Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Mayantara



KOMPAS.com – Harapan terbesar dari netizen Indonesia
berdasarkan riset kami adalah untuk mencari informasi dan pengetahuan
terutama untuk kota-kota besar, seperti Jabodetabek dan Surabaya. Dulu,
ada pepatah yang mengatakan “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.”
Di zaman teknologi internet seperti sekarang ini, pepatah ini boleh juga
diganti dengan “Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Mayantara.” Mayantara
sepadan dengan dunia maya alias internet. Maklum saja, internet
merupakan gudangnya informasi dari seluruh belahan dunia. Kita dapat
menemukan apa saja di internet tanpa harus meninggalkan PC, laptop,
maupun ponsel pintar kita.

Sekarang, anak sekolah dengan gampang mengerjakan pekerjaan rumah mereka. Mereka bisa mencari
data-data dari internet. Informasi pendukung apa saja ada di sana. Dulu,
orang bilang bahwa TV merupakan jendela dunia. Sekarang, internet
adalah jendela yang sesungguhnya—jendela yang membuat orang bisa
terkonek apa saja dan siapa saja di belahan bumi manapun. Persis seperti
pintu ajaibnya Doraemon.

MIT (Massachusetts Institute of  Technology)—salah satu universitas terkenal di Amerika—bahkan dengan
sukarela memberikan material-material kelas mereka di internet secara
gratis. MIT terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar mengakses
internet. Dengan gampang, mereka bisa mengunduh materi-materi kelas
pilihan mereka. Tujuan MIT adalah memberikan kesempatan kepada semua
orang di dunia untuk belajar dan memberikan sumbangsih yang positif
terhadap lingkungan di mana pun mereka berada.

Departemen yang menyediakan materi-materinya pun sangat beragam—mulai dari Aeronautics
and Astronautics sampai Writing and Humanistic Studies. Bentuk-bentuk
materinya juga beragam, seperti lecture notes, project and examples, image galleries, assignments and solutions, exams and solutions, online textbooks dan multimedia content.

Jadi,bagi siapa saja yang ingin belajar di luar negeri sepertinya tidak
perlu susah-susah dan membayar mahal. Mereka dapat dengan bangga
mengatakan bahwa mereka adalah murid dari MIT open courses. Walaupun pada kenyataannya mereka tidak pernah meninggalkan Indonesia.

Selain universitas terbuka seperti MIT, blog-blog pun dapat menyajikan
informasi yang bisa berguna bagi orang-orang yang ingin belajar di
Internet. Banyak blog yang dapat diakses oleh semua orang yang
menyediakan informasi-informasi yang diinginkan. Contohnya, blog
http://www.the-marketeers.com di mana para kontributornya adalah orang-orang
yang berkecimpung di dunia marketing. Mereka dengan sukarela berbagi
ilmu, tips dan trik, analisis, dan pengetahuan tentang dunia marketing.

Ingin menjadi seorang MBA? Well, mungkin tidak benar-benar MBA, tapi
mempunyai pengetahuan sama atau bahkan lebih dari seseorang yang sudah
lulus tingkat S2. Ada sebuah situs web http://www.personalmba.com yang
menyediakan kursus dalam bentuk buku-buku yang dapat Anda beli di toko
buku dan melalui buku-buku tersebut Anda bisa saja belajar sendiri
sesuai dengan ritme Anda di rumah. Setelah membaca semua buku dari
daftar yang diberikan, Anda sudah memiliki pengetahuan yang selevel
dengan orang yang sudah lulus S2.

Selain Universitas dan blog, banyak situs-situs web yang memberikan informasi dan pengetahuan.
Ketika teman saya sakit, saya dapat dengan mudah mengakses internet dan
mengetahui dengan jelas penyakit apa yang dia derita, penyebabnya, cara
pencegahannya, dan cara mengobatinya. Bahkan, tidak sedikit
dokter-dokter yang juga mencari informasi tambahan di internet mengenai
penyakit yang diderita oleh seseorang.  Ini dilakukan terutama bila
penyakit tersebut tergolong sebagai penyakit langka.

Seperti di tulisan yang sebelumnya saya tulis bahwa internet adalah pedang bermata
dua. Selain menyajikan hal-hal positif, internet juga tidak sedikit
menyediakan konten-konten yang berpotensi negatif. Yang paling penting
adalah bagaimana kita menggunakannya. Informasi yang ada di internet
akan terus berkembang dan mengikuti zaman. Sungguh beruntung netizen di
zaman sekarang yang tidak perlu mengeluarkan ongkos ke “Negeri China”
untuk belajar. Hanya perlu kurang dari Rp 100 ribu, netizen pun bisa
belajar apa pun di “Negeri China” yang baru—sebuah mayapada tanpa batas
yang menyediakan apa pun yang kita perlukan

Oleh Hermawan Kartajaya (Founder & CEO, MarkPlus, Inc)
bersama Hasanuddin (Chief Operations, MarkPlus Insight)

Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Mayantara

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s