Indonesia : Blackberry Nation ?


Sejak kemunculannya pertama kali, BlackBerry menjadi handphone yang mutakhir. BlacKBerry muncul dengan mengandalkan fitur push email serta fasilitas messenger miliknya, BlackBerry Messenger (BBM). Alhasil dengan kemunculannya tersebut, BlackBerry pun berhasil mengalahkan Nokia sebagai handphone favorit di Indonesia.

Gelar sebagai handphone favorit ini pun dibuktikan dengan angka statistik pengguna BlackBerry di Indonesia. Bayangkan saja, pada tahun 2011, tepatnya pada bulan Juli Telkomsel mengumumkan bahwa pelanggan BlackBerry dalam jaringannya mencapai 1,99 juta pelanggan. Jumlah tersebut meningkat jauh dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 960 ribu orang. Pengguna handphone favorit BlackBerry dari operator telepon XL pun tak kalah banyak. Pada tahun yang sama, mereka mencatat terdapat 1,2 juta pelanggan paket BlackBerry XL. Jumlah ini belum ditambah dengan pelanggan dari operator lain, seperti Indosat, Axis dan Three.

Kala masih dipegang oleh CEO Mark Lazaridis, Indonesia pun menjadi negara yang cukup diperhitungkan oleh Research in Motion (RIM). Hal tersebut dibuktikan dengan peluncuran handphone favorit BlackBerry model terbaru, yakni BlackBerry 9790 Bellagio yang pertama kali diluncurkan di tanah air. Tak ayal, ribuan orang pun rela berdesak-desakan untuk menjadi pengguna handphone BlackBerry 9790 Bellagio pertama di Indonesia. Alhasil, karena jumlah pengunjung yang terlalu banyak dan over kapasitas, maka peluncuran itu pun ditunda. Bahkan terdapat beberapa korban terluka akibat proses peluncuran handphone BlackBerry Bellagio 9790 itu.

Hal ini tentu saja mengukuhkan keberadaan BlackBerry sebagai handphone favorit di Indonesia. Coba saja bayangkan kejadian serupa apakah pernah terjadi untuk peluncuran handphone lain? Peluncuran iPhone 4S beberapa waktu lalu pun tak dikunjungi oleh banyak orang seperti pada peluncuran Bellagio 9790. Terlebih kemunculan handphone Android terbaru, jelas tak bisa menyaingi kejadian peluncuran handphone BlackBerry tersebut.

Namun, langkah BlackBerry sepertinya mengalami tren positif di dunia. Rentetan kejadian buruk menimpa produsen handphone favorit Indonesia yang berbasis di Kanada tersebut. BBX yang digadang-gadang menjadi OS BlackBerry terbaru pun gagal. Bahkan ujung-ujungnya, penamaan BBX pun dipermasalahkan. Akhirnya, RIM pun memberi nama baru bagi BBX, yakni BlackBerry 10. Kejadian buruk lain tak berhenti di situ. Tak selang beberapa lama, sebuah perusahaan asal Kanada bernama Bureau of Broadcast Management yang disingkat BBM pun menuntut penggunaan nama BBM oleh BlackBerry. Hingga kini, permasalahan ini pun masih belum terselesaikan.

Ujung dari drama perjalanan BlackBerry pun memunculkan Thorsten Heins sebagai Chief Executif Officer (CEO) baru menggantikan co-COE Mike Lazaridis dan Jim Balsillie. Pergantian CEO itupun diharapkan dapat mengembalikan hegemoni BlackBerry di mata dunia. Memang, sejak peluncuran BlackBerry Curve 9830 dan BlackBerry Bellagio 9790, RIM belum meluncurkan handphone terbaru lain. Hal ini pun semakin mengerucutkan makna ‘Research’ dalam nama RIM.

Ketika RIM sedang berduka, produsen elektronik lain pun berlomba-lomba untuk memunculkan kreasi terbarunya. Di satu sisi, Google meluncurkan OS Android terbarunya, yakni Android Ice Cream Sandwich 4.0. Deretan handphone Android baru pun bermunculan. Tak hanya menghadirkan OS baru, handphone-handphone Android itu hadir dengan desain yang aduhai. Hal ini terbukti dengan kemunculan Huawei Ascend yang diklaim sebagai handphone tertipis di dunia.

Di pihak lain, Nokia pun menyiapkan segala upaya untuk kembali menjadi produsen handphone terfavorit. Setelah gagal menarik perhatian publik dengan Nokia N9 yang menggunakan OS Meego, mereka pun beralih memakai OS milik Microsoft, yakni Windows Phone. Saat ini, total mereka telah memperkenalkan tiga jenis handphone berbasis Windows Phone, yakni Nokia Lumia 710, Lumia 800 serta Lumia 900.

Apple tak pula ketinggalan. Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs ini pun ingin tampil sebagai handphone favorit. Hal tersebut terbukti dengan kemunculan iPhone 4S yang tampil dengan teknologi asisten suara Siri. Kemunculan teknologi terbaru ini pun seolah membuat produsen lain menjiplaknya. Tak ayal, di Android Market pun bermunculan berbagai jenis aplikasi Siri-like.

Dengan deretan fakta di atas, tentunya menjadi pertanyaan besar, apakah BlackBerry masih layak menjadi handphone favorit di Indonesia? Tentunya hal ini bergantung pada jawaban dari masing-masing personal. [IB]-paseban.com

Indonesia : Blackberry Nation ?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s