Cara Menjadi Profesional IT di Luar Negri



Banyak orang yang bermimpi dan bercita-cita untuk bekerja di luar negri.
Pendapatan yang relatif lebih besar, mendapat pengalaman dan cerita unik,
membuka wawasan, maupun taraf hidup yang lebih baik merupakan beberapa
alasan mengapa orang-orang tertarik untuk merantau jauh meninggalkan
kehidupan nyaman di Indonesia. Tidak ada yang salah untuk bercita-cita
tinggal di luar negri, karena pengalaman yang didapat bisa menjadi masukan
bagi kita dalam membangun negara. Selain menjadi duta bangsa yang
memperkenalkan tradisi dan kebudayaan Indonesia di luar sana, pendapatan
yang umumnya diinvestasikan di negri sendiri merupakan tambahan devisa yang
ikut menggerakkan roda perekonomian.

Sebenarnya dengan jaman yang sudah global seperti sekarang bekerja di luar
negri bukanlah hal yang sulit untuk dicapai. Dengan adanya Internet batas
fisik dan komunikasi antar negara sudah bisa dijembatani dengan baik. Kita
yang sebelumnya hanya bisa melihat negara-negara lain dari televisi sekarang
bisa berkomunikasi langsung dengan orang-orang di belahan bumi manapun
dengan mudah dan biaya yang murah jika menggunakan fasilitas Internet
seperti email, chat, maupun telepon berbasis IP (voice over IP – VOIP). Ini
tentunya memudahkan bagi para calon pekerja yang ingin berhubungan dengan
perusahaan di negara lain yang ingin dimasuki. Informasi tentang lowongan
kerja di seluruh dunia selalu tersedia dan dapat diakses dari mana saja.
Resume calon pekerja pun dapat dipublikasikan dengan cepat ke berbagai
perusahaan yang sedang membuka lowongan.

Salah satu bidang pekerjaan di luar negri yang bisa dimasuki oleh
orang-orang Indonesia adalah bidang Teknologi Informasi. Hal ini disebabkan
karena kebutuhan akan pekerja IT di seluruh dunia yang masih sangat banyak.
Selain itu skill yang diperlukan pun bersifat universal, jika kita menguasai
sistem IT di negara sendiri maka kemungkinan kita mampu melakukannya di
negara lain. Kemampuan orang Indonesia di bidang inipun sangat baik dan
mampu bersaing dengan pekerja-pekerja dari negara lain. Banyaknya program
sertifikasi dari vendor-vendor IT semakin memudahkan dalam berkompetisi,
karena skill dan kemampuan kita sekarang bisa diukur oleh suatu program
ujian internasional dan sertifikasinya diakui di seluruh dunia.

Berdasarkan pengalaman pribadi penulis selama bekerja bertahun-tahun di luar
Indonesia sebagai tenaga profesional IT, penulis ingin membagikan 10 hal
yang harus diperhatikan oleh mereka yang ingin bekerja di luar negri.
Walaupun ada beberapa poin yang spesifik membahas tentang IT, poin-poin
lainnya merupakan hal umum yang bisa diterapkan untuk bidang pekerjaan
lainnya.

1. Berbahasa Asing Dengan Optimal

Bahasa adalah penghubung dengan dunia. Untuk menjadi tenaga profesional di
luar negri minimal kita harus menguasai bahasa Inggris baik lisan maupun
tulisan. Bahasa sebenarnya bisa dipelajari dengan cepat jika dipergunakan
secara terus-menerus. Jadi sering-seringlah menulis dan berlatih berbicara
dalam bahasa Inggris untuk melancarkannya. Dan banyak orang berpikiran bahwa
kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki haruslah fasih, menggunakan grammar
yang benar, serta pronounciation atau pengucapan harus sempurna sebelum bisa
bekerja di luar negri. Penulis sering bertemu dengan orang-orang dari negara
Cina yang bahasa Inggrisnya jauh dari sempurna tapi bisa bekerja keliling
dunia. Atau orang Eropa seperti dari Prancis yang pengucapannya sulit
dimengerti karena terbiasa dengan pengucapan dalam bahasa Prancis, tapi bisa
presentasi di depan banyak orang dari berbagai negara. Yang paling penting
itu sebenarnya adalah kita bisa berkomunikasi dengan lancar dan lawan bicara
bisa mengerti ide yang ingin kita sampaikan

2. Skill Yang Kompetitif

Sangat penting untuk memiliki skill yang sebenarnya, yang dibutuhkan di
belahan dunia manapun. Carilah skill yang kita sukai dan pelajarilah secara
mendalam sampai kita mencapai level yang membuat kita kompetitif. Jika skill
yang kita punya masih tidak bisa bersaing di negri sendiri, bagaimana kita
bisa berharap untuk bisa bersaing di negara orang? Orang Indonesia itu
biasanya memiliki skill yang bertolak belakang dengan orang dari negara lain
yang lebih maju. Biasanya kita mampu untuk mengerjakan berbagai bidang yang
berbeda-beda, tapi tidak memiliki suatu spesialisasi apapun. Berbeda dengan
orang asing yang biasanya memiliki spesialisasi dan sangat ahli hanya di
satu bidang yang terbatas saja. Hal ini mungkin disebabkan karena kondisi
pekerjaan di Indonesia yang mengharuskan para karyawan untuk mampu merangkap
beberapa pekerjaan sekaligus. Ini sebenarnya merupakan suatu keuntungan
karena membuat kita memiliki beberapa bidang alternatif ketika sedang
mencari pekerjaan. Lebih baik lagi jika kita mengerti berbagai bidang namun
tetap memiliki satu spesialisasi yang membuat skill kita sangat kompetitif

3. Mengapa Gelar Universitas Tidak Penting

Gelar universitas masih merupakan hal yang penting di Indonesia. Berdasarkan
pengalaman penulis, gelar ini tidak terlalu penting untuk menjadi
profesional IT di luar negri. Hal itu dikarenakan karena standar pendidikan
dan nama universitas kita tidak terlalu dikenal di luar sana. Umumnya
perusahaan lebih melihat ke pengalaman nyata, skill yang dimiliki,
sertifikasi profesional dan juga kemampuan lain yang dibutuhkan oleh
perusahaan seperti kemampuan komunikasi, presentasi, mampu bekerja dalam
team dan hal lainnya, yang bisa dilihat ketika calon pekerja melalui proses
interview. Mungkin salah satu kegunaan gelar universitas seperti sarjana
maupun diploma untuk kerja di luar negri hanyalah ketika pengurusan visa
kerja. Ini bukan berarti penulis menyarankan supaya tidak perlu kuliah dan
menjadi sarjana! Tapi hanya ingin menekankan bahwa semua orang, baik yang
sarjana atau tidak, ataupun yang kuliah di universitas negri terkenal atau
hanya di sekolah kejuruan di daerah, memiliki peluang yang sama untuk bisa
menjadi tenaga profesional IT di luar negri asal mau membuat rencana dan
bekerja keras untuk meraihnya

4. Sertifikasi Profesional Bertaraf Internasional

Berbagai vendor IT seperti Cisco Systems membuat program sertifikasi
profesional dengan tujuan untuk memudahkan orang-orang dalam mempelajari
produk mereka, yang sekaligus merupakan cara agar produk atau solusi mereka
semakin dikenal. Berbeda dengan gelas universitas yang lebih dilihat hanya
di dalam negri, sertifikasi dari vendor IT merupakan tolak ukur kemampuan
seseorang dalam menguasai produk atau teknologi tertentu, dan sertifikasi
ini diakui di seluruh dunia. Umumnya setiap program sertifikasi memiliki
kurikulum dan beberapa tingkatan level sesuai dengan tingkat kesulitan dan
kemampuan yang diujikan. Ujian untuk mendapat sertifikasi biasanya berupa
ujian secara online di tempat-tempat yang sudah ditunjuk, sampai ke ujian
lab bahkan presentasi dan interview untuk level yang paling tinggi. Memiliki
sertifikasi profesional merupakan pembuktian akan kemampuan seseorang, dan
tidak penting dari negara mana orang itu berasal, atau punya gelar sarjana
atau tidak, atau yang lainnya. Jika mampu lulus ujian dari suatu program
sertifikasi ini berarti orang tersebut sudah mencapai level kemampuan sesuai
dengan materi yang diujikan, yang diakui di taraf internasional

5. Pengalaman dan Reputasi

Memiliki sertifikasi yang diakui secara internasional memang penting, tapi
lebih penting lagi untuk memiliki kemampuan dan pengalaman yang sebenarnya.
Pengalaman mengubah pola pikir dan cara pandang. Orang yang sudah
berpengalaman akan terlihat dari caranya mendiskusikan sesuatu yang dia tahu
persis, karena sudah pernah melakukannya sendiri. Sedapat mungkin kita harus
memiliki pengalaman yang intensif dan yang bervariasi. Seseorang baru bisa
dikatakan ahli dalam membangun sistem IT jika dia sudah pernah melakukannya
sendiri selama bertahun-tahun dan untuk tipe industri customer yang
berbeda-beda. Seorang konsultan yang baik adalah orang yang sudah pernah
melakukan hal-hal yang detil secara langsung, sehingga ketika membuat suatu
perencanaan pengalaman yang dimilikinya bisa menjadi masukan yang berharga.
Memiliki reputasi kerja yang bagus pun penting karena bisa memperluas kontak
dan referensi yang bisa bermanfaat suatu saat nanti. Selalulah menjaga
hubungan baik dengan orang lain yang terlibat atau bersama-sama melakukan
suatu pekerjaan dengan kita, karena suatu ketika nanti mungkin kita harus
bekerja sama lagi dengan mereka. Perusahaan di luar negri biasanya lebih
menyukai calon pekerja yang sudah pernah bekerja di luar negri, atau
setidaknya pernah bekerja di perusahaan multi nasional di Indonesia, karena
ini berarti orang tersebut sudah terbiasa dengan suasana bekerja dengan
orang-orang yang berasal dari negara dan kebudayaan yang berbeda. Oleh
karena itu jangan terlalu memilih atau mengharapkan gaji yang terlalu besar
untuk pekerjaan pertama di luar negri. Anggap saja pekerjaan pertama yang
kita dapat itu hanya untuk mencari pengalaman, memperbagus profil, dan
merupakan suatu investasi buat masa depan. Gaji akan semakin berkembang
sesuai dengan pengalaman yang dimiliki karena untuk perusahaan berikutnya
kita sudah memiliki posisi tawar yang lebih tinggi dari sebelumnya ketika
kita belum mempunyai banyak pengalaman

6. Membangun Avatar

Definisi penulis tentang avatar adalah profil atau citra diri yang kita
bangun dengan tujuan untuk memasarkan diri. Avatar kita harus bisa
meyakinkan orang tentang kemampuan yang kita miliki. Di dunia kerja
profesional bukan diri kita yang sebenarnya yang penting, tapi apa yang
orang percaya bisa kita lakukan. Sebagai contoh, seorang pembicara publik
yang terbaik barangkali adalah seorang pemalu di kehidupan sehari-hari. Dia
bisa memberi pidato terbaik di depan orang ramai karena dia berlatih keras
setiap hari dan membuat semua orang percaya dengan apa yang dia katakan.
Kita harus membangun avatar supaya orang yakin dan mau mempekerjakan kita,
terlepas dari hal-hal lain yang tidak berhubungan seperti paspor negara mana
yang kita miliki atau postur tubuh atau kepercayaan yang kita anut dan
sebagainya. Jika profil kita menunjukkan berbagai kelebihan yang diperlukan
oleh perusahaan pada umumnya maka kemungkinan untuk mendapat pekerjaan akan
jauh lebih besar. Memiliki bayangan tentang avatar ideal yang ingin dicapai
bisa juga menjadi target untuk dikejar. Kita bisa membuat target tentang
profil yang ingin kita capai, yang kita tahu merupakan kebutuhan umum dari
perusahaan yang bergerak di industri yang ingin kita masuki, dan kemudian
membuat rencana dan berusaha untuk meraihnya

7. Resume yang Menjual

Resume adalah ringkasan singkat tentang diri kita yang merupakan alat utama
dalam memasarkan diri. Resume bisa dikatakan sebagai hal pertama yang
dilihat perusahaan ketika meneliti diri kita. Oleh karena itu buatlah resume
yang menjual. Biasanya resume yang bagus itu tidak terlalu panjang, langsung
ke poin utama, menunjukkan kemampuan dan avatar kita, memberi tahu target
apa yang ingin kita capai dengan bergabung ke perusahaan tersebut dan apa
yang kita tawarkan ke perusahaan, mencantumkan ringkasan pengalaman,
prestasi di pekerjaan yang pernah diraih, sertifikasi yang dimiliki,
training serta pendidikan yang berhubungan beserta referensi pendukung.
Tidak perlu menuliskan hal-hal yang tidak perlu seperti: biodata lengkap
seperti tempat tanggal lahir, alamat, agama, foto, status berkeluarga dan
lainnya (informasi pribadi cukup nama, email, dan nomor telepon), hobby
ataupun pengalaman yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Semakin sedikit
informasi pribadi di resume tapi memiliki daya tarik akan menyebabkan
perusahaan yang berminat untuk mencoba mencari tahu lebih banyak dan
menghubungi kita. Ini berarti kita sudah berhasil membuka komunikasi dan
memulai proses pertama dari penyeleksian! Dan pasanglah resume kita di
berbagai tempat informasi pekerjaan seperti Monster, Jobsdb, dan juga di
jejaring sosial di Internet. Pastikan resume kita mengandung kata-kata kunci
yang bisa ditemukan oleh mesin pencari dengan mudah

8. Memperluas Kontak

Penulis percaya bahwa salah satu pendukung utama dalam mendapat pekerjaan
adalah kontak (who you know). Bisa jadi kontak kitalah yang memperkenalkan
kita ke perusahaan atau menjadi referensi ketika perusahaan melakukan proses
verifikasi tentang diri kita. Perluaslah kontak dengan mengikuti mailing
list para profesional IT di luar negri, dan juga manfaatkan jejaring sosial
di Internet seperti LinkedIn. Mailing list seperti indocisco berisi ribuan
profesional jaringan komputer, baik yang berdomisili di dalam maupun luar
negri. Teman-teman Indonesia yang sekarang tinggal di Silicon Valley,
California, USA membentuk mailing list indo-svjobs yang berisi informasi
tentang lowongan kerja di sana, visa kerja, biaya hidup dan informasi
bermanfaat lainnya. Parakontel adalah mailing list yang berisikan para
profesional di bidang telekomunikasi yang banyak bekerja di seluruh penjuru
dunia. Setiap kali bekerja dengan orang lain selalulah menjaga hubungan baik
karena orang tersebut barangkali akan menjadi kontak kita di masa depan.
Jejaring sosial profesional seperti LinkedIn mempermudah untuk menemukan
orang-orang lain yang berprofesi sama dengan kita, dan kita juga bisa
memperluas kontak dengan para rekruiter dari perusahaan sehingga profil kita
bisa dilihat dan ditemukan dengan mudah oleh mereka ketika sedang mencari
calon pekerja

9. Interview Like a Pro

Judul poin ini sengaja ditulis dalam bahasa Inggris untuk mengingatkan bahwa
jika ingin bekerja di luar negri setiap calon pekerja harus bersiap-siap
menghadapi proses interview yang dilakukan dalam bahasa asing! Sebenarnya
ini tidak terlalu sulit karena pertanyaan interview umumnya tidak terlalu
berbeda, dan kita bisa berlatih tanya jawab dalam bahasa Inggris untuk
melancarkannya. Seperti sudah disebutkan di poin pertama di atas, bahasa
akan menjadi lancar jika sering digunakan. Jangan terlalu memikirkan grammar
atau pronounciation ketika sedang berbicara, yang terpenting adalah kita
bisa berkomunikasi untuk menyampaikan ide kita secara lancar. Apalagi untuk
pekerjaan di luar negri umumnya interview di tahap awal dilakukan melalui
telepon, maka ketidaklancaran kita dalam menjawab karena terlalu
berhati-hati dalam berbahasa Inggris bisa menimbulkan persepsi yang berbeda.
Penulis sering mendapat masukan dari rekruiter di luar negri yang menyatakan
bahwa orang Indonesia yang penulis rekomendasikan tidak mampu berkomunikasi
dengan baik. Padahal kenyataannya orang tersebut sangat pintar ketika
melakukan presentasi di Indonesia, dan kesan tersebut didapat hanya karena
kekurang lancaran dia dalam menjawab pertanyaan melalui telepon dalam bahasa
Inggris. Selalulah melakukan riset kecil untuk mencari tahu tentang
perusahaan yang ingin dimasuki. Selain bisa menjadi salah satu bahan diskusi
selama interview ini juga merupakan salah satu bukti bahwa kita benar-benar
tertarik untuk bekerja di sana

10. Menjadi Kontraktor

Di Indonesia menjadi pegawai tidak tetap barangkali nerupakan hal yang
kurang populer dan memiliki konotasi yang kurang baik dibandingkan menjadi
pekerja tetap. Namun di luar negri ini adalah hal yang umum karena banyaknya
perusahaan yang melakukan outsourcing – memberikan bagian pekerjaan tertentu
ke perusahaan lain atau pekerja kontraktor – untuk mengurangi jumlah pegawai
tetap yang mengerjakan pekerjaan tersebut. Suatu perusahaan yang bergerak di
bidang non-IT, misalnya, sering mempekerjakan kontraktor untuk mengurusi
sistem IT nya sehingga pegawai tetap perusahaan tersebut bisa fokus
mengurusi bisnis utama mereka. Di luar sana tidak ada perbedaan status
antara pegawai tetap dan kontraktor. Memang benar bekerja dengan kontrak
berarti ada jangka waktu tertentu dalam bekerja di suatu negara, dan selalu
ada kemungkinan kontrak tersebut tidak diperpanjang sehingga harus mencari
kontrak baru. Namun hal ini biasanya dikompensasi dengan bayaran yang lebih
besar dibanding bekerja sebagai pegawai tetap, dan memiliki keuntungan
karena si kontraktor bisa memilih dan menentukan secara relatif bebas di
kontrak berikutnya dia ingin bekerja untuk siapa dan di negara mana. Umumnya
kontraktor ini bekerja di perusahaan pengguna jasa mereka melalui agen-agen
internasional yang menjadi penghubung. Bergabunglah dengan komunitas
profesional Indonesia yang sudah terbiasa bekerja sebagai kontraktor,
seperti Parakontel, untuk mendapat informasi tentang agen mana yang bisa
dipercaya, untuk mengetahui kisaran harga jasa kontrak sesuai dengan bidang
pekerjaan dan harga di pasaran, sistem pembayaran, visa kerja, biaya hidup
di negara tertentu dan informasi lainnya

Dari milist IndoCisco, oleh Himawan Nugroho

Penulis adalah seorang profesional IT di bidang jaringan komputer yang sudah
bekerja di luar negri sejak awal 2002. Orang Indonesia pertama yang memiliki
sertifikasi profesional CCIE di tiga bidang yang berbeda, penulis sekarang
tinggal di Dubai dan bekerja sebagai Senior Consultant untuk Cisco Systems
International B.V. dengan spesialisasi teknologi Next Generation Networks
dengan cakupan negara-negara Eropa, Timur Tengah, Afrika, Amerika Tengah dan
Latin. Penulis bisa dihubungi melalui email: cisco_freek@yahoo.com. Blog
penulis brokenpipes.blogspot.com dan himawan.blogsome.com

Cara Menjadi Profesional IT di Luar Negri

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s