beken processor buatan Qualcomm

 

Dan ini bukan rumor atau gosip, direncanakan akhir tahun 2017 atau di 2018 bakal meluncur komputer/laptop Windows 10 berbasis ARM processor (Snapdragon ini contohnya).

win10alwaysconnected

 

Artinya apa ? Kita punya laptop bakal bisa forji-an juga (LTE) secara native. Baca deh dari sumber-nya

Tanda-tanda kebangkitan laptop nih kayaknya ? Setelah beberapa tahun terakhir tenggelam di hantam oleh gelombang smartphone, Android terutama-nya. Tapi ini baru permulaan..

Kebutuhan sistem yang semakin “compact”, low-less power but powerfull seakan jadi kata kunci pengembangan teknologi di masa depan.Era arsitektur Intel dengan x86 or x64-nya sudah mulai menampakan hilal-nya. Muncul arsitektur baru yang boleh di katakan (jika tidak terlalu prematur) bakal melibas dan menggantikan penguasa tiga dekade.

ARM menuju Data center

Satu lagi yang diam-diam (sudah bocor duluan) sedang di garap oleh Microsoft adalah kerjasama dengan Qualcomm untuk menggarap processor khusus untuk mesin-mesin di datacenter

Qualcomm Centriq

Inilah cikal bakal processor arsitektur ARM yang sedang di garap Qualcomm untuk kebutuhan pasar datacenter.

Bagi yang pernah kerja di semicon pasti paham teknologi fabrikasi wafer.

Qualcomm bakal memakai fabrikasi 10 nm FinFET, ini kayaknya asapin  Intel yang masih makai fabrikasi 14 nm.

Dan yang paling bikin ketar-ketir Intel, teknologi tersebut saat ini  rame-rame dikembangkan oleh raksasa Silicon Valley; Microsoft, Facebook, Google dkk.

Dengan OCP, mereka berharap bisa membuat server yang berbasis open source. Tidak tergantung lagi pada mesin buatan Intel, Dell, HP atau pun vendor hardware yang sudah mapan lainnya.

Salah satu tujuan Microsoft, Facebook, Google dkk  adalah ingin membuat infrastruktur cloud yang lebih murah, dan tidak tergantung pada salah satu vendor hardware tertentu. Dengan biaya modal dan operasional yang lebih rendah maka harga yang di tawarkan ke customer bisa murah pula.Ujung-ujungnya..kita pula sebagai customer ikut di untungkan.

Open Compute Project (OCP)

qualcomm_centriq_configs_full

Qualcomm 10 nm, 48-core Centriq 2400 platform

qualcomm_centriq_mobo_scaled

Server berbasis  arsitektur ARM

qualcomm_centriq_system_scaled

Sepertinya kemesraaan ini segera berlalu…

 

 

Kemesraan Ini Segera Berlalu

Tahun Ajaran Baru

Apa PERBEDAAN Pendidikan Akademik, Profesi dan Vokasi?

Berbicara mengenai pendidikan, ternyata banyak orang tidak tahu kalau di Indonesia ada tiga jenis pendidikan tingggi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, program pendidikan di pendidikan tinggi mencakup pendidikan akademik (sarjana, magister, dan doktor), pendidikan profesi/spesialis dan pendidikan vokasi (diploma).

Istilah vokasi digunakan untuk program pendidikan menggantikan istilah profesional atau profesi. Vokasi mungkin diturunkan dari bahasa Inggris,

  • a person’s employment or main occupation, especially regarded as particularly worthy and requiring great dedication.
  • a trade or profession.

Vocation sama artinya dengan profession….belajar untuk menjadi jadi Professional bukan Professor  !

Pendidikan vokasi merupakan penyelenggaraan jalur pendidikan formal yang diselenggarakan pada level pendidikan  tinggi, seperti: politeknik, program diploma, atau sejenisnya.

Sedangkan pendidikan kejuruan merupakan penyelenggaraan jalur pendidikan formal yang dilaksanakan pada jenjang pendidikan tingkat menengah, yaitu: pendidikan menengah kejuruan yang berbentuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Pendidikan kejuruan dan pendidikan vokasi merupakan penyelenggaraan program pendidikan yang terkait erat dengan ketenagakerjaan

 

Piramida Ketenagakerjaan dan Jenjang Pendidikan Sekolah 

 

Vokasi bertujuan menciptakan tenaga kerja yang terampil dalam keahlian tertentu karena industri suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas tenaga terampil yang terlibat langsung dalam proses produksi.

Entrepreneurship atau Wirausaha adalah efek samping jika memilih jalur vokasi. Pola pikir lulusan berbasis vokasi sudah di setting di kampus untuk menjadi tenaga kerja ahli yang professional dan sekaligus enterpreneur.

Kenapa bisa demikian ?

Vokasi juga bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik untuk memasuki lapangan kerja dan sekaligus menghasilkan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan oleh masyarakat atau menciptakan peluang kerja dengan kemampuan / skill sets yang di miliki.

Pilihan Ditentukan

Berbeda dengan pendidikan akademik,kenaikan level misal dari S1 ke S2 ataupun S3. Ataupun pendidikan profesi , misal dokter, notaris, akutant, yang harus kembali ke kampus pendidikan tinggi untuk bisa mendapatkan kenaikan level.

Pendidikan vokasi adalah masalah skill sets / ketrampilan kerja, untuk menaikan level skill sets tidak selalu dengan pilihan balik kampus. Justru sebaliknya, kenaikan level dari level biasa ke specialist bisa dapat kan dengan jalur yang sangat berbeda. Bisa berupa mengikuti pelatihan hingga sertikasi profesi yang di selenggarakan lembaga non-formal.

Bukan ijazah yang di dapat, tetapi pengakuan professi dan kompetensi.Tingkat tertinggi dari jenjang karir vokasi adalah SPECIALIST . Keahlian khusus yang tidak mudah untuk mendapatkan-nya.

Baik dengan belajar otodidak atau pengembangan karir lewat pelatihan yang reguler dengan mentoring adalah salah satu jalan menjadi specialist.

Inilah yang membedakan jalur vokasi dengan akademisi ataupun profesi.

Professionalisme dan Dedikasi tuntas adalah kata kunci untuk meluncur di jalur vokasi.

ILMU BISA DI BELI, PENGALAMAN HANYA DIDAPATKAN DENGAN MENJALANI

Be different friends!

Tahun Ajaran Baru

AADC 2017

AADC bukan judul film yang sempat booming di tahun awal tahun 2000-an dan sequel-nya AADC2 barusan tayang di tahun ini.

AADCAda Apa Dengan Cloud ?

Booming cloud masih terasa di beberapa tahun belakangan ini. Rame!

Sebutlah empat nama penguasa cloud global saat ini : Amazon Web Service, Microsoft Azure, IBM Softlayer, dan Google Cloud Platform

0802rcp_cloudshare

Ke empat vendor cloud tersebut masih tak ada lawan, terlalu kuat dengan kemampuan infrastruktur globalnya.

vmware_vcloud_foundation_on_aws_3

Mulai dari Amazon Web Service (AWS), berita terhangat di bulan Oktober ini, mereka baru lauching layanan VMware Cloud on AWS !   Nah, bikin datacenter sekarang tinggal click, pilih lokasi geo-nya, klo Indonesia yang deketan mungkin Singapore atau Sydney (AUS).

Mau sewa per-jam ? atau per tahun..silakan tinggal gesek account kartu kredit aja atau pakai account vmware. Buat yang penasaran bisa lihat demo-nya disini

AADC yang berikut-nya Cloud-nya Microsoft

Azure Stack

050815_1848_azurestackw1

Nah kali ini strategi Microsoft adalah memboyong hybrid cloud dengan masive menuju  on-premise. Senjata andalan Microsoft kali ini adalah Azure Stack yang rencananya akan di launching Q1 atau Q2 2017. Azure stack tidak lain kepanjangan tangan dari Azure (public cloud) yang akan running di on premise sebagai private cloud.

Dengan memanfaatkan kekuatan dan kepopuleran Microsoft Windows Server / Hyper-V di entreprise, maka Azure Stack ini bisa di kombinasikan sebagai solusi terpadu (hybrid-cloud)

Untuk informasi, Azure Stack saat ini masuk dalam Technical Preview version, diperkirakan versi komersialnya akan rilis di quarter pertama 2017 nanti.

Azure stack membawa permainan baru dalam bisnis cloud. Di sisi lain provider cloud masih rame menawarkan public cloud, di titik ini Microsoft melihat peluang yang gede di bisnis private cloud yang running di ekosistem yang berbasis Microsoft Windows Server.

IBM Softlayer

488185-ibm-softlayer-logo

Cloud punya IBM ini,  ada di posisi ke-3 dalam market share.  Lokasi terdekat datacenter IBM ada di Singapore.  Solusi private cloud versi IBM bisa di lihat disini

Bagaimana dengan Google ?

openstack

Google Cloud Platform atau sekarang di potong nama-nya ama google jadi Google Cloud tidak tinggal diam. Google cloud di tahun 2015 kemaren sudah ajakin OpenStack untuk bikin cloud platform rasa opensource. Tujuan-nya setali tiga uang , membawa hyrid cloud ke on premise. Seperti yang diketahui, OpenStack banyak di gunakan untuk membangun private cloud di datacenter korporasi / enterprise yang berbasis Linux.

Rumus membuat datacenter juga masih patent, taroh  dilokasi terdekat dengan clients / end-users.Selain itu,kebijaksanaan / policy yang mewajibkan datacenter harus bikin di Indonesia, juga sebagai pertimbangan lain untuk membangun private cloud on premise.

Dengan Azure Stack, maka terasa memiliki Azure (public cloud) di datacenter perusahaan. Demikian juga dengan solusi yang di tawarkan, AWS, Google Cloud dan IBM Softlayer akan membawa teknologi cloud semakin dekat…secara fisik dan teknologi.

Cinta deh …

AADC 2017

Alamat Palsu

alamat palsu

Setiap perangkat  “önline” (istilah anak muda jaman sekarang) wajib memiliki KTP atau identitas. Apapun perangkat/gadget yang dipakai pasti akan memiliki IP address sebagai identitas diri.

Perangkat yg online ga cuman di laptop, henpon atau gadget mainen tetapi juga sudah mulai merambah ke  smua perangkat, mulai dari kulkas hingga mobil otonom, dari tv hingga drone. Kita masuk ke jaman Internet of Thing, semua perangkat terkoneksi ke internet, bisa ngobrol satu sama lain. Smua aktivitas kita bisa jadi bisa di trackingbisa dipetakan , bisa di analisa. Wow..termasuk jadwal rutin ke toilet 🙂  ..jadi jangan kaget suatu hari nanti ada direct message  dari dokter pribadi kita untuk segera cek kesehatan pencernaan .

Jika semua perangkat di planet bumi ini butuh identitas apakah cukup sistem pengalamatan yang ada sekarang ? Alamat atau ID perangkat di internet ditentukan oleh IP (Internet Protocol) address.

“IPv4 is running out”,  jatah IP v4 sudah mulai habis ? Benarkah ?

Jika di urut berita tsb sudah muncul 10 tahun yg lalu ,saat perangkat mobile booming. Katanya jatah IPv4  yang cuman 232 atau 4,294,967,296 akan segera habis dalam hitungan beberapa tahun ke depan.

Berhubung IPv4 kagak cukup utk jangka panjang, maka gak tanggung-tanggung tukang insiyur network bekerja keras membuat standar KTP baru utk penduduk jaringan. Muncullah yang di sebut IPv5..eh salah..langsung loncat IPv6. yang katanya bisa memberikan KTP utk setiap perangkat yg ada di muka bumi.

IPv6 ini bisa mengalamati perangkat hingga 2128 atau…angka-nya kebanyakan kalo di tulis.. sekitar 4.3 trilyun alamat. Cukup hingga jaman Terminator 10 muncul nanti ^_^

Alamat Palsu

Bukan lagunya Ayu Ting-ting, tapi di dunia jaringan pun sampai detik ini masih dipakai sistem alamat palsu. Itulah kenapa IPv4 masih agak panjang umur. Karena perangkat yang terkoneksi internet bisa di palsukan alamatnya. Istilah di NAT..Network Address Translation.

Contoh sederhananya,  main fesbukt lewat wifi kantor atau cafe maka yang tercatat di facebook server adalah IP dari kantor atau cafe tsb.Jadi satu IP address dipakai rame-rame.Makanya ini di bilang alamat palsu.

Suatu hari nanti setiap perangkat langsung akan memiliki public IP yang bisa direct access ke internet. Kulkas bisa pesan sendiri belanja bulanan ke bla-bla-mart. Di anterin pakai drone-mart.Persis kayak di pilem. Kolesterol atau kadar gula naik langsung bisa info oleh smartwatch. Be healty…

Biarlah alamat palsu mengalun merdu..

peplink

Era cloud adalah era-nya internet artinya, jika pilihan dijatuhkan pada aplikasi cloud, konsekuensi-nya adalah koneksi internetnya anti lola, anti putus nyambung, stabil cepat dan reliable.

Era BYOD (Bring Your Own Devices) juga bikin ribet. Jaman sekarang, satu orang pekerja kantoran bisa membawa lebih dari dua perangkat. Minimal ada satu henpon atau laptop. Semua perangkat terkoneksi. Jadi wajar, jika sekarang rata-rata jumlah perangkat bisa dobel dari kapasitas yang tersedia. Artinya, jumlah bandwidth yang tersedia selalu akan kurang jika kita ikutin jumlah perangkat yang masuk.

Pilihan koneksi internet yang ada juga tidak bisa memuaskan semua orang. Meski cepat tapi kagak stabil atau stabil …lambat-nya. Otak diputar dikit agar yg cepat atau lambat atau yang gak stabil ini bisa tetap dipakai dengan resiko minimal.Agar bisa di pakai semua orang dengan lebih nyaman dan hepi.

FUP (Fair Usage Policy) adalah salah satu cara yang di pakai penjual bandwitdh untuk mengatur pemakaian koneksi. Nah, cara serupa pun bisa di terapkan dalam level yang lebih kecil di kantor atau perusahaan.

Tetapi sebelum menujuke FUP and policy bla-bla..akan lebih baik jika dari sisi infrastrutur jaringan internetnya di bagusin. Jaman sekarang harga bandwidth inet sudah makin terjangkau. Pilihan juga semakin banyak. Sudah tidak jaman lagi memakai satu koneksi  internet jomblo di jaman cloud sekarang ini. Minimal diperluan dual WAN agar koneksi ke cloud tetap terjaga.

Multihoming is the practice of connecting a host or a computer network to multiple networks simultaneously to perform load-balancing, enhance throughput, provide redundancy, or establish gateway services.

mutihoming

NLB (Network load balancing)  harus di aktifkan, tidak bisa lagi pakai sistem tradisional  yang biasa dipakai di rumah utk kebutuhan cloud. Don’t worry be happy, tidak perlu setup complicated protocol routing macam BGP dkk. Dengan network appliance sudah bisa di beresin urusan multihoming tsb.

wan-balance

Sayonara MPLS

Dual WAN (DSL/Fiber) sudah biasa…kini triple WAN (DSL,Fiber, 4G) and more bisa dikatakan bukan wah lagi. Berita  bagusnya,dengan commodty hardware kita sudah bisa buat sistem jaringan yang reliable. Hanya diperlukan brainware dan sedikit kreatifitas.

Tujuan utama multihoming ini, koneksi internet dari beberapa provider (ISP) bisa di bonding (di ikat jadi satu pipa)  untuk load balancing maupun failover. Artinya kita bisa bisa bikin sistem jaringan  “setup-it and forget it”. Sekali terpasang bisa ditinggalin.Minim supervisi dan interaksi alias running auto mode.

Jika terjadi gangguan pada koneksi jaringan ke salah satu ISP akan di perbaiki secara otomatis. Beban yang berlebih di salah satu koneksi juga bisa di bagi rata ke semua koneksi WAN yang tersedia..secara otomatis. Tidak ada istilah mengganggur..smua kerja..kerja..kerja.

Urusan multihoming selesai , saatnya kembali selesaikan urusan alamat palsu. Pengaturan jaringan internal LAN akan sangat penting untuk menjaga agar semua user bisa mendapatkan akses yang berimbang.

QoS (Qualitiy of Service) adalah salah satu bagian pengaturan jaringan yang memastikan layanan dengan prioritas tertinggi akan mendapatkan porsi terbesar. Contoh untuk keperluan kantor, utk VoIP, Video Confrence, email/messaging ataupun aplikasi cloud akan mendapatkan prioritas paling tinggi. Sedangkan keperluan entertainment streaming, sosmed ataupun donlot torrent akan mendapatkan porsi terendah. Bagaimanapun pengaturan jaringan yang baik adalah separuh jalan menuju komputasi awan. Jangan banyak berharap ke cloud  jika urusan jaringan masih banyak PR-nya.

 

 

Alamat Palsu