Octa Core 4G = Smartphone 2014

Teknologi semiconductor semakin dasyat…

mediatek

Mediatek sudah mengumumkan chip MT6592 sejak beberapa bulan lalu, baru kemarin mereka resmi merilis chipset tersebut. Keistimewaan chip ini adalah memiliki 8 inti prosesor yang benar-benar berjalan semuanya.

 Sehingga Mediatek mengklaimnya sebagai chip 8 core sejati. Chipset yang diproduksi dengan menggunakan metode 28nm ini akan menggunakan 8 buah core Cortec A7 dan memiliki kemampuan Heterogeneous Multi-Processing untuk membuatnya mampu beroperasi seluruhnya secara bersamaan.
mediatek2
MEDIATEK vs SNAPDRAGON

Berdasarkan laporan dari GizChina, chipset MediaTek MT6592 octa-core dengan kecepatan 2GHz mampu menghasilkan skor 32.606 poin di AnTuTu benchmark. Ini hampir mengimbangi Snapdragon 800 yang menghasilkan skor yang bervariasi antara 31.000 hingga 35.000 poin.

Tak hanya itu, MediaTek MT6592 juga pamer kekuatan dan performa di kecepatan yang lebih rendah, yakni 1,7GHz. Skor yang dihasilkan oleh chipset 8 core MediaTek MT6592 dengan kecepatan 1,7GHz masih cukup tinggi di AnTuTu benchmark, yakni hampir 30.000 poin.

MEDIATEK vs EXYNOS

Chipset MediaTek MT6592 ini mengusung prosesor 8 core ARM Cortex-A7 dengan kecepatan 1,7GHz hingga 2GHz yang dibuat dengan proses fabrikasi 28nm. MediaTek MT6592 ini berbeda dengan chipset 8 core Big.Little Exynos 5 Octa besutan Samsung karena kedelapan core MediaTek dapat bekerja simultan.

CORE SPEED
Tingkat kecepatan maksimal dari masing-masing core akan berkisar antara 1,7GHz – 2GHz, tergantung kebutuhan aplikasi yang digunakan. Dengan arsitektur 28nm dan kemampuan clock hingga 2GHz, Mediatek mengklaim 8 inti ini bisa digunakan tanpa terkena overheating.Algoritma terjadwal dari Mediatek akan memantau temperatur dan konsumsi daya untuk memastikan chipset tersebut melakukan performa yang optimal.
VIDEO PLAYBACK
Di MediaTek terdapat subsistem multimedia dengan sebuah engine grafis quadcore dan sebuah sistem playback video yang mendukung hingga resolusi 4K Ultra HD (3840×2160 piksel).

Yang cukup menarik adalah teknologi Clear Motion dari Mediatek mengkonversi video dengan framerate 24 atau 30 fps menjadi 60 fps untuk memastikan playback yang lebih smooth. Apakah fitur ini benar-benar membuat gerakan dalam video menjadi halus (seperti fitur fast motion di LED TV kelas atas, yang melakukan interpolasi sedemikian rupa terhadap framerate sehingga gerakan terasa sangat halus) atau hanya gimmick, kita tunggu saja.Selain itu, chipset ini juga mendukung kamera 16 MP dan layar Full HD. Untuk konektivitas, chip 8 inti ini mendukung WiFi dual band 801.11n, Miracast, Bluetooth, GPS dan Radio FM. Satu-satunya fitur yang masih membuat MediaTek tertinggal jika dibandingkan dengan Qualcomm adalah dukungan 4G di dalam chipset mereka.
CONNECTION

General Manager Xie Qingjiang mengungkapkan bahwa perusahaannya siap meluncurkan sebuah modem 4G akhir tahun ini, dan modem tersebut siap disertakan dalam produk chipset MediaTek mendatang yang beredar di paruh pertama 2014.
Advertisements
Octa Core 4G = Smartphone 2014

10 Elemen Efisien Datacenter

Teknologi membangun datacenter kini ber-transformasi, sebagai bagian dari evolusi, mulai dari  virtualisasi dan cloud computing akan menuntut efisiensi datacenter.

Ilustrasi dibawah mudah-mudahan belum mengalami  🙂

cablemess

Helo, ehlo…kabel ijo ? yang sebelah mana ?  

MISSION IMPOSSIBLE

Sorry bro… sstt.. pinjem  bentar… 🙂

Apapun ukurannya, datacenter mulai dari seukuran toilet atau sebesar hanggar pesawat,ataupun datacenter yang terapung di laut, mengudara di atmosfer (proyek mission possible-nya google), setidaknya memiliki elemen dibawah ini agar efisien.

1. Environmental controls

Fire Suppression, air flow maupun power distribution mutlak di perlukan.Sanitasi ruang datacenter sebagian ada yg sangat peduli,sehingga datacenter bersih dari  kardus (packaging) yang biasa numpuk. Bagaimanpun partikel dari packaging tsb
bisa terbang dan mengkontaminasi udara sehingga berimbas pada perangkat.

2. Security

Server boleh saja di lindungi dengan firewall ala kue lapis tetapi yang tidak kalah penting adalah perlindungan dan pengawasan secara fisik. Alarm, CCTV, door acces control, petugas keamanan atau  operator yang stand-by 24 jam bisa dijadikan penjaga ring-1 datacenter kita.

3. Accountability

Para professional IT yang menjadi “pemilik” atau “pengelola” datacenter adalah orang-orang yang memegang tanggung jawab besar.
Meskipun demikian, harus ada pengawasan internal yang meng-audit aktivitas mereka. Misalnya dengan mencatat smua kunjungan ke data center, menyimpan informasi account (user/password) terpenting secara terpisah. Hal ini bertujuan agar smua aktivitas akses ke datacenter dan isinya akan tercatat.

4. Policies

Backup / restore atau pun prosedur system recovery semestinya di buat dengan aturan yang jelas. Dengan policy yang ditetapkan, misalnya prosedur off-site backup dengan menyimpan tape backup ke lokasi yang berbeda dengan datacenter. Jika terjadi sesuatu yang buruk seperti kebakaran, gempa bumi, angin topan atau kebobolan hacker maka pemilik datacenter bisa dengan cepat mengantisipasinya.

5. Redundancy

Datacenter yang baik dan benar, dari awal design akan memasukan faktor redudancy. Single failure components sebaiknya di hindari karena akan membuat kompleksitas jika sesuatu terjadi . Contoh paling gampang di temui yakni biasanya untuk power supply di buat dua source, kemudian cooling (aircon) double, demikian juga dengan koneksi internet. Tujuannya satu, jika terjadi kegagalan di salah satu perangkat, maka perangkat cadangan bisa naik menggantikan secara langsung, sehingga downtime bisa minimum.

6. Monitoring

Setelah beroperasi, datacenter perlu di monitor mulai dari pemakaian bandwidth internet, listrik,suhu ruang, kelembaban, penggunaan storage dan rack dan hal lain yang berhubungan dengan operasi  di datacenter (deteksi asap / kebakaran, air / kebanjiran / kebocoroan). Sebagain vendor hardware baik itu server, storage, networking, rack, cooling system, dst. menyediakan tool / alat untu monitoring. Hasil monitoring ini bisa dipantau via web, mail, sms (atau whatsapp  🙂

7. Scalability

Planning, sizing, ataupun istilahnya harus bisa mengantisipasi kebutuhan ke depan. Sehingga jika suatu saat di perlukan tambahan maka dari awal sudah bisa di hitung dan diprediksikan. Contohnya, datacenter pada awalnya hanya berisi satu rack server setelah beberapa tahun karena bisnis meningkat kebutuhan server bertambah. Maka di perlukan design yang baik pada saat perencanaan awal. Kalkulasi kebutuhan listrik, cooling, UPS, dst. sebaiknya di tentukan di awal.

8. Change management

Harus ada SOP (Standar Operational Procedure) untuk setiap proses / update di datacenter. Aturannya yang jelas akan memudahkan pekerjaan.

9. Organization

Datacenter yang terorganisir dan tertata dengan baik akan memudahkan kita untuk menangani  masalah / issue. Contoh paling gampang dan sederhana, misalnya labeling. Hal simple dan mudah tapi  jarang di lakukan.

10. Documentation

Dan yang terakhir..last but not least. menuliskan dokumentasi. Professional IT tidak semuanya suka menulis atau pun menjadi pujangga. Tetapi kemampuan dasar menulis setidakny setiap orang IT harus memiliki. Mengapa ? Jaman sudah berubah… kemampuan teknis dan kemampuan menulis adalah pasangan ideal utk menjadi the true IT Pro.

Kita mungkin tidak slamanya bekerja di datacenter, atau suatu hari ada mungkin ada penggantian personal,. Diperlukan training utk orang baru tsb. Jika hanya mengandalkan ingatan otak…rasanya tidak smua bisa di ingat (apalagi jika sudah terlalu sibuk dan banyak kerjaan). Dengan adanya dokumentasi, tentunya akan membuat pekerjaan lebih mudah.

 

10 Elemen Efisien Datacenter