Network HA buat SMB

Pasti kita semua sering denger/baca kata-kata “High Availability”. Secara sederhana High Availability (atau yang sering disingkat HA) adalah kondisi dimana sistem selalu up (atau diusahakan selalu up), meminimalkan kemungkinan terjadinya downtime dan single-point-of-failure.

HA biasa dikenal dalam desain jaringan untuk big enterprise atau datacenter dimana HA hampir identik dengan “mahal”,”rumit”,”sulit”,”besar”, dll. Lalu apakah mungkin HA network ini diimplementasikan di jaringan SMB (Small-to-Medium Business)? Seperti yang kita tahu, jaringan SMB merupakan jaringan dengan skala kecil-menengah. Umumnya jaringan SMB ini hanya terdiri dari 2 layer sederhana, dimana core/aggregation layer langsung ke akses (walaupun kenyataannya dilapangan banyak jaringan SMB yang hanya merupakan flat network saja 🙂 ).

Lihat gambar berikut :

Pada jaringan yang umum spt itu, kita lihat ada 3 kemungkinan network menjadi fail. Gambar 1, menggambarkan kejadian dimana kabel putus atau rusak sehingga access switch beserta semua PC yang “nempel” kedirinya akan menjadi terisolasi dari jaringan. Kemudian lihat Gambar 2, disitu digambarkan access switch-nya sendiri yang down. Gambar 3 menggambarkan kondisi yang lebih gawat yaitu core/aggregation switch yang down, otomatis disini semua access network akan terpengaruh.

Lalu dikarenakan banyaknya gangguan kabel (biasanya digigit tikus :-D) maka banyak yang memodifikasi layout diatas dan menerapkan Link Aggregation utk koneksi antara Core/Aggregation dan Access Switch dimana link yang digunakan adalah minimal 2 kabel atau lebih utk menghindari kejadian spt Gambar 1. Lihat gambar berikut :

Pada Gambar 4, bila salah satu kabel rusak maka network masih tetap up dan servis tidak terganggu. Namun Link Aggregation saja tidak bisa menyelesaikan masalah Gambar 5 dan Gambar 6.

Solusi utk masalah Gambar 5 dan Gambar 6 adalah menggunakan perangkat ganda untuk setiap bagian. Sehingga bila satu device down maka bisa digantikan oleh device lainnya. Cara yang umum adalah menggunakan teknologi open standard spt VRRP atau proprietary spt HSRP. Teknologi tsb bagus namun utk jaringan SMB terasa cukup rumit. Jadi apa solusinya? D-Link mempunyai solusi yaitu menggunakan xStack technology. Teknologi ini memungkinkan 2 buah switch atau lebih digabungkan seolah-olah menjadi 1 switch saja (1 IP, 1 console, 1 webUI, 1 System). Lihat gambar berikut :

Gambar 7

Core/Aggregation Switch terdiri dari 2 buah switch yang di-stack menjadi satu. Begitu pula masing-masing Access Switch-nya, setiap Access Switch digunakan 2 buah switch yang di-stack menjadi satu. Keuntungan menggunakan xStack ini adalah Simple. xStack tidak membutuhkan STP dan VRRP shg konfigurasinya tidak ribet dan sangat mudah. Jadi menggunakan xStack merupakan solusi yang sangat tepat utk mengimplementasikan HA utk jaringan SMB.

Lalu ada pertanyaan, gimana kalau power supply-nya rusak? Kami menyediakan redundant power supply utk setiap switch xStack. Lalu pertanyaan lainnya kalau mati listrik gimana? Gunakan UPS dgn kapasitas besar :-).

Apa saja yah yang harus dipersiapkan untuk mewujudkan jaringan HA menggunakan perangkat D-Link? Berikut perangkatnya :

1. Core/Aggregation Switch : yang umum di core/aggregation switch menggunakan L3 switch yaitu tipe DGS-3627/3627G/3650. Namun jika tidak ingin L3, anda bisa gunakan L2 switch yaitu tipe DGS-3426/3426P/3427/3450. Ditambah beberapa module 10G (beserta transceiver bila pake FO) : DEM-410CX atau DEM-410X(plus DEM-421XT/422XT/423XT). Masing2 DGS-3600 series dan DGS-3400 Series bisa di-stack sampai 12 unit.

Contoh Layoutnya :

Note : DGS-3600 series tidak bisa distack dengan DGS-3400 series, xStack hanya utk model dari series yang sama.

2. Access Switch : DES-3528/3528P/3528DC/3552/3552P. Untuk seri ini tidak diperlukan module tambahan karena stacking bisa dilakukan menggunakan kabel ethernet biasa. DES-3528-52-Series bisa di-stack sampai 8 unit.

Contoh Layoutnya :

Lalu pertanyaan klasik.. Mahal ga? D-Link Managed Switches memberikan harga yang sangat affordable dan reasonable, sbg contoh network spt gambar 7 dimana perangkat yang digunakan adalah :

– 2 unit DGS-3627
– 4 unit DEM-410CX (Module 10G dengan kabel CX4)
– 6 unit DES-3528

Hanya memerlukan cost dibawah USD 11000 (estimasi dihitung berdasarkan MSRP per June 2010 dan tidak mengikat). Bisa dibandingkan dengan solusi dari merk lain, yang bisa diatas USD 20000. Ditambah dengan Limited Lifetime Warranty (tanpa perlu beli advanced services atau license lainnya) maka D-Link merupakan pilihan sempurna utk jaringan HA pada SMB.

Sumber : http://tiny.cc/pa3u4

Network HA buat SMB

Karyawan Bahagia Produktivitas Tinggi

Karyawan yang bahagia melakukan pekerjaannya dan merasa dihargai cenderung memiliki kinerja yang lebih tinggi dan tentu saja ini sangat membantu peningkatan kinerja perusahaan.

Kebanyakan manajer memfokuskan pada usulan kenaikan gaji karyawan, penambahan insentif dan bonus, serta fasilitas kerja , dan lain-lain.

Perusahaan yang memiliki pekerja yang bahagia cenderung mempunyai produktivitas yang tinggi, pelanggan yang puas, dan jarang terjadi kecelakaan. Banyak perusahaan menghabiskan waktu untuk mengaji ulang prosedur operasional, menekan biaya pengeluaran dan mencari berbagai cara untuk berhemat. Tetapi sayangnya, banyak perusahaan yang lupa atau masih belum memikirkan bagaimana caranya untuk membahagiakan karyawan.

Hubungan antara kepuasaan karyawaan dengan produktivitas adalah satu kesatuan dan tidak bisa dipisahkan. Karyawan yang bahagia melakukan pekerjaannya dan merasa dihargai cenderung memiliki kinerja yang lebih tinggi dan tentu saja ini sangat membantu peningkatan kinerja perusahaan. Di bawah ini adalah contoh strategi yang dimaksud.

1.”Training”

Karyawan baru perlu diberi training agar memahami tentang bisnis perusahaan dan apa peranannya bagi perusahaan. Sekalipun karyawan tersebut berpengalaman, jika langsung bekerja tanpa training lebih dulu maka biasanya dia akan menemui kesulitan untuk beradaptasi, merasa tidak “fit in” dan akibatnya kinerjanya juga rendah. Ini akan terus berlangsung sampai dirinya mulai terbiasa dengan lingkungan kerjanya dan dapat menyesuaikan diri dengan posisi barunya. Tanpa training, akan memakan waktu cukup lama bagi seorang karyawan untuk merasa nyaman dan menyatu dengan pekerjaan barunya.

2.Komitmen

Karyawan akan lebih loyal dan menghargai perusahaan yang komitmen dalam mengutamakan training dan development untuk karyawannya. Tanpa faktor penting ini, banyak karyawan bagus tidak akan mau bertahan lama dan mencari pekerjaan di tempat lain untuk berkembang.

3.Gaji dan bonus

Ini bukan berarti asal menaikkan gaji dan bonus setinggi-tingginya, tapi perusahaan perlu mengaitkan gaji dan bonus karyawannya dengan pencapaian target dan kinerja. Dengan demikian, karyawan akan lebih bersemangat dalam bekerja karena bisa dibilang mereka sendiri yang menentukan seberapa besar kenaikan gaji dan bonus tahunannya.

4.Penghargaan

Setiap orang pasti ingin dihargai dan penghargaan perusahaan sangat penting artinya bagi karyawan. Karyawan yang merasa diperhatikan dan dihargai hasil kerjanya akan lebih bersemangat dan cenderung memiliki kinerja yang tinggi.

5.Penyesuaian

Perusahaan harus bisa mengerti dan menyesuaikan dengan keadaan karyawannya. Ini adalah faktor penting bagi kepuasan kerja karyawan dan juga meringankan tingkat stres mereka. Memberi perhatian kepada karyawan tentang jam kerja, lokasi, suasana kerja, teknologi dan fasilitas untuk meringankan pekerjaan akan sangat dihargai karyawan. Mendukung keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan karyawan juga akan menguntungkan perusahaan karena dapat menekan biaya lembur dan absen karyawan.

Memang memerlukan banyak usaha dari perusahaan untuk membuat dan melaksanakan program yang bagus untuk kebahagiaan karyawannya, tetapi jika perusahaan sukses membuat karyawannya merasa nyaman dan menghasilkan kinerja yang tinggi, bukankah semua ini patut diperjuangkan?

Karyawan Bahagia Produktivitas Tinggi

Tak Ingin Cepat Pikun ? Membacalah

Membaca, sebuah kegiatan yang sudah dikenalkan sejak kita mengenyam pendidikan di TK. Namun setelah kita menamatkan pendidikan kita, kadang kita malas membaca. Mungkin kita akan berpendapat bahwa setelah jenjang pendidikan dirasa cukup, kita tak perlu lagi membaca. Apalah gunanya membaca, toh hanya membuat pusing belaka, mungkin demikian pendapat kita.

Akhir-akhir ini banyak orang yang sebenarnya belum terlalu berusia tua, namun sudah menjadi pelupa. Gejala ini menjadi perhatian bagi banyak psikolog dan dokter syaraf. Kemudian, setelah melalui berbagai penelitian, diklaim bahwa beberapa zat, seperti ginko biloba dan omega 9, mampu mengurangi efek kepikunan. Namun ada sebuah klaim yang menyatakan bahwa ginko biloba tidak bisa dipastikan memberi efek mengurangi kepikunan. Lantas bagaimana.

Ternyata ada solusi yang sangat mudah dan sangat murah untuk mengurangi kepikunan. Yaitu dengan membaca. Mudah, karena kegiatan membaca bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Asal ada bahan yang dibaca, mata mampu membaca (kacamata tidak ketinggalan di rumah misalnya) dan penerangan yang cukup, maka kegiatan ini bisa dilaksanakan. Murah, karena bahan bacaan tidak mahal. Dengan uang sekitar Rp 2.500 kita bisa membeli satu eksemplar koran harian nasional yang cukup untuk dibaca seharian.

Lantas apa hubungan antara membaca dengan kepikunan. Menurut para ahli, prinsip kerja otak tak jauh berbeda dengan kinerja otot. Semakin sering dilatih, semakin hebat. Kepikunan terjadi karena banyak bagian di otak yang tidak bisa berfungsi secara optimal. Bagian-bagian ini tidak bisa bekerja secara optimal karena tidak pernah digunakan. Jika otak kita sejak dini dirangsang untuk bekerja secara optimal, maka kepikunan sebagai efek penuaan akan bisa ditekan.

Membaca merupakan aktifitas yang memerlukan kerja otak dalam jumlah lumayan besar. Ketika membaca, kita melihat huruf-huruf. Huruf tersebut kemudian ditelaah di dalam otak. Apakah huruf-huruf yang menyusun kata tersebut memiliki arti. Apakah kata-kata yang menyusun kalimat tersebut memiliki arti. Apakah makna kata-kata yang menyusun kalimat sudah selaras dan bisa memberi arti yang sesuai bagi kalimat tersebut. Apa arti kalimat tersebut.

Duane Alexander, Direktur NICHD, mengatakan bahwa orang yang sering (diminta) membaca akan memiliki kemampuan membaca yang lebih baik. Selain itu juga akan membuat kemampuan membaca lebih efisien. Salah satu bacaan yang banyak menjadi obyek penelitian adalah karya William Shakespeare. Karya pengarang ini dipilih karena Shakespeare sering menggunakan kalimat yang susunannya justru tidak baku. Profesor Philip Davis, dari University School of English, mengatakan bahwa susunan kata yang sudah teratur sesuai tata bahasa justru membosankan. Namun jika susunan kata kelihatan tidak cocok, otak justru akan “bergairah” (excited.)

Temuan Profesor Neil Robert menguatkan klaim ini. Ketika kata-kata sudah di susun secara teratur, maka otak relatif tidak bekerja. Namun ketika tata bahasa yang digunakan diubah, otak bekerja secara maksimal. Otak dipaksa untuk menyelidiki kembali proses ini, untuk memahami konstruksi kalimat yang tidak biasa. Samino, dokter spesialis syaraf RSCM, menyatakan banyak membaca dan menulis membuat otak bekerja secara maksimal. Temuan lain juga menyatakan bahwa anak yang IQ-nya rendah lebih senang menonton TV. Celakanya, anak yang sering menonton TV akan lebih agresif. Inilah alasan mengapa kejahatan berkaitan erat dengan kebodohan.

Dengan demikian ada tiga keuntungan kebiasaan membaca. Pertama, menambah pengetahuan. Kedua, mempertajam kemampuan otak. Ketiga, memperbaiki kemampuan bahasa. Indianblogger.com menyarankan beberapa cara meningkatkan kebiasaan membaca. Pertama, mencari posisi tubuh yang nyaman. Kedua, carilah buku yang bergambar, terutama untuk pemula. Ketiga, bacalah buku secara rutin. Jika tidak bisa rutin, gunakan waktu luang untuk membaca buku. Keempat, jika kesulitan berkonsentrasi, bacalah beberapa kali, atau bacalah dengan diucapkan. Kelima, belilah buku. Keenam, buku merupakan salah satu pemberian terbaik. Saran lainnya adalah membaca buku dengan genre yang berbeda. Buku dengan genre yang berbeda akan menantang kemampuan otak. Dan satu lagi, jangan terlalu sering menonton TV!

Jika Anda selesai membaca artikel ini, lanjutkanlah membaca buku-buku lain. Dan kalau bisa, buatlah tulisan mengenai apa yang Anda pikirkan ketika dan setelah membaca buku tersebut. Maka Anda telah mengurangi potensi kepikunan Anda.

Sumber : http://www. wikimu. com

Tak Ingin Cepat Pikun ? Membacalah

Yang Penting Niatnya…

Jika Anda ingin betul-betul bisa produktif dan menjadi luar biasa, mari kita cermati apa yang Daniel Pink katakan tentang apa yang sesungguhnya memotivasi kita.

Dalam bukunya ini, Dan Pink mengingatkan tentang Motivation 1.0 yang berbasis pada insting untuk bertahan hidup. Pada model motivasi ini, kebanyakannya berbentuk motivasi biologis; kita makan manakala lapar dan minum manakala haus. Tapi manusia tidaklah sebatas itu. Kita juga punya penggerak lain yang mana berbentuk imbalan (rewards) dan hukuman (punishment), khususnya dari lingkungan eksternal kita. Ini adalah Motivation 2.0 yang sering disebut sebagai konsep motivator carrots and sticks, di mana manusia seperti dianggap sebagaimana makhluk yang lebih cerdas dan lebih tercerahkan ketimbang kuda yang tergerak hanya dari keinginan mengejar wortel dan menghindar dari pecutan. Dan cara pandang ini lah yang telah marak berkembang semenjak dulu.

Dasar-dasar ilmu manajemen mengatakan bahwa cara untuk membuat manusia bisa bekerja lebih baik adalah dengan memberikan imbalan (rewards) atau hukuman (punishment); bahwa manakala wortel dan pecutnya dihilangkan, manusia tidak akan bisa berbuat banyak. Dan ternyata itu tidaklah benar, setidaknya bila berdasarkan hasil penelitian sains perilaku selama 40 tahun belakangan ini.

Nyatanya, sistem operasi yang bekerja di kisaran konsep carrots & sticks sudah tidak lagi kompatibel dengan bagaimana kita hidup dan bekerja. Sebagai contoh kasus sofware open-source, di mana orang-orang tekun & pintar dari seluruh dunia bekerja bersama selama minimal 20 jam per minggu tanpa dibayar. Hebohnya lagi, mereka lantas memberikan hasil kerja mereka secara gratis ke seluruh dunia. Menariknya, mereka itu bukanlah pengangguran, mereka sudah bekerja dengan bayaran yang baik. Lantas secara intelektual dan teknikal, tingkat kesulitan dalam mengerjakan Linux itu sama tingginya, atau malah bisa jadi lebih tinggi daripada pekerjaan asli mereka. Motivation 2.0 akan mengatakan bahwa hal semacam itu tidaklah memungkinkan. Namun, sampai saat ini terbukti begitu banyak server korporat menggunakan Linux, Wikipedia telah menjadi ensiklopedia paling terkenal di seluruh dunia, dan banyak orang nge-Blog, membuat tulisan berkualitas, tanpa ada imbalan ekonomi yang jelas.


Apa yang ditunjukkan dari penelitian oleh para profesor dari Carnegie Mellon, MIT dan University of Chicago adalah: untuk kerjaan (task) yang sederhana dan apa adanya (straightforward), motivator semacam carrots and stick memang bekerja baik. Namun manakala kerjaannya sudah melibatkan aktivitas kreatif, berpikir kompleks, kemampuan konseptual, motivator semacam itu tidak lagi bermanfaat, dan malah bisa bisa memburukkan performa.

Tatkala diiming-iming reward yang besar, dengan punishment yang besar pula manakala tak berhasil meraihnya, dan itu sifatnya untuk performa jangka pendek, banyak orang –tidak semua– akan mengambil jalan curang. Bukan hanya terkait pencapaian finansial, kasus di Georgia, 25% hasil kerjaan siswa ternyata terindikasi merupakan hasil kecurangan. Silahkan ingat-ingat juga kasus UNAS di Indonesia.

Carrots & sticks hanya bisa bekerja baik dalam jangka pendek. Sama juga, motivasi bermodel “jika-maka” — “Jika kamu lakukan ini, maka kamu akan dapatkan ini” — bekerja sangat baik pada kerjaan yang rutin, sederhana, dan telah tertata dalam aturan. Namun tidak demikian halnya untuk tantangan yang bersifat konseptual dan kompleks.

Gawatnya, motivator yang bersifat contigent (sesuatu hanya bisa didapat manakala apa yang dipersayaratkan terpenuhi) ternyata malah bisa menghambat pemikiran kreatif. Untuk mengarahkan fokus, memang bagus. Namun dalam model motivasi ini, kerangka berpikir seseorang jadi menyempit, khususnya manakala sudah ada langkah langkah jelas untuk mencapainya (harus melakukan ini dan itu, belajar ini dan itu dalam jadwal dan cara-cara tertentu). Sementara manakala hendak melakukan sesuatu yang kreatif, melibatkan inovasi dan berpikir konseptual, motivator contigent tidak lagi bekerja baik. Karena apa yang dibutuhkan adalah cara pandang yang lebih luas untuk bisa melihat feriperal perspektif yang lebih kaya.

Dalam Motivation 3.0, orang giat dan tergerak untuk melakukan aktivitas justru dari kesenangannya menjalankan aktivitas itu. Daniel Pink mengajukan tiga faktor berikut sebagai apa yang membuat seseorang bisa mencapai kebesarannya: Autonomy, Mastery, dan Purpose.

Autonomy adalah dorongan dari diri untuk mengarahkan kehidupan sendiri. Ini terjadi manakala seseorang diberikan –atau memberikan kepada dirinya sendiri– keleluasaan untuk menentukan hal baik apa yang hendak diraihnya, di mana, kapan, dan dengan cara apa dia meraihnya. Enam puluh persen inovasi google –semacam gmail dan google news– didapatkan dengan cara semacam ini: membebaskan karyawan dalam rentang waktu tertentu untuk melakukan hal baik apapun yang mereka suka untuk lakukan.

Mastery adalah keinginan untuk menjadi lebih baik dan terus lebih baik di perihal yang berarti. Ini adalah apa yang mendorong seseorang untuk terus berlatih alat musik tertentu di akhir minggu, dan melatih keterampilan apapun yang mana sebenarnya tidak berikan dia nilai tambah secara ekonomis. Dia melakukannya karena ingin jadi lebih bagus dan lebih sempurna lagi. Dan dari situ dia merasakan kesenangan yang luar biasa; bahwa aktivitasnya itu sendiri yang jadi motivatornya.

Purpose adalah mengharap-harap untuk bisa tersambung dan beri manfaat dengan apa-apa yang lebih besar ketimbang diri sendiri. Ini dimiliki semisal oleh penemu Skype, orang-orang semacam Steve Jobs, dan mereka yang tergabung dalam kolaborasi project Linux, Apache, Wikipedia, dan semacamnya. Tidak ada imbalan finansial di sana, namun mereka melakukan itu semua untuk membuat suatu arti bagi komunitas hingga dunia, sekecil apapun itu.


Bahwa uang itu adalah motivator yang ampuh, itu betul, namun hanya sampai batas tertentu saja. Dan bekerja melulu karena alasan uang, lama-lama capek juga perasaan ini. Mereka yang jadi terbahagiakan dengan aktivitas mereka, yang mencapai kebesaran dengan kontribusi mereka, yang menjadi istimewa terlepas cibiran orang-orang –awalnya– terhadap diri mereka, adalah mereka yang sejak awal memiliki impian kontributif bagi ‘dunia’, yang menikmati sensasi jadi kian berkembang hingga terus jadi luar biasa, dan yang berinisiatif mengelola capaian baiknya dengan cara-cara kreatif yang dia temukan karena rasa nikmat ketika menjalaninya.

Yang Penting Niatnya…

Tarif BlackBerry Kini Cuma Rp69 Ribu Sebulan

Seiring pesatnya permintaan pasar BlackBerry di tanah air, perang tarif antara Indosat, XL, Telkomsel, Axis, 3, dan Smart sebagai pemasok BlackBerry resmi pun berlangsung semakin seru dan kompetitif.

Di samping tarif murah yang menggiurkan, masing-masing operator sibuk memperluas variasi pilihan layanan BlackBerry-nya, seperti paket harian, mingguan, bulanan, sampai dengan paket BIS Lite yang terbatas untuk layanan e-mail dan instant messaging.

Namun, untuk tarif langganan BlackBerry, hari ini Tri juaranya. Operator jaringan GSM milik PT Hutchison CP Telecommunications Indonesia itu baru saja mengumumkan tarif BlackBerry terbarunya.

Berlaku mulai tanggal 21 Juli 2010, tarif Tri BlackBerry Full BIS (BlackBerry Internet Service) dapat dinikmati dengan tarif Rp69.000 per bulan.

Sekadar diketahui, paket Full BIS meliputi e-mail, instant messaging (BlackBerry Messenger, Yahoo Messenger, Google Talk, dan lain-lain), browsing, Facebook, Twitter, dan akses situs jejaring sosial via BlackBerry.

“Kami mengombinasikan keterjangkauan harga dan kualitas jaringan,” kata Suresh Reddy, Chief Commercial Tri pada keterangannya, 23 Juli 2010.

“Semakin terjangkaunya harga perangkat BlackBerry, dua komitmen ini akan terus kami jaga seiring munculnya penawaran baru tarif bulanan layanan Tri BlackBerry Rp 69.000 per bulan,” ucapnya.

Selain tarif bulanan, operator berjumlah  8,5 juta pelanggan ini (2009)  juga menawarkan pilihan paket Rp3.500 per hari dan Rp21.000 per minggu, termasuk browsing, push email hingga 10 akun, akun e-mail di tri.blackberry.com, BlackBerry Messenger, IM, dan akses ke situs jejaring sosial. (umi)

• VIVAnews

Tarif BlackBerry Kini Cuma Rp69 Ribu Sebulan

Speedup N-101 Arte – Netbook 3G Murmer

MLW Telecom , produsen perangkat niklabel broadband SpeedUp dan penyedia perangkat nirkabel mobile di Indonesia, meluncurkan Netbook SpeedUp N101 Arte. Acara peluncurannya dilakukan di  Crown Plaza Hotel, Jakarta pada 13 Juli 2010. Netbook yang dibekali sistem operasi ganda, Windows 7 dan iBrowser, dipasarkan dengan harga Rp2.899.000.

Akses internet yang cepat merupakan kelebihan netbook ini. Hanya dengan 15 detik saja, pengguna sudah dapat mengakses internet lewat iBrowser. Selain itu, di dalamnya juga sudah dilengkapi dengan aplikasi browser (Google Chrome), Open Office, Multimedia (SMPlayer), dan Messenger (Kopete).

Spesifikasi Notebook ini antara lain:
– Intel Atom Processor N280 (512KB L2 Cache, 1.66 GHz, 667 MHz FSB)
– Genuine Windows 7 Starter
– 10.1″ WSVGA LED Backlight LCD Screen
– 1 GB DDR2 RAM
– 2.5″ SATA 160 GB HDD
– 1.3 MPix Camera/Web Cam
– 4 in 1 Card Reader
– 10/100 base T LAN
– 802.11b/g Wireless LAN
– Bluetooth 2.1
– 6 Cells Battery (up to 6 hours)
– 95% Full Size Keyboard

Pre-Loaded Application:
– MS Office 2007 & Norton Antivirus (60 days trial)
– Facebook, Twitter, My Pulau, Dunia Games web launchers
– Social Networking & Chat applications.

Bonus: 24 bulan internet, 150MB/bln dari Telkomsel Flash.


Speedup N-101 Arte – Netbook 3G Murmer

‘Nyawa’ Windows XP Diperpanjang Hingga 2020

CALIFORNIA – Microsoft awalnya mengatakan bahwa pemilik baru dari Windows 7  yang ingin downgrade ke Windows XP hanya akan sampai dengan tahun 2011 untuk melakukannya, tapi sekarang perusahaan telah berubah pikiran dan dukungan untuk Windows XP diperpanjang sampai 2020.

Menurut Microsoft Windows XP, merupakan sistem operasi yang sudah hampir 10 tahun, dan tampaknya akan tetap relevan untuk 10 tahun mendatang.

“Kami telah memutuskan untuk memperpanjang hak downgrade dari Windows XP Professional melebihi tanggal berakhir yang sebelumnya direncanakan pada Windows 7 SP1,” tulis Microsoft dalam sebuah posting blog resmi, yang dikutip Cnet, Selasa (20/7/2010).

“Ke depan, bisnis dapat terus membeli PC baru dan memanfaatkan hak-hak pengguna akhir downgrade ke Windows XP atau Windows Vista sampai mereka siap untuk menggunakan Windows 7,” tambahnya

Karena pengguna tampaknya tidak terlalu kecewa dengan Windows 7 ketimbang Vista, tampaknya baik-baik saja memotong sisa umur Windows XP tanpa perlu tergesa-gesa terlalu banyak. Dan untuk sebagian besar pemilik komputer pribadi, yang mungkin tidak akan menjadi masalah.

Namun, apa yang menjadi masalah adalah bahwa 74 persen dari bisnis masih menggunakan Windows XP, dan banyak dari mereka, tidak memiliki biaya upgrade semua mesin mereka untuk Windows 7.

Dengan demikian, perusahaan mengambil risiko memiliki komputer lama dengan Windows XP dan komputer baru dengan Windows 7.
(tyo)

‘Nyawa’ Windows XP Diperpanjang Hingga 2020