Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental

Menulis bisa membuat gila? Lalu untuk apa menulis?

Bagi sebagian orang, menulis dianggap membosankan. Buang waktu hanya untuk sebuah tulisan yang belum tentu dibaca, disukai atau dinikmati orang lain. Sah-sah saja sih berpendapat seperti itu karena tiap orang punya kepentingan dan keinginan yang berbeda dengan menulis. Bagi yang telanjur menganggap menulis itu gak penting, luangkan sedikit waktu untuk sekedar merenung : apa arti tulisan dan mengapa orang mau menulis bahkan bisa menulis. Alasannya pasti beragam, mulai dari sekedar hobi, mengembangkan bakat (alih-alih jadi bakat ku butuh…), kepuasan mengekspresikan pikiran dan perasaan, tuntutan pekerjaan dan yang paling “menjual” bisa mempengaruhi dan mengubah pikiran orang lain atau menginspirasi orang lain. Apa sebenarnya yang menarik dari kegiatan menulis? Adakah manfaat menulis untuk kesehatan mental kita?
Menulis ternyata memiliki banyak keunikan dan manfaat. Keunikan menulis akan dirasakan ketika kita menikmati kegiatan itu ( mungkin saya termasuk orang yang sangat menikmati kegiatan menulis). Keunikan pertama dari kegiatan menulis bisa tercermin lewat kepuasan batin bahkan memberikan pengaruh bagi pola hidup si penulis.  Secara aktivitas, menulis memang membutuhkan waktu yang kadang-kadang tak sedikit. Bisa berjam-jam, berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Apalagi jika tulisan yang dibuat bersifat riset ilmiah atau sebuah discovery, waktu yang dibutuhkan bisa bertahun-tahun. Namun, proses itu akan terasa begitu berharga ketika hasil itu diapresiasi dan memberi banyak manfaat. Sebuah kepuasan yang tidak terbeli dengan nilai material. Kepuasan batin ini akan memberikan pengaruh positif terhadap kondisi mental si penulis. Misalnya, bisa memotivasi kreativitas dan rasa percaya dirinya untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik.

Keunikan lain dari  menulis ialah bisa membuat gila. Mengapa? karena menulis itu memerlukan ide, masalah dan tujuan. Orang bisa menjadi gila baca dan gila pengetahuan untuk mendapatkan inspirasi bagi tulisannya; gila-gilaan mengasah imajinasi untuk menemukan ide-ide gila dan mengembangkan cerita pada tulisannya. Orang juga bisa segila mungkin menggali pengalaman individual dan sosial untuk menemukan masalah serta data-data pendukung tulisan; memiliki semangat, kemauan dan strategi yang gila untuk menuangkan ide, merumuskan dan mencapai tujuan dari tulisannya; serta menjadi gila kerja untuk menghasilkan karya yang luar biasa. Berkaitan dengan ini, ada sejumlah orang yang harus menulis terlebih dahulu agar ia bisa tertidur. Ini menunjukkan adanya koneksi antara kepuasan hati dengan ketenangan pikiran dengan mengekspresikan dorongan hasrat dan imajinya. Makanya, saya sebut menulis bisa membuat orang menjadi gila, maksudnya menggilai aktivitas itu.

Keunikan di atas bersimultan dengan manfaat menulis. Menulis dapat menjadi tempat menyalurkan perasaan dan pendapat yang jika disimpan bisa berdampak negatif bagi tubuh dan pikiran secara fisik dan mental. Sebagaimana diungkapkan James Pennebaker, Ph.D, dan Janet Seager, Ph.D, dalam jurnal Clinical Psychology bahwa orang yang memiliki kebiasaan menulis umumnya memiliki kondisi mental lebih sehat dari mereka yang tidak punya kebiasaan tersebut. Pikiran yang sehat tentunya akan memberi kekuatan positif pada tubuh kita. Dengan memahami ini, maka menulis bisa menjadi kekuatan dan sebuah tulisan bisa menjadi kekuatan bagi penulis bahkan pembacanya. Cobalah baca Chicken Soup dengan berbagai serinya. Kisah-kisah nyata yang begitu inspiratif dan mampu membuka cakrawala hati pembacanya. Di sanalah kekuatan sebuah tulisan berbicara. Banyak lagi tulisan-tulisan yang berkekuatan, seolah-olah memiliki daya magis yang bahkan bisa mengubah pola pikir pembacanya. Jika kita kaitkan dengan kegilaan menulis, hal ini sangat simultan. Kegilaan seperti ini tidak selalu buruk bagi mental seorang penulis, meskipun ada beberapa kejadian pada penulis novel yang memiliki kelainan psikologis karena terpengaruh tulisannya sendiri. Sebagaimana penemuan Pennebaker, tidak sedikit pasien penderita trauma mengalami kesembuhan setelah menjalani terapi menulis, sehingga dalam beberapa tahun terakhir, menulis dikembangkan menjadi media therapis oleh para psikolog dan psikiater.

Manfaat lain dari menulis ialah kita bisa menghargai data dan waktu. Joel Saltzman dalam bukunya If You Can Speak You Can Write mengungkapkan bahwa menulis tidak berhenti pada langkah pertama. Artinya, menulis tidak cukup sekali dan sekali jadi, tetapi diperlukan upaya untuk menulis kembali. Penyuntingan, revisi, dan penulisan kembali merupakan langkah penting untuk menyempurnakan hasil tulisan. Seorang penulis perlu memeriksa kembali tulisannya secara kritis dan objektif mengenai berbagai hal, khususnya dalam ketepatan pemilihan kata, contoh, dan ilustrasi, serta menghindari kesalahan dalan penyusunan kalimat. Ini menunjukkan bahwa waktu sangat berharga untuk dimanfaatkan bagi seorang penulis dan menulis membutuhkan waktu apalagi untuk menghasilkan tulisan yang memiliki kekuatan. Penghargaan atas waktu berpengaruh positif terhadap kestabilan dan kesehatan mental si penulis. Orang yang menghargai waktu merupakan orang yang mampu dan mau memanfaatkan waktu sesempit apa pun untuk kebermaknaan hidup, sehingga dengan sendirinya akan membangun mentalitas dan pola pikirnya. So, menulis itu asyik lho! terlepas dari ada tidaknya apresiasi atau opini orang lain atas tulisan kita.

Setiap diri kita adalah penulis untuk diri dan kehidupan kita karena hanya kita yang benar-benar mengerti siapa diri kita. (Nia Hidayati)

Click sumber artikel

Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental

Google Makin Cerdas

VIVAnews – Internet memang merupakan sumber informasi yang tak ada habisnya. Ketik saja kata-kata di kotak pencarian, maka mesin telusur akan segera mengurutkan limpahan informasi kepada kita di indeks hasil pencarian.

Selama ini Google telah mengindeks miliaran laman internet dengan menggunakan software Googlebot. Googlebotlah yang melakukan indeks konten-konten di web secara otomatis, agar para peselancar internet bisa mendapatkan informasi yang relevan dengan kebutuhannya.

Tanpa disuruh, Googlebot diprogram untuk mengumpulkan link-link dan dokumen dari berbagai laman internet dan memudahkan laman tersebut agar bisa dicari oleh seluruh pengguna Google Search.

Dikutip dari Mashable, sebelumnya, software Googlebot hanya akan membaca link-link, atau menguraikan beberapa kode program saja. Namun, menurut laporan dari Forbes, Google kini telah menambah kemampuan Googlebot.

Googlebot kini bisa berinteraksi lebih dalam dengan kode-kode JavaScript. Bahkan, Googlebot bisa ‘memahami’ beberapa program Javascript. Hal ini tentu saja bisa membuat pengindeksan rich-content di web bisa menjadi lebih mudah. 

Menurut Forbes, kemampuan untuk memahami ‘JavaScript’ semacam ini bukan sesuatu yang sederhana. “Bagaimanapun bila Googlebot bisa mengeksekusi JavaScript, ini akan memecahkan beberapa kesulitan pada mesin pencari,” tulis Forbes. 

Artinya, Googlebot kini akan semakin cepat dan semakin cerdas. Ini tak lepas dari sistem pengindeksan web Google yang baru, bernama Google Caffeine. 

Pada sistem pengindeksan yang lama, Google menggunakan beberapa lapis (layer), yang beberapa lapis di antaranya, di-refresh lebih cepat daripada yang lain. 

Lapisan utama, akan memperbarui data setiap beberapa pekan. Untuk merefresh satu layer indeks lama, Google akan menganalisa seluruh web terlebih dahulu. Itu berarti akan ada penangguhan (delay) yang cukup signifikan antara waktu Google menemukan konten, dengan ketika Google menyajikannya ke hasil pencarian.

Dengan Google Caffein, Google mempersingkat waktunya untuk menganalisa web terlebih dahulu. 

“Setiap kami menemukan laman baru atau informasi baru di laman yang sudah ada, kami bisa langsung menambahkannya ke dalam indeks. Ini berarti Anda bisa menemukan informasi yang lebih baru, tak peduli kapan atau di manapun informasi itu dipublikasikan,” kata Google dikutip dari Mashable.

Google Makin Cerdas

Kerja yang enak itu gimana ya?

Perguruan tinggi yang ada di Indonesia tahun ini menciptakan 900.000 sarjana menganggur yang berasal dari 2.900 sekolah dengan berbagai disiplin ilmu. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 740.000.

Hal itu dikemukakan oleh Rektor Universitas Atmajaya FG Winarno hari ini. “Tiap tahun rata-rata 20% lulusan perguruan tinggi kita menjadi penangguran,” kata Winarno di acara pengukuhan guru besar Prof Hadi Sutanto pada Fakultas Teknik Universitas Atmajaya, hari ini.

Demikian yang saya kutip dari harian Bisnis Indonesia. Angka tersebut tentu saja sangat fantastis. Belum lagi angka pengangguran yang berasal dari tingkat pendidikan diluar Pendidikan Tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Akademi, dll) serta pengangguran yang terjadi karena terjadinya pengurangan karyawan, dll.

Saya tidak akan membahas mengenai pengangguran, melainkan saya coba merangkum beberapa hal menarik yang barangkali bisa menjadi inspirasi bagi saudara yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk masuk kedalam dunia pekerjaan, atau sedang mencari alternatif pekerjaan lain.

Dikarenakan artikel ini akan membahas mengenai pekerjaan, maka bahasan-nya akan sangat berkaitan dengan sang pemberi kerja atau dalam kata lain, sang majikan/perusahaan/organisasi.

Serta karena pengalaman terkini saya adalah bekerja dibidang Teknologi Informasi, maka beberapa informasi yang akan saya sampaikan disini akan lebih banyak berasal dari perusahaan/organisasi yang kegiatan bisnis utamanya adalah dibidang Teknologi Informasi.

Perusahaan ter-‘enak’ di dunia

Satu-satunya alasan kenapa saya mengumpulkan informasi berkaitan dengan perusahaan kelas dunia, bukan-nya perusahaan-perusahaan di Indonesia, semata-mata karena keterbasan informasi. Dikarenakan lebih mudah mencari informasi berkaitan dengan perusahaan kelas dunia di internet, maka data/informasi itulah yang saya gunakan pada artikel ini.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2009 ini, CNN Money bekerjasama dengan majalah Fortune mengadakan sebuah survei dengan target koresponden para karyawan diberbagai perusahaan. Dan survei tersebut menghasilkan 100 perusahaan terbaik yang direkomendasikan sebagai tempat bekerja di tahun 2009.

Dari daftar tahun 2009, terdapat beberapa ‘pemain lama’ seperti Microsoft, Cisco System, Google dan juga beberapa nama perusahaan kelas dunia lainnya. Dari ke 100 perusahaan tersebut, sungguh sangat disayangkan, tidak satupun yang berasal dari Indonesia ataupun negara Asia lainnya. Semua dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan dari Amerika Serikat.

Banyak pendapat dan argumen tentu, berkaitan dengan mengapa tidak ada perusahaan yang masuk kedalam daftar itu. Mungkin diantara Anda ada yang berpendapat, karena responden yang dihubungi tidak ada yang berasal dari Indonesia, atau mungkin ada juga yang berpendapat bahwa karena Indonesia tidak masuk kedalam daftar negara yang diperhitungkan, dll. Tentu mekanisme survei dan bagaimana CNN bisa mendapatkan daftar tersebut dapat menjadi bahasan tersendiri.

Namun yang jelas, mengapa perusahaan-perusahaan tersebut bisa masuk dan didaulat masuk kedalam daftar tersebut pastinya memiliki alasan-alasan yang dapat dipertanggung-jawabkan secara publik. Dari sekian banyak alasan yang ada, pastinya perusahaan-perusahaan tersebut dilihat dari ‘kacamata’ kalangan pekerja/karyawan.

Apa saja yang ditawarkan?

Saling bajak membajak karyawan diantara perusahaan besar tersebut bukanlah sebuah hal yang asing lagi. Para professional pada masing-masing perusahaan tersebut kerap berganti pekerjaan dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Latar belakang dari bajak membajak ini tentu tidak lepas dari motivasi bisnis yang selalu mengutamakan kompetisi dan juga untuk mendapatkan talenta terbaik yang bisa didapatkan oleh perusahaan-perusahaan itu untuk mendukung kinerja bisnis mereka.

Sebagai ‘senjata untuk membajak’ tentu saja beragam. Perusahaan-perusahaan tersebut tentu saja memiliki banyak sekali ‘senjata’ yang termasuk diatas rata-rata, mulai dari:

benefit yang luar biasa bagi karyawan-nya

– gaji yang sangat kompetitif

– jenjang karir yang beragam

– mekanisme bonus yang menarik

– skema pendidikan/pelatihan

– fasilitas seperti sarana fitness, perpustakaan, recreation room

– serta manfaat lain yang bisa didapatkan oleh karyawan-nya

Sebagai referensi, mari kita simak satu persatu tawaran serta kampanye perusahaan-perusahaan Teknologi Informasi besar sepanjang sejarah teknologi informasi. Daftar berikut merupakan resensi pribadi saya saja, apabila Anda memiliki informasi lain, silahkan membuat tautan terhadap artikel ini.

Daftar dibawah diurutkan tidak berdasar peringkat melainkan diurutan berdasar huruf, dan sengaja tidak saya terjemahkan kedalam bahasa Indonesia agar otentik dan saya juga tidak terjebak dalam kesalahan translasi.

Adobe
At Adobe, we take pride in creating a vibrant and dynamic workplace that is fueled by ingenuity and innovation. Great ideas can come from everywhere in the organization, and we know the next big idea could be yours. From developing cutting-edge technology and products to collaborating with exceptional employees and serving our communities, Adobe is redefining the true meaning of success.
Cisco
Here at Cisco, we believe the most important change to the network experience is upon us. We see a future where the network is the platform. A network that is no longer used just for transactions, but for real-time collaboration to deliver the experience anytime and anywhere. We will not only change the way the world works, lives, plays and learns – we will change life experiences.
Dell
Collaboration. Innovation. A commitment to revolutionary thinking. It’s this dedication to finding unique solutions that has given rise to many of our energy-smart, green initiatives. Sound good so far? Join us, and you’ll work in a dynamic environment with other motivated, talented individuals who inspire greatness in their teammates. And you’ll get all the resources you need to realize your loftiest career goals. So take a look around to learn more about our career opportunities, and discover just how bright your future can be.
Google
Google is not a conventional company, and we don’t intend to become one. True, we share attributes with the world’s most successful organizations – a focus on innovation and smart business practices comes to mind – but even as we continue to grow, we’re committed to retaining a small-company feel. At Google, we know that every employee has something important to say, and that every employee is integral to our success. We provide individually-tailored compensation packages that can be comprised of competitive salary, bonus, and equity components, along with the opportunity to earn further financial bonuses and rewards.
HP
At HP, inspiration comes from everywhere. We bring together the brightest minds from around the world to create innovations that help change people’s lives: from cutting-edge personal digital equipment to the most powerful IT solutions. This means you’ll be part of a team driven to improve, outperform and make important contributions to our company. You’ll find numerous opportunities to develop and gain exposure to global business as part of an ambitious culture that challenges you to go further, and rewards you when you do.
IBM
Global integration is the way we drive real results for clients in the 170 countries we serve. That means ensuring that the right people are in the right place at the right time – in real time. At IBM, there are many ways to be the “right” person. Cultivate your expertise, use your knowledge to the fullest extent, or re-invent yourself, without ever having to leave the company.
Juniper
Juniper Networks is renowned for its innovative culture, operational excellence, and technical leadership in high-performance networking. Our collaborative and flexible work environment gives our employees around the globe significant degrees of freedom and opportunities to flex their creative muscles. That’s why Fortune magazine named Juniper Networks one of the Most Admired Companies — Networking Communications for 2008
McAfee
You are our most valuable asset by far. Which is why we believe in ensuring that not only are you supported to excel in your chosen career, but also that we create an environment which encourages excellence, celebrates diversity, and promotes respect. We aim to create a cooperative, healthy, and safe workplace, by actively promoting work-life balance and a corporate culture that encourages flexible work arrangements. While specific benefits may vary across the globe, our commitment to your well-being both in and outside work remains the same. And from access to healthcare services, to a company-wide Corporate Safety Program, we’ve gained international recognition for our consistent high standards and quality. Far from a self-centered or shortsighted employer however, we also have a fundamental responsibility to be engaged members of our communities. So, we consider our business’s impact on the environment, participate in the civic and public policy process, and give to those in need. We are a truly great company to work for. But don’t take our word for it. Hear what our employees have to say instead.
Microsoft
Throughout the years, Microsoft has been named one of the best companies to work for – and not without good reason. From endless career development opportunities to health benefits that go above and beyond, we know how to reward our employees for their hard work. Some Microsoft programs even reach out to our employees’ family members and encourage Microsofties’ personal growth. One thing many don’t know about the company is that we didn’t clone Bill Gates 90,000 times. Our employees come from a variety of backgrounds and hold many different skill sets. But the best people to tell you what it’s really like to work at Microsoft are those who really work here. Check out some of our favorite posts and videos to hear what real employees say about being a part of the empire.
NetApps
We work hard at NetApp, but we also understand the importance of supporting a healthy, happy lifestyle; having a diverse work environment; and doing our part for our global environment.
Oracle
For over three decades, Oracle has been the center of innovation for business software—birthplace of the first commercially available relational database, the first suite of Internet-based applications, and the next-generation enterprise-computing platform, Oracle Fusion. Today, Oracle is the largest business software company in the world, with more than 320,000 customers, including 98 of the Fortune 100. And Oracle’s 85,000 global employees—including more than 20,000 developers working full-time on Oracle products—are critical to that success.
RedHat
Working at Red Hat is challenging, fast-paced, and rewarding. All at the same time. We are passionate about what we do — from engineering to support, marketing to sales. You will have an opportunity to make an impact. Our mission – To be the catalyst in communities of customers, contributors, and partners creating better technology the open source way. We believe in our mission. We know we are changing the world. We lead, contribute, and participate in many open source communities.
Symantec
When you choose to pursue a career with Symantec, you can be assured of top-notch training and a working environment that fosters innovation. We also provide excellent benefits that are complimented by additional perks including adoption assistance, tuition reimbursement and 401k with company match. Providing creative people with exceptional careers has also resulted in Symantec being named as one of the Most Admired Companies for 2008 by FORTUNE Magazine. The Most Admired list is the definitive report card on corporate reputation, rating companies on eight criteria: innovation, people management, use of corporate assets, social responsibility, quality of management, financial soundness, long-term investment, and quality of products/services. We have also received other recognition for our products and our workplace. Exceptional opportunities are available at all levels, technical and non-technical, with both our Consumer and Enterprise business areas.
Yahoo!
At Yahoo!, big thinking comes with the territory. When your work reaches over half a billion users–that’s 1 out of every 2 people online–there’s no small task. We need creative minds that can take us new places. Individuals who want to positively impact their career–and the world at large. We’re looking for Big Thinkers who embody the fun,
innovative, collaborative spirit that’s uniquely Yahoo!. We’re looking for people like you.
Bagaimana rasanya?

Setelah mengetahui apa saja yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan teknologi informasi ternama tesebut, maka mari kita simak bagaimana rasanya bekerja pada perusahaan-perusahaan tersebut. Informasi yang saya rangkum disini semuanya berasal dari situs perusahaan-perusahaan tersebut.

Anda dapat menyimak beberapa testimonial serta kampanye perekrutan dari masing-masing perusahaan yang sangat menarik untuk dicermati.

Adobe http://www.adobe.com/aboutadobe/careeropp
Cisco http://www.cisco.com/web/about/ac40/about_cisco_careers_home.html
Dell http://www.dell.com/content/topics/global.aspx/corp/careers/people/default?c=us&l=en&s=corp
Google http://www.google.com/intl/en/jobs
HP http://h10055.www1.hp.com/jobsathp/content/home.asp?Lang=Enen
IBM http://www-03.ibm.com/employment/?cm_re=wspace-_-horznav-_-about
Juniper http://www.juniper.net/us/en/company/careers
McAfee http://www.mcafeecareers.com
Microsoft http://microsoftjobsblog.com/tips/working
NetApps http://www.netapp.com/us/careers/life
Oracle http://www.oracle.com/corporate/employment/index.html
RedHat http://www.redhat.com/about/culture/index.html?id
Symantec http://www.symantec.com/about/careers/index.jsp
Yahoo! http://careers.yahoo.com

Selanjutnya, terserah Anda.

Layaknya selera, enak atau tidak, nyaman atau tidak, tentu saja tergantung pribadi masing-masing. Bisa jadi, bekerja sebagai karyawan bukanlah aspirasi Anda, melainkan Anda lebih memilih untuk menjadi wiraswasta, artist, freelance, dll.

Bekerja sesuai dengan keinginan hati nurani serta sesuai dengan harapan tentu menjadi impian dan cita-cita banyak orang, namun memang sering kali cita-cita tersebut tinggal cita-cita atau mungkin dapat kita capai tapi dengan bekerja sekuat tenaga.

Apapun itu, semoga informasi-informasi tersebut diatas dapat bermanfaat dan berguna. Paling tidak sebagai referensi pribadi Anda sendiri. Semoga.

Berikut beberapa tautan yang berkaitan dengan daftar 100 perusahaan terbaik didunia versi CNNMoney dan majalah Fortune 500:

100 Best Companies to Work For 2009: All stars

100 Best Companies to Work For 2009: Full list

Sumber: http://blog.ladung.web.id/16/08/2009/kerja-yang-enak-itu-gimana-ya/

 

Catatan pendek :

Menutup tahun 2010, Facebook adalah perusahaan yang paling potensial , sehingga sebagian key persons

Google hijrah ke perusahaan yg didirikan oleh Mark Z. tsb.

 

 

Kerja yang enak itu gimana ya?

GAJI TINGGI BUKAN SEGALANYA !

Hari ini saya dapat sebuah artikel yang menarik dari salah seorang kawan. Saya pikir tidak ada salahnya apabila saya pasang pada blog ini. Semoga bermanfaat sebagai bahan permenungan.

GAJI TINGGI BUKAN SEGALANYA

Mengapa perputaran karyawan tinggi walaupun remunerasinya di atas rata-rata? Uangkah pemicunya? Atau Ada faktor lain yang menentukan kesetiaan mereka?

Akhir tahun lalu, Lesmana, seorang teman lama yang ahli dalam pengembangan bisnis telekomunikasi mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan multinasional untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Dia tertarik dan memutuskan untuk bergabung. Dia telah banyak mendengar tentang pimpinan perusahaan ini, yang sering diberitakan sebagai pemimpin visionaris dan legendaris.

Gaji Lesmana besar, perlengkapan kantornya mutakhir, teknologinya canggih, kebijakan SDM-nya pro-karyawan, kantornya megah didaerah segitiga emas, bahkan kantin-nya menyajikan makanan yang lezat dan murah. Dua kali dia dikirim keluar negeri untuk pelatihan.

“Proses pembelajaran saya adalah yang tercepat disini,” kata Lesmana “Sungguh menakjubkan bekerja dengan dukungan teknologi mutakhir seperti di perusahaan ini”.

Siapa nyana dua minggu lalu, belum genap tujuh bulan bekerja di perusahaan itu, dia mengundurkan diri. Lesmana belum mendapatkan tawaran pekerjaan lain, tapi dia tidak sanggup lagi bertahan di sana.

Belakangan, sejumlah karyawan di divisi yang sama dengannya ikut resigned. Direktur utama perusahaan itu pun merasa tertekan karena perputaran (turnover) karyawan sangat tinggi. Cemas memikirkan biaya yang sudah dikeluarkan perusahaan untuk alokasi dana pelatihan karyawan.

Ia juga bingung lantaran tidak tahu apa gerangan yang terjadi. Mengapa karyawan yang bertalenta bagus ini mengundurkan diri, padahal gajinya sudah cukup tinggi?

Lesmana resigned karena beberapa alasan. Alasan ini juga yang menyebabkan sebagian besar karyawan lain yang bertalenta tinggi akhirnya mengundurkan diri.

Beberapa survey membuktikan bahwa jika anda kehilangan karyawan berbakat, periksalah atasan langsung mereka. Si atasan adalah alasan utama karyawan tetap bekerja dan berkembang dalam suatu perusahaan.
Namun dia jugalah yang menjadi alasan utama mengapa para karyawan berhenti dari pekerjaannya, membawa pergi pengetahuan, pengalaman dan klien mereka. Bahkan tidak jarang selanjutnya secara terang-terangan berkompetisi dengan perusahaan bekas tempatnya bekerja.

”Karyawan meninggalkan manajernya bukan perusahaannya,” kata para ahli SDM.
Begitu banyak uang yiang telah dikeluarkan untuk tetap mempertahankan karyawan berbakat, baik dengan memberikan gaji lebih tinggi, bonus ekstra maupun pelatihan mahal.

Namun pada akhirnya, perputaran karyawan kebanyakan disebabkan oleh manajer/pimpinannya, bukan oleh hal lain.

Jika anda mengalami masalah turnover, maka pertama-tama periksalah kembali para manajer anda. Apakah mereka biang keladi yang membuat para karyawan tidak betah?
Pada tahap tertentu, karyawan tidak lagi melihat jumlah uang yang ia dapatkan, tapi lebih kepada bagaimana mereka diperlakukan dan seberapa besar perusahaan menghargai mereka.

Kedua hal ini umumnya tergantung dari sikap para pimpinan terhadap mereka. Dan sejauh ini, bekerja dengan atasan yang buruk sering dialami oleh para karyawan yang bekerja dengan baik.

Survey majalah Fortune beberapa tahun lalu mengungkapkan bahwa 75% karyawan menderita karena berada di bawah atasan yang menyebalkan. Dari seluruh penyebab stress ditempat kerja, seorang atasan yang jahat mungkin adalah hal yang terburuk, yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja dan mental para karyawan.

Simak saja kisah yang dikutip langsung dari “medan perang” ini.
Mulya seorang insinyur, masih bergidik saat membayangkan hari-hari dimana ia dimaki-maki bos di depan staf lainnya. Atasannya itu sering menghina dengan kata-kata yang kasar.

 

Waktu menghadapi hal menakutkan itu, Mulya praktis tak punya nyali untuk menjawab. Ia kembali ke rumah dengan perasaan tidak keruan dan mulai menjadi kasar seperti sang atasan. Bedanya kekesalan ini dilampiaskan ke istri dan anak-anaknya, kadang juga ke anjing peliharaannya. Lambat laun, bukan pekerjaan Mulya saja yang kacau balau, pernikahan dan keluarganya pun hancur berantakan.

 

Nasib Agus juga setali tiga uang. Menceritakan “penyiksaan” yang dilakukan oleh bosnya gara-gara Ada perbedaan pendapat yang tidak terlalu penting antara keduanya. Atasan Agus benar-benar menunjukkan rasa tidak suka terhadapnya. Ia tidak lagi diikut-sertakan dalam pengambilan keputusan. “Bahkan dia tidak lagi memberikan saya dokumen maupun pekerjaan baru,” keluh Agus. “Sangat memalukan duduk di depan meja kosong tanpa tahu apapun dan tidak seorangpun yang membantu saya”. Lantaran tidak tahan lagi, lalu Agus mengundurkan diri.

 

Para ahli SDM mengatakan, dari segala bentuk kekerasan, tindakan mempermalukan karyawan ditempat umum adalah yang terburuk.
Pada awalnya, si karyawan mungkin tidak langsung mengundurkan diri, akan tetapi pikiran itu sudah tertanam. Jika kejadian terulang lagi, pikiran tersebut akan semakin kuat. Dan akhirnya, pada kejadian yang ketiga, karyawan itu akan mulai mencari pekerjaan lain.

 

Ketika seseorang tidak bisa membalas kemarahannya, ia akan melakukan pembalasan “pasif”.
Biasanya dengan cara memperlambat pekerjaan, berleha-leha, hanya melakukan pekerjaan yang disuruh atau menyembunyikan informasi penting. “Jika anda bekerja untuk orang yang menyebalkan, pada dasarnya anda ingin orang itu mendapat kesulitan. Jiwa dan pikiran Kita tidak menyatu lagi dengan pekerjaan kita,” papar Agus.

 

Para manajer bisa menekan bawahan melalui beragam cara. Misalnya dengan mengontrol bawahan secara berlebihan, curiga, menekan, terlalu kritis, bawel dan sebagainya.
Namun para atasan tersebut tidak sadar bahwa karyawan bukan merupakan aset tetap, mereka adalah manusia bebas. Jika ini terus berlanjut, maka seorang karyawan akan mengundurkan diri, walau tampaknya cuma karena masalah sepele saja.

 

Bukan pukulan ke-100 yang menjatuhkan seseorang, tapi 99 pukulan yang diterima sebelumnya.
Memang benar, karyawan meninggalkan pekerjaannya karena bermacam alasan untuk kesempatan yang lebih baik atau kondisi yang tidak memungkinkan lagi. Namun banyak yang semestinya tetap tinggal jika tidak ada satu orang (seperti atasan Lesmana) yang terus-menerus mengatakan, “Kamu tidak penting, saya bisa dapat lusinan orang yang lebih baik dari kamu!”.

 

Kendati tersedia segudang pekerjaan lain (terlebih dalam keadaan pengangguran tinggi sekarang ini), bayangkanlah sesaat, berapa biaya atas hilangnya seorang karyawan yang bertalenta tinggi.
Ada biaya yang harus dibayar untuk mencari pengganti, ada biaya pelatihan bagi pengganti karyawan tersebut. Belum lagi akibat yang ditimbulkan karena tidak ada orang yang mampu melakukan pekerjaan itu saat calon pengganti sedang dicari, kehilangan klien dan kontak yang dibawa pergi karyawan yang hengkang, penurunan moral karyawan lainnya, hilangnya rahasia penjualan dari karyawan tersebut yang seharusnya diinformasikan ke karyawan lainnya, Dan yang terutama turunnya reputasi perusahaan.

Lagi pula, setiap karyawan yang pergi, bagaimanapun juga akan menjadi “duta” untuk mewartakan hal yang baik maupun yang buruk dari perusahaan itu.

Kita semua tahu suatu perusahaan telekomunikasi besar yang orang-orang ingin sekali bergabung, atau suatu bank yang hanya sedikit orang ingin menjadi bagiannya. Mantan karyawan kedua perusahaan ini telah keluar untuk menceritakan kisah pekerjaannya.

“Setiap perusahaan yang berusaha memenangkan persaingan harus memikirkan cara untuk mengikat jiwa setiap karyawannya, ” kata Jack Welch mantan orang nomor satu di General Electric.
Umumnya nilai suatu perusahaan terletak “diantara telinga” para karyawannya.
Karyawan juga manusia, punya mata, punya hati, punya pikiran dan punya rasa malu serta harga diri.

JUNIUS LEE,CEO & Managing Consultant
JCI Kimberley Executive Search International
(Recruitment Consultants)
Sumber:http://blog.ladung.web.id/28/08/2009/gaji-tinggi-bukan-segalanya/

GAJI TINGGI BUKAN SEGALANYA !

20 Menit di Luar Ruangan Sama dengan Minum Kopi

NEW YORK – Berada di alam terbuka selama 20 menit sama diketahui dapat meningkatkan kesegaran tubuh manusia. Khasiat tersebut sama setara dengan meminum segelas kopi.

Udara terbuka di luar ruangan tak ubahnya seperti kafein yang diserap ke dalam tubuh manusia. Hal ini diungkapkan oleh peneliti dari University of Rochester, New York.

“Alam adalah bahan bakar bagi tubuh dan jiwa manusia, orang akan lebih segar dengan berada di luar ruangan,” kata Richard Ryan seperti dilansir Telegraph, Minggu (6/6/2010).

Menurut Richard, seringkali seseorang merasa lebih segar setelah meminum secangkir kopi. “Padahal, ada cara yang lebih baik untuk mendapatkan suntikan yakni terhubung dengan alam,” kata Ryan.

Para peneliti melakukan analisa terhadap sekira 537 orang mahasiswa. Keseluruh mahasiswa tersebut dibagi ke dalam dua kelompok yang pertama di dalam ruangan sedangkan kelompok kedua dibebaskan di udara terbuka, yakni dekat dengan sungai.

Para peneliti menemukan bahwa level energi kelompok yang berada di luar ruangan lebih tinggi ketimbang di dalam ruangan.

Ryan menambahkan orang dengan vitalitas tinggi tidak hanya memiliki energi untuk mengerjakan sesuatu, Mereka juga akan lebih tahan terhadap penyakit.

“Salah satu jalur untuk menjaga kesehatan adalah dengan meluangkan banyak waktu di alam terbuka,” kata Ryan. (ugo)

20 Menit di Luar Ruangan Sama dengan Minum Kopi

Diserang Hacker, Google Tak Pakai Windows

VIVAnews – Google bersiap-siap menggantikan PC berbasis Windows di kantor-kantor mereka dan beralih ke sistem operasi Mac OS dan Linux. Langkah tersebut diputuskan setelah kantor Google di China mengalami serangan bertubi-tubi dari hacker Januari lalu.

Sejumlah karyawan Google menyebutkan bahwa perusahaan tidak lagi menyarankan mereka menggunakan Windows akibat tingginya risiko dan celah keamanan yang ada pada sistem operasi itu.

“Banyak karyawan yang sudah meninggalkan PC berbasis Windows, umumnya memilih Mac OS setelah serangan hacker-hacker China,” kata seorang karyawan, seperti dikutip dari Financial Times, 2 Juni 2010.

Awal Januari lalu, sejumlah karyawan baru masih diperkenankan memasang Windows di notebook dan perangkat mobile mereka, tetapi instalasi dilarang dilakukan pada komputer desktop.

Dilaporkan, banyak karyawan Google yang kecewa atas pelarangan digunakannya Windows. Akan tetapi, akan lebih banyak lagi yang kecewa jika Google melarang panggunaan Mac OS.

“Karyawan yang masih tetap ingin memakai Windows harus mendapatkan izin dari atasan yang cukup senior,” kata seorang karyawan. “Bekerja dengan komputer desktop berbasis Windows di kantor Google kini membutuhkan persetujuan Chief Information Officer,” kata karyawan lain. (mt)

Diserang Hacker, Google Tak Pakai Windows