Cloud Computing Apakah Itu?


cloud-computing-1
Cloud Computing adalah sebuah model komputasi / computing, dimana sumber daya seperti processor / computing power, storage, network, dan software menjadi abstrak dan diberikan sebagai layann di jaringan / internet menggunakan pola akses remote.

Model billing dari layanan ini umumnya mirip dengan modem layanan publik. Ketersediaan on-demand sesuai kebutuhkan, mudah untuk di kontrol, dinamik dan skalabilitas yang hampir tanpa limit adalah beberapa atribut penting dari cloud computing.Sebuah setup infrastruktur model cloud computing biasanya di kenali sebagai ‘Cloud’.

Kekurangan dan kelebihan Cloud

Kelebihan : Hampir tak terbatas kapasitas penyimpanan, terpusat / standardata lokasi dan format memungkinkan untuk portabilitas tinggi untuk aplikasi dan data, dan Sedikit awal dan biaya pemeliharaan.

Kekurangan : Kecepatan akses dibatasi oleh kecepatan akses internet dan sedikit kustomisasi aplikasi yang tersedia.

cloud_computing_pros_cons_big

Yang menarik dari Cloud Computing berbeda dengan server konvensional terutama:

  • Secara fisik berupa kumpulan hardware / server yang tersambung dalam sebuah jaringan (LAN / WAN). Tetapi dari sisi, pengguna dapat melihat sebagai sebuah komputer besar.
  • Idealnya tidak ada batasan dengan kapasitas processor, kapasitas harddisk dan kapasitas memory.
  • Idealnya tidak ada batasan dengan berapa jumlah “hosting” server yang berjalan di belakangnya.
  •  Menambahkan sebuah “hosting” hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.
  • Jika ada kekurangan resource (sumber daya), baik itu processor, harddisk maupun memory, kitadapat dengan mudah sekali menambahkan server tambahan dan langsung dapat berintegrasi kejaringan cloud. Butuh waktu sekitar 20 menit-an untuk menyiapkan server kosong / baru untukdapat berintegrasi ke jaringan cloud

cloudcomputing-sas-pas-ias

Berikut adalah beberapa kategori layanan yang tersedia dari sebuah ‘Cloud’ seperti:

  • Infrastructure As A Services (IAAS)
  • Platform As A Service (PAAS)
  • Software As A Service (SAAS)

‘Cloud’ ini biasanya tersedia sebagai layanan kepada siapa saja di Internet. Akan tetapi, varian yang di sebut ‘Private Cloud’ semakin populer untuk infrastruktur pribadi / private yang mempunyai atribut seperti ‘Cloud’ di atas.

Cloud computing berbeda dengan Grid computing atau Paralel Computing, dimana Grid computing dan Paralel computing adalah lebih merupakan sebuah bagian dari prasarana fisik bagi penyediaan konsep Cloud computing.

Perangkat Lunak Cloud Computing

Belakangan ini dikembangkan sebuah bentuk nyata (atau setidaknya sebuah common platform/bentuk umum) dari konsep Cloud Computing agar dapat di-implementasikan secara umum dan lebih luas,seperti contoh berikut :

  •  Ubuntu Enterprise Cloud (UEC)
  •  Proxmox
  •  OpenStack
  •  OpenNebula
  •  Eucalyptus

Engine utama dalam cloud computing sebetulnya adalah aplikasi virtualisasi di sisi server, seperti,

  •  KVM
  •  QEMU
  •  Xen

Ada dua (2) teknologi yang bisa di gunakan  yakni :

Walaupun sebetulnya kedua-nya sama-sama menggunakan Eucalyptus dan KVM atau Xen di dalamnya.Secara umum UEC lebih mengerikan untuk digunakan karena semua interface-nya menggunakan Command Line Interface (CLI) alias text.Jadi untuk pemula mungkin akan sangat tidak nyaman.
Walaupun bagi yang biasa menggunakan text sebetulnya enak sekali menggunakan UEC ini. UEC membutuhkan minimal dua (2) Server untuk bisa operasional. Salah satu Server-nya harus menggunakan processor kelas Xeon.

Untungnya … [ Indonesia banget🙂 ….]  ada Proxmox

proxmox1

Proxmox buatan Jerman menggunakan Grafik User Interface (GUI) melalui Web sehingga sangat mudah untuk di operasikan. Cantiknya Proxmox minimal menggunakan SATU server kelas Xeon.Bagi anda yang tidak mau pusing kepala sangat di sarankan untuk menggunakan Proxmox.

Proxmox VE adalah Distro linux berbasis Debian(x86_64) yang dibuat khusus sebagai hypervisor atau disebut juga Virtual Machine Manager (VMM) tipe 1 (bare metal).

Hypervisor

  • Tipe 1 (barel metal) Hypervisor yang berjalan langsung di atas perangkat keras yang kita miliki, contohnya VMware ESXi.  Selain Proxmox yang menggunakan KVM, beberapa yang ternama yaitu Oracle VM untuk SPARC, XenServer Citrix dan Microsoft Hyper-V.
  • Tipe 2 (host) Hypervisor berjalan di dalam Sistem Operasi. Dengan lapisan hypervisor sebagai tingkat perangkat lunak yang berbeda. Contoh dari tipe ini adalah VMware Workstation dan VirtualBox.

Dari keterangan di atas diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hypervisor sebagai software infrastruktur virtual yang dapat dijadikan pendukung layanan Cloud Computing.

Proxmox secara default menyertakan OpenVZ dan KVM (Kernel-based Virtual Machine) dan disediakan dalam mode CLI (Command Line Interface)/modus teks. Proses administrasinya dilakukan menggunakan akses web dengan plugin Java.

Sumber : OWP , dll.

Cloud Computing Apakah Itu?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s