PearOS : Ubuntu Rasa Mac OS


Jika Anda menyukai Ubuntu tetapi ingin merasakan sensasi Mac OS, silakan mencoba Pear OS Linux versi 3.0.

Pear OS sengaja dibuat dengan nuansa Mac OS oleh pengembangnya. Coba lihat nama OS versi 3.0 ini yaitu Panther, mirip dengan yang digunakan Mac OS. Begitu pula dengan slogan yang diusungnya, “Think Totally Different”, plesetan dari “Think Different” milik Apple. Logo buah pir tergigit juga terinspirasi dari logo Apple.

Pear OS Linux 3.0 merupakan pengembangan dari Ubuntu 11.10 yang dibuat oleh David Tavares asal Perancis. Meski turunan Ubuntu 11.10, distro ini tidak menggunakan desktop manager Unity dan memilih Gnome 3.2 yang lebih sederhana, mudah, dan memiliki tampilan menarik.

Karena berbasis Ubuntu 11.10, Pear menggunakan proses instalasi yang sama dengan Ubuntu “asli” yakni Ubiquity Installer. Asyiknya, dari sini Anda tidak akan menemui kesulitan saat melakukan instalasi, baik instalasi mandiri maupun dalam modus dual boot dengan Windows atau OS (baca: distro) lain. Jika Anda awam mengenai partisi hard disk, instalasi ini menyediakan pilihan secara otomatis dan Anda tinggal mengikuti wizard yang ada.

Pear OS menggunakan tampilan seperti Mac OS. Yang paling jelas terlihat yaitu tampilan application launcher bergaya dock. Jika menjelajah lebih dalam, Anda juga akan menemui tampilan yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa agar bernuansa Mac OS. Beberapa pintasan pada dock telah terpasang secara default seperti Finder yang merupakan explorer dan Launchpad yang merupakan modifikasi slingshot launcher milik Ubuntu.

Pear OS juga menyediakan aplikasi pencadangan (backup) dengan nama Back In Time. Fungsinya mirip dengan Time Machine milik Apple atau System Restore pada Windows. Sebagai peramban bawaan, digunakanlah Opera versi 11.60. Untuk menjalankan berkas audio, tersedia aplikasi Clementine.

Awalnya, Pear dibuat untuk sistem berbasis 64-bit. Namun, versi anyarnya menyediakan pula versi 32-bit. Versi 64-bit memiliki ukuran 1 GB dan versi 32-bit hanya sekitar 900 MB. Besarnya kapasitas tersebut karena Pear telah menyertakan beberapa codec repository sehingga Anda tidak perlu lagi mengunduhnya secara manual.

Sayangnya, berkas instalasi yang berukuran cukup besar itu masih belum menyertakan aplikasi paket pengolahan dokumen, seperti OpenOffice atau Libre Office. Untuk aktivitas mengetik, hanya tersedia aplikasi Ed, Nano, sedangkan untuk membaca berkas PDF tersedia aplikasi Pear-PDF-Viewer.

Download PearOS dari Sourceforge

PearOS : Ubuntu Rasa Mac OS

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s