Technology Skill Gaps

Ada yang menarik dari laporan Bloomberg, bahwa tiap industri,  Energi, Chemical, Consulting, Consumer, Manufacturing, Technology, dst. ternyata mencari prioritas soft skill yang  berbeda.Artinya, orang yang bekerja pada industri tersebut harus beradaptasi dengan lingkungannya.
Berikut ini di adalah beberapa soft-skill yang dibutuhkan pada industri
 Technology
bloomberg
skill-gaps
Consulting
Consulting
Financial Service
financial-service
 Manufacturing
manufacturing
Yang paling menarik adalah di “sweet spot” – skills ini yang paling banyak dicari sebuah perusahaan tapi jarang di peroleh karena memang tidak mudah mencari orang yang memiliki skills tersebut.
Perusahaan bisa memiliki jumlah aset dan omzet yang hampir sama besar, tetapi hanya SDM lah  yang nanti akan menjadi pembeda-nya.Setuju ?
Methodology

Data bersumber dari Bloomberg’s Employer Survey, yang di lakukan oleh Cambria Consulting dari July hingga September 2014.

Mengenal Managed Service

Pada saat ini trend layanan IT sedang bergeser dari layanan jaman dulu yang di kenal dengan “Break-Fix” (Rusak-Perbaiki) menjadi “Managed Service” (Layanan yang di atur).

Apa itu Break Fix Scenario  ?

  • Sebuah problem terjadi di system IT.
  • Anda temukan efek dari problem.
  • Anda akan hubungi bagian layanan IT  (biasanya bagian support)
  • Anda jelaskan problem tsb (semampu-nya dan sebisa-nya)
  • Teknisi akan datang ke anda atau kalo tidak sempet akan muter-muter dulu.
  • Troubleshooting / trial error.
  • Masalah berhasil di atasi…..untuk hari itu.

Komik strip ini sedikit mengilustrasikan kondisi yang sekarang umum / biasa terjadi di dunia IT.

Challenge is disaster

komik1

Break Fix

komik2

komik3

(source : dimension data)

Sekarang apa itu Managed Services ?

Managed services is the practice of transferring day-to-day related management responsibility as a strategic method for improved effective and efficient operations inclusive of Production Support and lifecycle build/maintenance activities (source:wikipedia)

Singkatnya sebuah model layanan IT Management terbaru yang kini mulai banyak di adopsi oleh MNC maupun SME (Small Medium Enterprise). Apa yang membedakan dengan layanan tradisional adalah di sisi “tanggung-jawab dan resiko”.

Jika pada layanan IT tradisional, maka personel IT support tidak beda dengan petugas pemadam kebakaran atau tukang pipa yang bekerja jika ada kebakaran atau pipa bocor.  Bisa seharian hanya bergelut dengan urusan pipa bocor.

Penyedia layanan / IT Support di nilai berdasarkan seberapa cepat bisa menangani masalah, tapi kebanyakan mereka kalah cepat dengan masalah yang timbul, data hilang, downtime bisa berjam-jam dan produktivitas berkurang, dst

 Managed Services Scenario

  • An IT problem occurs – or is about to occur.
  • Your IT managed services supplier is alerted before or as the problem occurs because your IT systems have 24/7 monitoring and alerts in place.
  • Your IT managed services supplier instantly and accurately diagnoses your IT problem.
  • Your IT managed services supplier conducts remotely resolves your IT problem in less time than it would take for a traditional IT technician to find their coat and keys.
  • Your IT managed services supplier provides you with regular comprehensive reports showing you the work they have performed, issues they have identified and your optimized IT support budget.

Sederhana-nya, jika memakai layanan Managed Service, jika terjadi problem, dari awal sudah bisa di prediksi-kan atau di jadwalkan. Problem kok di jadwalkan ???  Inilah yang membedakan dengan layanan Break-Fix.

Managed Services bisa mengatur kapan terjadinya masalah “(misal upgrade perangkat jaringan / server/ storage) tanpa mengganggu produksi / aktivitas client. Karena umum-nya provider “managed service” ini sudah melengkapi infrastruktur dan system mereka dengan berbagai sophicasted technology yang bisa mencegah /  minimalisir downtime / problem.

IT Managed Service dari sisi costing juga lebih simple, predictable and reliable. CAPEX yang besar di awal implementasi dan maintenance sebuah teknologi, bisa di gantikan dengan OPEX yang pastinya lebih mudah di kalkulasikan secara rutin, misal dihitung per bulan.

Orang IT pasti juga lebih “happy”,  tidak menjadi petugas pemadam kebakaran tiap hari, mereka bisa fokus ke arah pengembangan teknologi / system yang bisa meningkatkan produktivitas. Bagaimana jika terjadi problem dgn IT system-nya, apakah ada  backup / recovery ? ? Ini akan menjadi tanggung jawab provider managed service.

Dari sisi management, ongkos untuk IT system bisa lebih murah dan bisa di cicil karena akan di hitung sebagai biaya operasional (OPEX). seperti halnya kita bayar listrik, air maupun telepon. SME bisa lebih fokus ke core business, IT sebagai sarana/pendukung business akan dihitung seperti belanja bulanan rutin lainnya. Mungkin sesederhana itu saja.

Managed service ini bisa berupa kombinasi on premise, on cloud atau hybrid..smua bisa di atur tergantung dari kebutuhan, situasi dan kondisi.

Siapakah pemain managed service yang bisa di pertimbangkan ?

1. IndonesianCloud

2. Dimension Data

3. Amazon Web Services (AWS)

IndonesianCloud , datacenter mereka sudah masuk kategori tier-3 dan terletak di Indonesia (Jawa), AWS, datacenter terdekat ada di Singapore. Hanya 45 menit perjalanan ferry dari Pulau Batam.

Sedangkan Dimension Data,data center wilayah Asia Pasific-nya tersebar di Hong Kong,Jepang, Australia dan New Zealand

Slamat melakukan transformasi !

Intel Compute Stick

Intel baru saja rilis “mainan” baru sebuah mini-mini PC yang bisa menyulap layar TV (wajib support HDMI) menjadi menjadi sebuah work station / PC.

Apakah Intel punya magic baru ? Ya, memperkenalkan “Intel Compute Stick”

Plug and Play Just Got Even Simpler !

intel-inside

compute-stick-03

stick

Spesifikasinya : processor Quad core Atom, storage 32 GB, dan RAM 2 GB. Konektivitasnya, WiFi 802.11b/g/n, Bluetooth 4.0, dan satu port USB dan micro USB.

Compute Stick bisa di hubungkan ke monitor atau TV lewat  konektor HDMI. Sedangkan power supply-nya di cukup ambil dari koneksi micro USB (bukan UPS ^_^)

Agar bisa dipakai sebagai layaknya PC maka Compute Stick cuma membutuhkan sebuah monitor/TV, mouse, dan keyboard (bisa wired or wireless) . Mungkin lebih simple jika pakai wireless mouse dan keyboard.

Jadi bisa sampai selonjoran di sofa atau ditemenin remote TV.

Atau..jika ingin menyulap TV jadi “interactive display” (alias bisa toucshreen) kaya iPad cukup di tambahkan produk “USB touchescreen panel” yg banyak di jual di pasaran.

touchscreen-overlay-frame-panel

Hanya perlu satu menit utk menjadikan TV menjadi PC ajaib.

Capture1

Harganya? Hanya USD 150 atau sekitar Rp 1,8 juta  untuk versi Windows (RAM 2GB, storage 32GB). Sementara versi Linux — dengan RAM 1 GB dan storage 8 GB — harganya cuma USD 89. atau Rp. 1.1 juta.

Hanya saja barang ini masih harus pre-order , mulai 28 April 2015

Mudah-mudahan nanti dalam beberapa bulan ke depan sudah mulai di gelontorkan ke pasar sehingga mudah di dapatkan.

Lihat demo tongkat ajaib di ajang CES

Lalu apakah hanya itu saja kemampuan tongkat ajaib Intel ini ?

Capture2

Untuk pemakaian personal (home use)

Tdk perlu “SmartTV”, cukup pakai “DumbTV” …syukur sudah  LED/LCD (biasanya model TV skrg  sudah punya HDMI / USB port) . Dan tempelin tongkat ajaib ini di belakang TV (pakai double tape). Main internet ?  bisa dong..ada koneksi wifi-nya, jadi bisa fesbukan, youtube, or main game.

Untuk pemakaian business  (enterprise use)

Bisa di gunakan sebagai solusi thin-client utk SMB, bisa di integrasikan dengan solusi VDI (Virtual Desktop Infrastructure)

Untuk embeded PC

Lebih mudah , hemat daya dan tempat.Cocok untuk “Digital kiosk”, support content video High Definition (HD) baik streaming maupun static. Sistem operasi teranyar dari Microsoft Windows 8.x, lebih nyaman digunakan dengan layar sentuh. Intel Compute Stick ini bisa di pasang Windows 8.1 sehingga jika  kombinasikan dengan multi touchcreen panel jadilah Digital Kiosk yang simply elegant & powerfull.

Dari berbagai sumber.

Lakukan Dengan Hati

Narasi iklan lewat di TV.

Senang itu pas lagi ngantor
Karena ngantor ngga harus di depan monitor
Ngantor asikan cuma berkolor
Lebih spesial lagi kalau pake telor
Ngantor ngga harus indoor
Ini baru ngantor
Ini baru cowok U Mild

cube-farm

Kalau Anda mau berhenti sejenak, lalu memandang ke sekitar Anda dengan teliti, Anda bakal menemukan bahwa yang namanya ‘bekerja’ di zaman sekarang ternyata tidak lagi harus berarti aktivitas ‘kantoran’! Tidak lagi semuanya harus 9 to 5. Dan tidak lagi harus selalu dalam bentuk yang itu-itu saja.

the-20leftovers-20--

Definisi kata ‘bekerja’ di masa sekarang harusnya sudah berubah jauh dari beberapa tahun yang lalu, apalagi dari tahun 90-an, apalagi dari era ibu bapak kita. Dan untuk Anda yang jeli, Anda bakal melihat sendiri, betapa gilanya profesi dan pekerjaan zaman sekarang!

Waktu kecil, salah satu kenalan saya paling hobi ‘berdiskusi satu arah’ – baca: ‘diomelin’ – sama gurunya. Saking seringnya dimarahi guru, hal itu membuat dia sudah rutin seperti minum obat. “Sehari dua kali ya Cep, telan omelannya pake aer putih yang banyak”, kata kepala sekolahnya meniru gaya dokter.

Kenapa? Karena dia ini paling hobi menggambar di kelas. Di kelas IPS, dia menggambar. Di kelas IPA dia asyik menggambar. Di kelas Matematika, dia malah menggambar Son Goku dari komik Dragon Ball yang lagi menghajar KO rumus yang dikasih gurunya.

“Heh! Kamu malas banget sih! Nanti kalau kamu besar, enggak akan ada orang yang mau ngebayar kamu buat ngegambar begituan tahu!” kata gurunya dengan penuh emosi.

Saat ini dia sudah dewasa, tahukah Anda apa pekerjaannya? Dia menjadi seorang komikus. Dibayar dalam dollar AS, dia menggambar komik untuk beberapa perusahaan besar di Amerika Serikat, termasuk Image Comics, dan dia adalah pemilik sebuah studio komiknya sendiri. Dia dibayar untuk menggambar! Nah lho.

Ada juga seorang teman saya yang sangat suka dengan media sosia. Sejak pertama ketemu dengan saya beberapa tahun lalu, jarinya tidak pernah lepas dari keyboard dan handphone. Sama seperti kenalan saya yang sebelumnya, dia paling hobi diomelin sama orang tuanya.

“Ini anak kok maenan handphone teruuuus. Mana ada orang yang mau bayar kamu buat maenan handphone!” kata orang tuanya.

Sekarang, dia bekerja sebagai Buzzer dan Blogger. Dia dibayar lumayan besar untuk maenan handphone, tanpa jam kerja 9 to 5, tanpa kewajiban ke kantor, dan sambil jalan- jalan pula! Dia dibayar buat maenan handphone! Nah lho lagi.

iStock_000023152129Small

Apa intinya? Intinya, adalah bahwa dunia kerja ternyata sudah berubah!

Kalau Anda jeli, Anda akan melihat sendiri, betapa banyaknya profesi baru yang bermunculan, yang 5-10 tahun lalu bahkan belum ada! Profesi yang dulu bahkan belum terpikirkan!

Dulu, tidak ada yang namanya Buzzer, Blogger, Food Stylist, Professional Shopper. Kini, semua profesi itu ada dan nyata. Orang- orang sungguh- sungguh bekerja dengan maenan handphone saja; bekerja di kamar hanya dengan modal laptop dan sinyal Wi Fi saja; bekerja tanpa jam kantor dengan menjadi penata makanan; atau bahkan dibayar tinggi untuk keluar negeri dan berbelanja!
Bagaimana ini bisa mungkin? Sederhana. Karena perkembangan dan perubahan teknologi.

Setiap ada perkembangan teknologi, selalu ada perkembangan dan perubahan gaya hidup. Setiap perkembangan gaya hidup, membawa suatu kebutuhan dan peluang baru. Artinya, setiap perkembangan akan selalu membuka peluang baru untuk melahirkan profesi baru dan pekerjaan-pekerjaan baru!

Dan kenapa enggak? Kenapa harus kaget? Zaman dulu, untuk mengirim pesan, tidak ada SMS. Untuk mengirim gambar komik ke Amerika Serikat tidak ada internet dan Dropbox. Untuk mempromosikan produk dan brand secara langsung ke publik atau konsumen, tidak ada social media. Dan tidak adanya budget airlines di masa lalu menyebabkan mahalnya biaya berbelanja ke luar negeri. Tapi setelah semua itu ada dan berubah, pastilah muncul kebutuhan dan celah untuk profesi- profesi baru!

Generasi Y, sebagai ‘tuan rumah’ era saat ini punya sifat dasar yang lebih kreatif dalam memandang peluang dan mampu melihat fenomena profesi- profesi baru ini, asalkan mereka tidak ‘keterusan’ mengadaptasi pola pikir lama dari Generasi X yang kebanyakan masih cenderung berpola pikir ‘kerja 9 to 5’.

_MG_6325

Pekerjaan ‘ajaib’ tanpa ngantor itu kini sangatlah mungkin. Dan yang namanya bekerja, sekarang tidak lagi harus selalu 9 to 5. Kalau kita bisa mulai menyadari hal ini, mungkin kita bisa mulai menciptakan profesi baru yang kita impikan dari dulu!

Sekarang, cobalah Anda ingat- ingat kembali apa sebenarnya profesi impian yang Anda inginkan beberapa tahun lalu. Lalu pelajari bagaimana perkembangan teknologi dan situasi saat ini mungkin sudah membuat profesi impian itu jadi mungkin dan bisa diciptakan!  Kata siapa bekerja harus selalu 9 to 5? Saya enggak kok.

Source : Dedy Dahlan – Kompas.com

Pembuktian Terbalik

Sekitar 9 tahun yang lalu  KPK pernah mengusulkan pembuktian terbalik untuk penanganan kasus korupsi.

Pembuktian Terbalik atau “Reversal Burden of Proof” adalah seseorang tersangka ataupun terdakwa dianggap telah bersalah sebelum dibuktikan terlebih dahulu di depan persidangan dengan kata lain,jadi beban pembuktian ada ditangan tersangka atau terdakwa bukan di penuntut umum.

Apa hubungan IT dengan istilah hukum diatas ?  Ternyata sederhana saja, dunia IT sebenarnya penuh dengan pembuktian terbalik.

Di awali dengan proses masuknya seseorang ke dunia IT, semua pasti di awali dengan perekrutan bukan ?

Pembuktian terbalik sudah bisa di awali dari sini. Seorang profesional IT akan di tuntut oleh komunitas, client, ataupun employer-nya untuk membuktikan apa yang pernah di tuliskan di resume-nya.

Jadi singkat saja, kita akan percaya jika hanya jika apa yang dituliskan tsb bisa di buktikan. Bagaimana dengan yang tidak ingin atau tidak bisa membuktikan apapun ?

Tanpa pembuktian, maka semua yang di tuliskan hanya pepesan kosong. That’s IT

Dalam keseharian atau dalam pekerjaan di IT-pun demikian akan kita temui pembuktian terbalik.

Apakah gak kebalik nih om ? Biasanya orang IT punya gawe seperti aliran air dari atas ke bawah, ada flow-nya , ada yes or no-nya. Kalo ketemu halangan, hambatan, masalah..biasa aliran air itu akan berhenti.. diam…ngumpul di satu tempat sampai luber dan “terpaksa” mengalir kembali (kadang tidak sesuai aliran awalnya)

flowchart

Seorang IT Pro yang anti main stream dituntut  untuk bisa menyelesaikan sesuatu dari akhir..ya dari akhir bukan dari awal.

Ya sekali lagi dari akhir..terlalu sulit di pahami ?

Analoginya sederhana saja…sering liat acara masak memasak ? Master Chef ? Ada satu tantangan sederhana, yakni duplikasi makanan. Alias bikin makanan yg sama persis dengan yang di contohkan…tanpa clue/hints..tanpa resep.. just do IT.

Para calon chef tsb di tantang untuk menyelesaikan untuk membuat makanan tsb..tanpa disedikan resep..hanya dengan melihat dan mencicipi (klo kebagian..biasanya sample-nya porsi 1 orang cyn..habis duluan)

Demikian juga di dunia IT, kita hanya di suruh lihat sesuatu ..dan duplikasi-kan.. ini tantangannya..tanpa ada nya resep dokter bahkan tanpa cukup pengetahuan, seseorang IT Pro dituntut bisa untuk menyelesaikan “something new” and “something different” dari job/project yg sebelumnya. Apakah tidak berbahaya menyerahkan sesuatu kerja pada bukan “ahlinya” ?

Catat, smua ahli , smua expert juga di awali dari nol…mereka tidak jatuh dari langit dan tiba sebagai expert. Mereka di asah oleh waktu, masalah, dan berbagai tetek bengek lainnya yang lambat laun membentuk karakter yang orang nanti akan menyebutnya sebagai “ahli / pakar / expert”

Dan hanya orang-orang yang punya mental marinir dan militan yang biasanya mampu menyelesaikan pekerjaan berat tsb.dan menjadi pondasi untuk menjadi professional yang bisa di andalkan.

Sebagai professional, mereka tidak lagi menunggu datangnya bantuan atau kemudahan, justru sebaliknya dari ketiadaan mereka akan mencari dan berusaha sekeras mungkin untuk bisa menyelesaikan ” misi ” yang di bebankan padanya.No pain no gain.Jika harus belajar lagi, tak perlu malu untuk berguru,jika harus merangkak tak perlu ragu lepaskan sepatu.

Seperti pesan dari kawan di seberang jazirah…

the shadow

“Jangan andalkan orang lain terlalu banyak dalam hidup | karena bahkan bayanganmu sendiri meninggalkanmu saat gelap”. – Ibnu Taimiyah 

Jadilah pemimpi, bukan pengkhayal. Yang membedakan adalah keberanian untuk mengambil tindakan nyata.

Menanti vSphere 6

The Rumours are True !

vsphere-releases

Akhirnya datang juga penantian panjang yang di nanti-nanti hampir 5 tahun.

vsphere6

VMware vSphere 6.0 kini sudah mulai diperkenalkan ke publik meski masih dalam versi beta version. Seluruh IT Pro di undang untuk mencicipi dan menguji langsung produk virtualisasi no #1 di jagat IT.

Yang perlu dicatat adalah, FT (Fault Tolerance) di vSphere 6.0 sudah support multi cpu (4 vCPU, 64GB memory)…sesuatu yang di tunggu-tunggu oleh IT Pro.Sekarang, mission critical system yang memakai lebih dari 2-4 vCPU sudah bisa di memakai fitur ini. Artinya, tujuan minimal ataupun  zero downtime bisa tercapai.

Fitur HA (High Availability) juga ada peningkatan, di versi sebelumnya APD (All Path Down) dan PDL (Permanen Device Lost) ke FC,iSCSI, FCoE maupun NFS masih belum maksimal (ilang aja gitu), sekarang APD dan PDL  sudah bisa di deteksi dengan lebih baik.Artinya ? Sekarang tugas IT pro lebih mudah…biarkan VMware menyembuhkan dirinya sendiri.

Guest VM yang di support bertambah yakni :

* Oracle Unbreakable Enterprise Kernel Release 3
* Asianux 4 SP4
* Solaris 11.2
* Ubuntu 12.04.5
* Ubuntu 14.04.1
* Oracle Linux 7
* FreeBSD 9.3
* Mac OS X 10.1

yes.. Oracle Linux, Mac OS X sudah secara resmi native di support !

Untuk management-nya (vCenter ) sudah memiliki scalabilitas yang sama baik versi linux (appliance) maupun versi windows server.

platform

Yang pasti vSphere Web Client-nya banyak terdapat improvement.Lebih cepat dan responsif.

vsphere web client

Bagaiman dengan fitur vMotion ?

Migrasi VM antar virtual swicth, antar vCenter dengan jarak yang lumayan jauh (round trip delay hingga 100ms RTT)

vmotion6

Artinya meskipun antar datacenter jauh … misal Batam  – Jakarta masih okelah

batam-jakarta

Jadi   bila ada yang bercita-cita membuat datacenter antar pulau ..silakan.

Chat WhastApps @Browser Chrome

Sudahkan cek tampilan WhatsApp di hp hari ini ?

Ada fitur baru yang masih fresh … WhatsApp Web

Btw, apa sih guna-nya  WhatsApp Web ?

1. Jika HP ketinggalan di rumah/kantor ..masih bisa baca dan respon WhatsApp via web.

2. Jika di kantor kebanyakan maen hp..ga elok..mendingan  buka di PC pake browser.  ^_^

3. Buat yang jempol jari  ukuran L  ^_^..sering salah ketik karena touchcreen atau keiped yng super mini. Keyboard PC lebih nyaman bukan ?

Bagaimana cara-nya ? mudah ..

1.Di komputer / PC , buka browser Chrome (sementara wajib pake Chrome, browser lain nyusul katanya) kalo belum ada donlot /pasang dulu

whatsappbrowser

2. Click link ini https://web.whatsapp.com

whatsappqr-code-sample

3. Ambil HP, dan buka  WhatsApp, tap pojok kiri atas ( tanda tiga titik )

Screenshot_2015-01-22-09-03-43

Pilih WhatsAppWeb..

4. Arahkan camera hp ke layar monitor komputer..lalukan scanning QR code diatas.

Screenshot_2015-01-22-09-04-14

5. Selesai.

Nanti di web browser otomatis akan muncul daftar chats, group, contact dll..sama kayak yang di hp.

whatsappbrowser-reg2

Berhubung WhatsAppWeb harus connect ke WhatsApp yang di hp, maka :

1. Pastikan HP nyala dan koneksi internetnya ON …jika memakai paket internet qouta ..pastikan cukup.

whatsappbrowser-pairing

2. Pilih koneksi wifi or paket internet unlimited.

Sumber: engadget.com