Membuka Nilai Data dengan Unified Comminication


Unified Communications (UC) adalah tentang mengintegrasikan teknologi komunikasi seperti suara, video, email dan teks, agar mereka bekerja bersama untuk mengoptimalkan proses-proses bisnis, akses ke informasi dan mempercepat pengambilan keputusan. Jika dilakukan dengan benar, UC dapat membantu mendorong perkembangan bisnis dengan cara membuat para karyawan lebih produktif dan melontarkan layanan kustomer di atas para pesaing.

Krisis ekonomi telah pergi dari negara ini tapi saat ini iklim usaha masih mengharuskan kehati-hatian fiskal, jadi kita harus ingat bahwa hari-hari ini berat dan sebarang tambahan pengeluaran dalam infrastruktur TI harus bisa dijustifikasi. Kerangka kerja UC didasarkan pada SIP (Session Initiation Protocol) yang dapat dengan mudah mengatasi dilema ini karena memungkinkan organisasi untuk memperluas usia dari kebanyakan elemen infrastrukturnya yang sudah ada (melalui kemampuan SIP) tanpa tambahan investasi yang signifikan. Selain itu, SIP dapat menyediakan fungsionalitas baru dalam bentuk kehadiran yang lebih baik dan  fitur-fitur bermanfaat lainnya. 

Namun, sebuah rangka kerja UC hanyalah sekuat infrastruktur yang ada di bawahnya. Layanan suara, data dan video harus bertumpu di infrastruktur yang sama agar bisa memberikan manfaat maksimal bagi bisnis dalam hal biaya, manajemen dan kesederhanaan.

Di masa lalu, tuntutan akan bandwidth yang lebih banyak dari aplikasi-aplikasi baru menghasilkan (nyaris otomatis) upgrade jaringan. Tapi saat ini justifikasi untuk pendekatan itu jauh lebih sukar. Kita membutuhkan strategi alternatif, yang memadukan kemampuan untuk menggerakkan bisnis ke depan dengan kebutuhan untuk memaksimalkan nilai dari aset jaringan dan mempertahankan anggaran yang seimbang.

Salah satu cara mengatasi kebutuhan akan evolusi dengan biaya adalah dengan melihat lagi arsitektur dari jaringan di bawahnya untuk melihat apakah model yang berbeda tidak hanya akan mengantarkan kinerja, ketahanan dan sekuriti yang dibutuhkan, tetapi juga menyajikannya dengan biaya yang lebih rendah. Tentu saja, jaringan data harus benar-benar solid dan mampu mendeteksi, bereaksi dan memulihkan diri dari kegagalan sebelum para penggunanya mengetahui hal tersebut, tetapi ini tidak harus berharga sangat mahal.

Cara lama mencapai ketahanan jaringan adalah dengan memiliki dua dari apa pun yang ada – satu perangkat atau link untuk mengantarkan layanan dan satu lagi sebagai backup/cadangan. Ini mirip punya satu jalan raya untuk mengalirkan semua lalu lintas, dan sebuah jalan raya cadangan yang hanya dipakai ketika jalan raya yang pertama tidak bisa dipakai karena suatu alasan. Jika terjadi kegagalan, backup mengambil alih dan 100 persen tingkat servis dipertahankan. Masalahnya, dengan pendekatan ini punya dua dari apa pun itu sekali lagi sangatlah mahal. Ini juga pemborosan sumberdaya seperti listrik dan mungkin tidak perlu karena kegagalan biasanya jarang terjadi. Jauh lebih efektif biaya untuk mendapatkan ketahanan melaluii model aktif-aktif yang menyeimbangkan beban total di dua perangkat atau lebih yang lebih kecil secara berbarengan.

UC dan servis-servis terkonvergen lainnya dapat membantu teknologi komunikasi bekerja bersama, tetapi ini juga meningkatkan  jumlah lalu lintas di jaringan. Pada kasus yang ekstrim, ini dapat menyebabkan kongesti yang menurunkan kualitas suara dan video dan memperlambat waktu respon aplikasi. Untuk mencegahnya, jaringan harus mempunyai kemampuan untuk memprioritaskan tipe-tipe data tertentu selama perjalanannya dari si pengirim ke penerima dan memastikan Quality of Service (QoS) bagi aplikasi.

Dalam skenario yang ideal, selalu tersedia cukup bandwidth, sehingga kongesti tidak pernah terjadi, dan pemrioritasan lalu lintas tidak pernah harus ditegakkan. Bahkan dalam skenario-skenario ini, QoS dapat merupakan keuntungan, karena ia juga dipakai untuk memastikan bahwa jaringan digunakan sesuai kapasitasnya, mengurangi kebutuhan untuk pengeluaran tambahan untuk jaringan.

Kebijakan QoS yang diterapkan dengan baik dapat menunda kebutuhan upgrade jaringan selama berbulan-bulan. Ini merupakan solusi yang baik untuk mengatasi peningkatan temporer akan kebutuhan di masa-masa sibuk atau sehari-hari.. QoS dapat menjadi perangkat yang sangat berguna yang memungkinkan deployment dari aplikasi-aplikasi baru atau penurunan biaya bandwidth ketika anggaran sudah sangat ketat.

UC berdiri di atas fondasi data, yang berpotensi mengantarkan banyak manfaat bagi bisnis dalam hal produktivitas dan komunikasi. Tantangannya adalah mengelolanya dengan benar, sehingga ia dapat mendukung bisnis ketika bisnis berkembang dan berubah.

*) Endang Rachmawati, Country Director, Avaya Indonesia 

Membuka Nilai Data dengan Unified Comminication

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s