Anti Mainstream


Kreativitas adalah milik semua orang. Bukan didominasi oleh ilmuwan dan pakar yang berpendidikan tinggi. Semua orang bisa menjadi orang yang kreatif asalkan mereka mau keluar dari zona nyaman, berani berimajinasi dan mau belajar dari orang lain. Salah satu cara untuk kreativ itu adalah dengan konsep ATM yaitu singkatan dari amati, tiru dan modifikasi.

Konsep inilah yang dipakai hari ini oleh bangsa China sehingga perekonomian mereka mulai beranjak naik. Mereka mampu memproduksi kendaraan bermotor dan Hand phone yang membanjiri pasar-pasar di Indonesia. Mereka mengamati dan mempelajari produk-produk yang dikeluarkan oleh Bangsa Jepang dan Amerika, kemudian mereka melakukan modifikasi. Walaupun kebanyakan mereka mengamati dan menirunya 100 %.

creative-genius-mindset-mind-map1

Kreativitas adalah kemampuan untuk melahirkan ide dan gagasan baru yang segar dan orisinal untuk mengatasi tantangan dan mencapai tujuan yang kita inginkan.Pada zaman ini perubahan juga terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Banyak penemuan-penemuan dan ilmu baru dilahirkan. Informasi begitu mudah kita dapatkan dengan berbagai media. Pada zaman ini orang yang berkuasa adalah orang yang menguasai teknologi dan informasi.

Untuk dapat bersaing dalam era teknologi dan informasi yang mengandalkan kecerdasan dan fleksibilitas ini diperlukan kemampuan berpikir kreatif. Kita melihat dalam dunia bisnis, perusahaan yang tidak kreatif melakukan perubahan dan perbaikan, akan tertinggal dibandingkan yang lainnya yang secara dinamis terus melakukan perubahan dan perbaikan.

Melakukan hal-hal biasa dengan cara yang tidak biasa akan membawa kesuksesan-  Henry John Heinz

Berani Tampil Beda

beda

Pada prinsipnya kreativitas disebut juga keberanian untuk berani tampil beda dan berani melawan arus utama (mainstream) yang berkembang. Namun kalau kita lihat kebanyakan orang kreatif memang kelihatan berbeda diawal, bahkan cendrung ide dan gagasannya dilihat secara pesimis oleh orang lain, dikritisi bahkan dipatahkan. Namun orang kreatif memiliki semangat dan mental yang kuat untuk membuktikan bahwa ide dan gagasanya mereka, akan sangat berguna suatu saat.

Belajar untuk menjadi kreatif tidak sulit, bisa di mulai dari hal-hal yang sederhana. Melakukan tindakan dan kegiatan yang berbeda tiap hari. Jangan biarkan diri anda terjebak rutinitas. Misalnya, lewati jalan lain dari yang biasa anda lewati, baca buku-buku terbaru, berteman dengan orang-orang yang baru,dst.

Selingi pikiran anda dengan humor,musik, puisi, karya seni, permainan untuk dapat mengaktifkan terus otak kanan anda, karena kreativitas terletak pada otak kanan. Berwisata / kunjungan berkala menuju tempat-tempat yang belum pernah anda kunjungi, tempat-tempat yang dapat memunculkan inspirasi, penyegaran dan ketenangan pikiran seperti pantai, air terjun, gunung, taman bunga, kebun, danau.

creative-fun

Kenapa Tidak Bisa Kreatif ?

Terlalu Cepat Membuat Asumsi.

Terlalu cepat mengambil asumsi adalah contoh dari sikap malas berpikir. Kenapa disebut malas? Karena sering kali kita tidak mau menunggu untuk mendapatkan semua informasi yang kita perlukan untuk mendapatkan kesimpulan yang benar. Terlalu cepat mengambil asumsi artinya dia malas untuk mendapatkan atau mencari informasi yang diperlukan.

Bila Anda merasa diri Anda ingin untuk menarik kesimpulan, usahakan sampai mendapatkan informasi yang cukup. Kesabaran dan kemauan mendapatkan informasi yang cukup adalah salah satu cara untuk mengasah kreativitas kita.

Terlalu PeDe

Pikiran yang benar-benar terbuka bersedia menerima bahwa, tidak hanya mengandalkan sudut pandang sendiri, tetapi bahwa sudut pandang orang lain mungkin lebih valid. Anda boleh hebat, tapi orang lain bisa mendapatkan informasi yang belum pernah Anda dapatkan. Bisa jadi, ilmu Anda sudah banyak, tetapi orang lain juga bisa menemukan ilmu, meski pun sedikit, tetapi belum Anda ketahui.

Bersiaplah untuk mempertimbangkan sudut pandang orang lain. Sebab, bisa jadi Anda menemukan sesuatu yang belum pernah Anda temukan.

Mengandalkan Mood

Beberapa orang cenderung memiliki kecenderungan untuk berayun dari suasana hati yang sangat positif satu menit untuk satu yang sangat negatif berikutnya, semuanya karena apa yang mereka lihat di depan mereka. Ini seperti yo-yo: satu menit, turun berikutnya atau dikenal juga orang yang tergantung mood.

Jika ada tergantung oleh mood, maka pikiran Anda tidak akan bekerja dengan baik. Oleh karena itu mulailah belajar berpikir tanpa harus dipengaruhi oleh mood.

Malas Mikir

Kebiasaan malas berpikir bisa menjadi batu sandungan besar untuk berpikir jernih. Malas berpikir bisa mendapatkan kesimpulan yang salah, informasi yang tidak lengkap, dan tidak mendapatkan apa yang seharusnya Anda dapatkan. Sementara, Anda akan bertindak sesuai dengan kesimpulan yang Anda dapatkan. Anda tidak akan pernah mendapatkan ide-ide kreatif jika malas berpikir.

Jangan berpikir bahwa, sesuatu terjadi selalu dengan cara biasanya. Bisa saja, kali ini berubah. Jangan pernah mengandalkan “biasanya”. Ciri orang yang malasa berpikir selalu beralasan dengan “biasanya”.

Terlalu Dewasa

Cara pikir orang dewasa kebanyakan sudah miskin kreatifitas, di otaknya sudah terlalu banyak rumus dan analisa.
Sedikit bergaya, dengan menggunakan bahasa Inggris, “Think Like A Child ” , berpikirlah seperti anak kecil.

Penelitian menunjukkan bahwa jumlah sinapsis, atau koneksi di otak pada anak dua lebih besar daripada orang dewasa rata-rata. Inilah alasannya anak-anak tidak memiliki batasan pandangan terhadap dunia, sebagaimana orang dewasa.

Tentu saja tidak semua cara berpikir anak-anak harus ditiru. Cara berpikir ana-anak yang bisa ditiru adalah keinginan mencoba dan mengetahuinya yang tinggi. Sementara cara berpikir bergantung pada orang lain, manja, dan cengeng jangan ditiru.

Tidak  melihat “Big Picture”

Kita perlu melihat masalah secara detil dan fokus pada satu bagian dan juga kita perlu melihat masalah secara kesuluruhan. Keduanya harus dilakukan secara simultan agar kita mendapatkan informasi yang utuh. Masalahnya, kebanyakan orang hanya kuat atau terbiasa menggunakan salah satu cara pandang saja.

Berpikir keduanya, zoom in dan zoom out adalah cara terbaik. Mulai sekarang, saat kita melihat suatu masalah kita harus bisa melihat secara gambaran utuh dan juga fokus pada detail tertentu.

Jika masih memakai cara pikir mainstream atau ikut kebanyakan orang kemungkinan jadi orang “biasa” saja.

Hanya sebagian orang saja yang sukses jadi orang kreatif . Namun semuanya sangat tergantung pada kesiapan kita untuk berubah dan bertindak sekarang juga.

Dari berbagai sumber

Anti Mainstream

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s