Memilih Teknologi VDI


The World Is Changing

Mungkin teknologi versi  “re-inventing the wheel” sedang booming. atau justru teknolgi masa lampau di jadikan inspirasi teknologi masa depan ? Pada jaman dulu, kita mengenal server mainframe..super computer seukuran lemari pakaian 4 pintu  atau garasi mobil. Kemudian ada dumb terminal, yakni monitor plus keyboard yang terkoneksi network yang biasa dijadikan terminal desktop / workstation.

the-world-is-changing

Jaman berubah, yang gede dan bodoh (google translate “dumb terminal”) ditinggalin..ganti jadi kecil tapi pinter. Teknologi client server yang terdistribusi. Ukuran server menciut, yang paling gede paling seukuran kulkas 1 pintu.

Kini, jaman fesbuk dan twiteran, teknologi IT kembali bertransformasi.

Trend virtualisasi mulai dari virtualisasi server, storage, network device, gadget, PC dan seterusnya.Khusus teknologi virtualisasi desktop infrastructure (VDI), jika di amati mirip jaman mainframe, komputasi terpusat di gado dengan sistem client server jaman sekarang.

Di era VDI ini  akan di kenal Thin Client dan Zero Client, keduanya adalah computer super kecil baik dari ukuran maupun energi / power yang di butuhkan. Keduanya akan banyak ditemui pada saat implementasi VDI.

Thin Client VS Zero Client

Mana jagoannya ?

Thin Clients

Secara tradisional adalah end-point / client yang terpasang embeded OS, bisa Linux atau Windows Embedded/ Windows CE.

Kelebihan Thin Client, adalah dari sisi fleksibilitas, jika jaringan offline, tidak matot (mati total) client-nya..alasanya ya karena punya OS atau pun aplikasi yang nempel (meski versi mini-nya). Kekurangannya, masih ada kemungkinan client kena virus, korup dst. masih  bisa terjadi karena masih ada OS. Masih perlu banyak tenaga Helpdesk (meski tidak sebanyak era desktop PC conventional).

Zero Clients

Berbeda dengan yang Thin client yang masih ada OS yang nempel, di Zero client sama sekali tidak ada OS alias bersih / kosongan. Lalu, bagaimana client tsb bisa menjalankan OS ? Bukan sulap .. ternyata sederhan saja, OS-nya di paketin / dikirim langsung dari server dalam bentuk gambar via jaringan/network.

Pada Zero Client hanya terdapan on-board processor untuk decoding gambar/display. Protocol (atau cara ngonbrolnya) memakai VDI protocol yang sudah menjadi standar  VDI yakni PCoIP, HDX ataupun RemoteFX.

Kelebihan Zero client ini adalah jelas bebas virus (gak ada OS), lalu waktu boot-up yg lebih cepat (nampilin gambar aja..processing yang urus si server), dan paling simpel, sedikit perawatan dan support (gak perlu banyak-banyak tenaga IT Helpdesk)

Kekurangan sudah pasti, jika jaringan mabok, dijamin client-nya ikutan mabok karena tidak ada koneksi.

Sedangkan teknologi VDI di belakang layar (yang jarang / tidak terlihat oleh end-user) bisa menggunakan solusi VMware, Citrix, 2X, IBM Virtual Desktop, Quest vWorkspace, dan Microsoft RemoteFX.

vdi-tech

Dari sisi teknologi VDI, mana yang terbaik ? Semua vendor pasti claim teknologi mereka yang paling bagus, tetapi semuanya akan di kembalikan kepada kebutuhan, design, budget, dan tentunya strategi IT di sisi customer.

Siap gantung obeng ? Pilih VDI terbaik.

Memilih Teknologi VDI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s