Attendance Management Dengan RFID


RFID Reader

Setelah mencoba Absensi menggunakan mesin Sidik Jari dan gagal, kami kemudian melirik ke teknologi RFID. Setelah browsing, pengumpulan data dan observasi, akhirnya kami berkesempatan mencoba untuk mengimplementasikan Absensi mengunakan RFID.

Pendaftaran kartu absen dapat dilakukan dengan mudah dan jauh lebih cepat dibandingkan dengan pendaftaran sidik jari. Cara kerjanya adalah sebagai berikut:

  • Kartu absen (Proximity card) mempunyai 10 digit nomor unik. Nomor ini yang akan dibaca dan dikenal oleh mesin.
  • Untuk menghubungkan data Kartu dengan data karyawan, maka Kartu harus diisi Nomor Induk Karyawan (NIK), berupa 9 digit (max) angka. Hanya angka, tidak boleh huruf. Karena NIK kami terkandung huruf di dalamnya, maka dibuat ‘PIN converter’ berupa 4 angka nik per karyawan. 4 angka ini yang akan disimpan dalam database, untuk kemudian disambungkan dengan NIK.

Cardnetic –> 10 Digit S/N Card –> Pin Converter –> NIK à Database

  • Pendaftaran (enroll) 1 kartu membutuhkan waktu sekitar 10-15 detik, dan hampir tidak ada gagal enroll. Setelah semua kartu didaftarkan, kartu tersebut kemudian dibagikan kepada seluruh karyawan.

Sebelum pelaksanaan, hal yang wajib dilakukan adalah melakukan sosialisasi untuk ‘mempromosikan’ teknologi baru ini kepada para karyawan. Banyak sekali pertanyaan2 yang dilontarkan para karyawan. Bagi kami, pertanyaan-pertanyaan ini adalah tanda yang baik karena dengan banyaknya pertanyaan, berarti mereka mempunyai antusias yang tinggi untuk menggunakan kartu RFID untuk absen. Setelah penjelasan dan pemberian contoh bagaimana cara mengabsen, perawatan kartu dsb, akhirnya kartu tersebut diujicoba.

Implementasi berjalan sangat baik. Waktu untuk membaca kartu bisa sangat cepat, bisa mencapai1 detik per kartu. Antrean tetap terjadi, tapi dalam keadaan berjalan tetap maju perlahan.

Secara keseluruhan, kami cukup puas dengan performance menggunakan teknologi RFID untuk Absensi. Namun ada saja kendala yang terjadi, yaitu:

  1. Budaya karyawan nakal yang seringkali ‘titip absen’ kembali terjadi.
  2. Kartu absensi yang tertinggal, menyebabkan karyawan tidak bisa absen.
  3. Beberapa kartu “mati” artinya, sama sekali tidak bisa dideteksi oleh mesin cardnetic.

Sumber

Attendance Management Dengan RFID

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s