Minal Aidzin Wal Faidzin, Mulai Dari Nol Lagi Yah…


Mohon DELETE error file-ku di memori hatimu,

SHUTDOWN semua prasangka & khilaf,

RESTART langkah kita dengan bijaksana


“Selamat Lebaran, kembali ke fitrahnya di hari kemenangan,

 Mohon Maaf Lahir & Batin”

Advertisements
Minal Aidzin Wal Faidzin, Mulai Dari Nol Lagi Yah…

2 Ponsel Call Senter Baru Dari Nokia

Kemarin Nokia telah mengumumkan 3 ponsel pintarnya ke pasaran, namun tentu ada sebagian pasar yang kurang bergairah dan tertarik terhadap ponsel tersebut. Untuk apa membeli ponsel dengan fitur canggih dan harga yang terbilang mahal apabila yang kita gunakan hanya untuk telepon dan mungkin sms? Untuk itulah Nokia mengembangkan Nokia 100 dan Nokia 101 ini.

Baik Nokia 101 dan 100 Nokia menawarkan fitur Nokia Life Tools (pasar yang dipilih) dan Nokia Money (di India), menyediakan akses cepat ke informasi yang relevan secara lokal untuk kesehatan, pendidikan, pertanian dan hiburan.


N100

Nokia 100 dan Nokia 101 ini merupakan ponsel ber-OS-kan Series 30. Untuk Nokia 100, ponsel ini merupakan ponsel dengan single sim. Sedangkan Nokia 101 merupakan ponsel dual-sim yang juga menyediakan MP3 Player dengan headset, FM Radio, memori hingga 16GB, game bawaan, serta 3.5mm konektor AV jika pengguna ingin mendengar dengan speaker yang lebih baik . Keunggulan Nokia 101 ini adalah ponsel ini dapat menyimpan hingga 5 address book ( maksimal 5 sim-card) yang terpisah dan berlainan serta memiliki detil tersendiri untuk tiap pengguna.

N101

Untuk tampilan, Nokia 101 hadir dengan tampilan ikon dengan sistem grid, membantu pengguna yang tidak bisa membaca. Tentu fitur senter akan hadir di ponsel ini,dimana fitur ini amat membantu jika pengguna sedang berada pada tempat minim listrik. Baterai pada ponsel ini tahan hingga 6 jam talk-time dan 25 hari dalam keadaan standby.

Ponsel Nokia 101 akan tersedia pada kuartal ketiga tahun 2011 dengan harga US$ 35 dan hadir dalam warna Black Phantom dan Coral Red. Sementara Nokia 100 akan tersedia pada kuartal keempat tahun 2011 dengan harga US$ 30 dan hadir dalam berbagai warna-warna cerah termasuk Legion Blue, Festival Pink, Blue Ocean, Phantom Black dan Coral Red.

 

Nokia 100 Full Features and Specifications:

  • Network: GSM 900/1800 MHz
  • OS: Series 30
  • Dimension: 110×45.5×14.9 mm
  • Display: 1.8 inch Color LCD Screen
  • 120×160 pixels screen resolution
  • FM Radio
  • 3.5mm Nokia Audio Connector
  • Nokia Money and Nokia Life Tools
  • Flash Light
  • Alarm Clock, Calendar, Games
  • SMS
  • Talktime: Up to 6.7 hours of Talk time
  • Stand-By time: Up to 25 days of Standby time
  • Weight: 69.6 grams
2 Ponsel Call Senter Baru Dari Nokia

Firefox 6.0, Fresh from Oven


CALIFORNIA – Mozilla baru saja meluncurkan versi terbaru dari browser-nya, yakni Firefox 6, yang menawarkan keamanan yang lebih baik.

Seperti yang dikutip dari ITP, Kamis (18/8/2011), Firefox 6 mungkin tidak memiliki tampilan serta ‘feel’ yang berbeda dari versi sebelumnya, namun dikatakan bahwa browser tersebut didesain untuk menawarkan keamanan yang lebih baik, serta telah memperbaiki sejumlah bug.

Versi terbaru Firefox tersebut juga sudah termasuk fitur site-spesific permissions, sehingga pengguna bisa lebih mengendalikan penerimaan cookies, lokasi sharing, pop-ups password dan penyimpanan data, sehingga memudahkan situs-situs terpercaya terbuka lebih mudah tanpa harus memunculkan permisi dulu.

Beberapa peningkatan yang juga ada di Firefox 6 adalah enhanced site identitiy block; yang memudahkan pengguna untuk mendapat informasi kalau situs yang mereka lihat adalah situs yang aman, serta tambahan Firefox Sync untuk mensinkronisasikan favorite dan setting antara desktop dengan browser versi dekstop dengan versi mobile.

Dikatakan pula oleh pihak Mozilla bahwa Firefox 6 juga memperbaiki 10 bugs dari versi sebelumnya, yakni Firefox 5.

Selain itu, Mozilla juga baru meluncurkan sebuah versi baru browser Firefox untuk platform Android.

(ATA)

Download disini

Firefox 6.0, Fresh from Oven

Challenger, Karena Tak Semua Doa Dikabulkan.

 

Pagi itu ribuan orang datang di sebuah tempat yang sudah ditentukan. Buatku ini adalah awal dari sebuah sejarah.

Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot.

Namun, sesuatu pun terjadi. Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challenger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA.  Yang membuat aku tidak bisa berbicara adalah pengumuman bahwa aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center

Ada 43.000 pelamar pada saat itu, kemudian menjadi 10.000 orang, dan sekarang aku menjadi bagian dari 100 orang yg berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yg bisa melewati ujian akhir ini?

Kemudian, tibalah berita yang sangat menghancurkan itu, NASA memilih Christina McAufliffe.
Aku kalah!!
Impian hidupku hancur.
Aku mengalami depresi.
Rasa percaya diriku lenyap, dan rasa amarah menggantikan kebahagiaanku.
Aku mempertanyakan smuanya.
Kenapa?
Kenapa bukan aku?
Bagian diriku mana yang kurang?
Mengapa aku diperlakukan kejam?

Aku berpaling pada ayahku. Namun katanya, “Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986,
Aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challenger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali.

Sebenarnya aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? Aku benar-benar merasakan sakit yang luar biasa ketika melihat sebuah impianku tidak bersisa.


73 detik kemudian, semua pertanyaanku terjawab dan  menghapus semua keraguanku saat Challenger meledak dan menewaskan semua 7 crew didalamnya. Aku teringat kata ayahku, ”Semua terjadi karena suatu alasan.”

Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu walau aku sangat menginginkannya, karena ada alasan lain untuk kehadiranku dibumi ini.

Aku memiliki misi lain dalam hidup.
Aku tidak kalah.
Aku seorang pemenang.
Aku menang karena aku telah kalah.
Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur karena tak semua doaku dikabulkan.

***

Terkadang apa yang menjadi impian terbesar kita – dimana kita mencurahkan semuanya untuk bisa menggapainya dengan cepat.Tapi, terkadang secepat kilat juga impian itu hilang karena sesuatu yang tidak pernah kita duga. Namun, hal yang perlu diingat ketika semuanya hilang adalah “semua terjadi karena suatu alasan”.

(Sebuah kutipan dari buku harian Frank Slazak)

Challenger, Karena Tak Semua Doa Dikabulkan.

4 Gaya Manajemen & Situational Leadership

Apakah anda sekarang sedang mencari-cari gaya manajemen yang dapat anda terapkan pada seluruh karyawan anda? Okay, sebaiknya anda hentikan saja usaha anda. Mengapa? Karena ada kesepakatan di antara para ahli manajemen yang menyatakan bahwa tak ada satu gaya pun yang paling baik. Malah, jauh lebih efektif bila anda menggunakan beberapa gaya manajemen.

Pendekatan ini, yang dikenal dengan “situational leadership” atau kepemimpinan situasional, meminta manajer untuk mengubah-ubah gaya kemanajemenannya tergantung pada jawaban atas dua pertanyaan berikut:

Seberapa kompeten karyawan anda menyelesaikan tugas-tugasnya?

Seberapa mandiri karyawan anda melakukan tugas-tugasnya sendiri?

Keefektifan dari seorang manajer tidak ditentukan oleh gaya apa yang cocok bagi dirinya, melainkan apakah gaya manajemen tersebut cocok lagi karyawannya.

Kepemimpinan situasional terdiri dari empat macam gaya.

1–Pertama disebut “directing” / pengarahan.

Gaya ini dicirikan dengan memberikan instruksi kepada karyawan, melakukan supervisi yang ketat atas kinerja mereka, dan melakukan hampir semua pengambilan keputusan dan pemecahan masalah oleh anda sendiri. Gaya ini cocok diterapkan pada mereka yang baru bekerja pada suatu proyek, atau mereka yang tidak memiliki kemampuan dan kinerja cukup baik, atau bila anda berada dalam suatu krisi dan tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan konsultasi dengan karyawan anda. Bagaimana pun, manajer yang menggunakan gaya ini terus-menerus akan mudah dipandang sebagai manajer yang otokratik.

2–Kedua disebut dengan “cosultative atau coaching” / konsultasi atau bimbingan.

Gaya ini meminta manajer untuk tetap memberikan pengarahan tetapi mulai melibatkan karyawan lebih banyak dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Gaya ini disempurnakan dengan meminta opini pribadi karyawan, mengajukan pertanyaan untuk dijawab, dan menunjukkan minat anda pada mereka sebagai seorang individu. Gaya ini cocok diterapkan bila karyawan anda bukan lagi seorang pemula tetapi belum mencapai tingkat ketrampilan tinggi atau belum memiliki kepercayaan diri atas kemampuannya dalam menangani tugas-tugas mereka.

3–Ketiga disebut dengan “supporting” / dukungan

Anda menggunakan gaya ini bila karyawan anda mampu melakukan tugas-tugas mereka namun tidak cukup memiliki kepercayaan diri. Dalam hal ini, peran anda adalah menguatkan suara mereka dan menjadi mitra diskusi bagi pemecahan masalah. Anda bukan orang yang wajib memecahkan masalahnya tetapi anda memberikan dukungan serta keberanian agar mereka mampu memecahkan masalah itu sendiri. Dengan melakukan ini anda akan meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri karyawan anda.

4–Keempat disebut dengan “delegating” / delegasi

Anda menggunakan gaya ini pada karyawan yang telah trampil dan memiliki kepercayaan diri atas kemampuan mereka melakukan tugas-tugasnya. Dalam banyak hal, karyawan pada tingkat ini mampu me-manage diri sendiri dan hanya datang pada anda untuk membicarakan proyek baru, tugas-tugas baru atau mereka membutuhkan bantuan anda. Bagaimana pun, tetaplah diingat bahwa jika anda menggunakan gaya ini sebelum karyawan anda benar-benar siap, mereka malah akan merasa anda sedang bertingkah seperti bos saja.

Memilih Gaya Manajemen

Memilih gaya mana yang tepat dengan karyawan anda adalah bagaimana anda menilai kecapakan dan kemandirian karyawan dalam melakukan tugas-tugas mereka. Bila ketrampilan karyawan adalah rendah, gunakan lebih banyak gaya “directing”. Bila karyawan anda tampaknya cukup kompeten, gunakan gaya “coaching”. Bila karyawan anda benar-benar kompeten tetapi tak cukup berani, pilihlah gaya “supporting”. Dan, jika karyawan anda benar-benar trampil serta berani mengambil keputusan, gunakan gaya “delegating”

Memilih gaya yang tepat bukan hal yang mudah. Bila anda menggunakan gaya yang keliru anda akan menciptakan masalah produktivitas dan moral. Sebagai misal, menggunakan gaya “directing” pada karyawan yang telah kompeten akan mengakibatkan penurunan kepercayaan diri dan kemampuannya, bahkan mungkin mereka menganggap andalah yang tidak memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk memanaje mereka. Sebaliknya, menggunakan gaya “supporting” atau “delegating” pada karyawan yang tidak kompeten akan mendorong karyawan dan anda sendiri jatuh pada kegagalan. Dengan menentukan secara tepat bagaimanakah kondisi karyawan anda serta menyesuaikan kebutuhannya dengan gaya manajemen yang tepat, maka anda dan karyawan anda akan dapat mencapai tujuan dengan memuaskan.

4 Gaya Manajemen & Situational Leadership

VPad10, Tablet PC Dual OS

NEW YORK – Bingung memilih tablet berbasis Android atau Windows? Kini anda bisa mendapatkan keduanya pada ViewPad 10pro, tablet anyar keluaran manufaktur elektonik asal Amerika Serikat.
 
Bukan hanya memiliki dua OS, ViewPad 10pro juga merupakan tablet pertama yang dipersenjatai prosesor Atom 1,5GHz anyar Z670 dari Intel. Didesain khusus untuk tablet PC, prosesor baru ini akan meminimalisir konsumsi daya serta memungkinkan desain produk yang lebih kecil dan tipis.
 
“Kami mendengarkan (keinginan) konsumen kami. Kami membuat antarmuka dual-OS di ViewPad 10pro secepat dan seintuitif mungkin. Selain itu, kami juga bermitra dengan pemimpin industri CPU, Intel, untuk menghadirkan inovasi dan desain terba! ru,” papar Vice President of Business Development ViewSonic, Michael Holstein, seperti disitat Cellular News, Rabu (17/8/2011).
 

ViewPad mengusung platform Android 2.3 Gingerbread yang berjalan seperti aplikasi di atas sistem operasi Windows 7. Pengguna hanya perlu melakukan tap pada icon Android di layar untuk beralih ke OS Gingerbread.
 
ViewSonic menyediakan dua pilihan konfigurasi untuk tablet inovatif ini. Yaitu platform Windows 7 Professional dan Android 2.3 dengan kapasitas 32GB yang dihargai sekira USD699, atau platform Windows 7 Premium dan Android 2.3 dengan kapasitas 16GB dan diperkirakan bakal dibanderol USD599.
 
Belum jelas kapan tepatnya tablet ini akan meluncur ke pasaran. Namun sejumlah sumber menyebut bahwa ViewSonic bakal mulai menjualnya akhir Agustus nanti.


DISPLAY

Type 10.1″ Capacitive multi-touch screen LCD with LED backlight
Resolution 1024×600
Brightness 200 cd/m2 (NITS)
Contrast Ratio 500:1

NETWORKING

Wireless Connectivity Wi-Fi (802.11 b/g/n), Bluetooth 2.1 + EDR

DIMENSIONS (WxHxD)

Physical 10.7″ x 6.7″ x 0.58″ (WxHxD) (263mm x 170mm x 14.8mm)
Packaging 12.8″ x 9.5″ x 3.4″ (WxHxD) (325mm x 240mm x 85mm)

WEIGHT

Net 1.97 lb. (0.8 kg)
Gross 3.98 lb. (1.8 kg)

PACKAGE CONTENTS

ViewPad 10pro, power cord, Quick Start Guide, User Guide, CD System Recovery for Windows Driver, CD System Recovery for Android

WARRANTY

1-year limited warrranty on parts and labor

CAMERA

1.3 megapixel camera (front)

CORE

CPU Processor Type Intel Oak Trail Atom Z670 1.5GHz
Chipset SM35 Intel® embedded DX9

MEMORY

V10P_1BN7HUS6_01: 2GB DDR2, 16GB SSD V10P_1BN7PUS6_02: 2GB DDR2, 32GB SSD

INPUT/OUTPUT

3.5mm audio jack for stereo headset, USB 2.0 port, mini HDMI port, Micro SD card slot

Memory

Micro SD card reader up to 32gb

SENSOR

Types G-Sensor, Light Sensor

BATTERY

Type 2 cell 5000 mAh
Life Up to 8 hrs

Operating System

Dual OS V10P_1BN7HUS6_01: Windows 7 Home Premium with Android V10P_1BN7PUS6_02: Windows 7 Professional with Android


VPad10, Tablet PC Dual OS

The Progress Principle

Kekuatan motivasional apa yang mendorong karyawan untuk serius bekerja? Di mata kebanyakan para manajer, ada dua yang menonjol, yakni insentif dan pengakuan. Setidaknya, begitulah yang didapat oleh Teresa Amabile dalam surveinya terhadap 700 manajer dari berbagai perusahaan di seluruh dunia. Hanya 5% manajer yang meletakkan kemajuan sebagai kekuatan motivasional nomor satu.

Namun, dari studinya baru-baru ini, Teresa menemukan sesuatu yang niscaya mengejutkan para manajer. Dari hampir 12 ribu catatan kerja harian yang ia gali, guru besar Harvard Business School ini menemukan bahwa satu-satunya hal terpenting yang mendorong keterlibatan karyawan (employee engagement) ialah kemajuan. Inilah yang kemudian dituangkan oleh Teresa menjadi buku The Progress Principle yang terbit belum lama ini.

Para manajer, kata Teresa, kurang menyadari betapa penting kemajuan bagi motivasi manusia. Bahkan, inilah rahasia pertama mengapa video game berkembang pesat. Para desainernya menciptakan cara agar para pemain video game terus terlibat dalam permainan ini.

Desainer meletakkan indikator kemajuan dan penanda tercapainya suatu target (achievement marker). Secara virtual, semua video game memiliki fitur “progress bar” yang secara tetap muncul di layar, sehingga pemain setiap saat bisa melihatnya. Inilah yang membuat mereka mengetahui sudah sampai level mana kemampuan bermain mereka. Pemain mengetahui pula, seberapa dekat lagi mereka dengan tujuan yang ingin dicapai.

Penanda tertentu dalam permainan ini, misalnya medali atau pedang sakti, hanya dapat diperoleh bila pemain menguasai tugas tertentu. Dan dalam online game, yang dimainkan secara bersama oleh beberapa pemain, indikator kemajuan dan pencapaian prestasi itu bisa dilihat oleh mereka bersama-sama.

Menariknya, dari studi Teresa ini ditemukan bahwa ada sebuah perusahaan yang telah mengadopsi pola yang dikembangkan oleh para desainer video game ini. Semua pemimpin di semua jenjang organisasi perusahaan ini, mulai dari general manager (GM) sampai pemimpin tim, secara konsisten menerapkan prinsip yang mendasari pola itu, yang disebut oleh Teresa sebagai “prinsip kemajuan”.

Dari studinya itu, Teresa mendapati ada tiga prinsip yang diterapkan oleh perusahaan tersebut. Pertama, jaga agar kemajuan harian menjadi agenda mental Anda. Sebelum menandai kemajuan, tentu saja orang mesti benar-benar membuat kemajuan. Jadi, langkah pertamanya ialah menyokong kemajuan setiap hari, dengan menciptakan apa yang disebut “iklim perhatian.”

Yang dimaksud dengan iklim perhatian ialah setiap hari setiap orang fokus pada pekerjaannya dan perusahaan berusaha keras memfasilitasi kemajuan pekerjaan ini. Para manajer mengajukan tantangan konstruktif kepada anggota tim mengenai apa yang sanggup dan telah mereka kerjakan.

Kedua, temukan kemenangan-kemenangan kecil, di dalam kemunduran sekalipun. Teresa mencontohkan, pekerjaan pengembangan produk yang jadi tanggung jawab tim sangatlah sukar, dan mereka kerap mengalami kemunduran. Dalam situasi seperti ini, para manajer justru berperan menciptakan apa yang disebut “keselamatan psikologis,” di mana orang tidak takut bakal dihukum bila mereka mengakui kesalahan atau menemui kegagalan dalam mencoba ide baru. Prinsip ini, sepanjang pengetahuan saya, sudah diterapkan di lingkungan Toyota.

Ketiga, tandai kemajuan yang dicapai. Misalnya saja, dalam rapat mingguan tim mencatat kemajuan apa yang sudah dicapai; seberapa jauh lagi jaraknya dari target. Tim juga menganalisis dan menarik pelajaran dari kemunduran yang dijumpai serta melakukan koreksi. Dengan cara inilah, anggota tim termotivasi untuk terus bergerak maju menuju sasaran. Dengan merasakan kemajuan demi kemajuan yang mereka peroleh dari hari ke hari, anggota tim termotivasi untuk terlibat aktif dalam pekerjaan mereka.

Pendeknya, buatlah kemajuan setiap hari. Betapapun kecil kemajuan itu. ***

The Progress Principle