Triple Play

INDIHOME

PT Telkom meluncurkan paket bundling multiproduk bernama IndiHome (Indonesia Digital Home). IndiHome kini mulai tersedia dalam bentuk bundle yang menggabungkan tiga jenis layanan Telkom, yaitu sambungan internet Speedy via jaringan serat optik Fiber to the Home (FTTH), IP TV Usee TV, dan telepon rumah.

Khusus wilayah RiKep, ada 2 paket yang ditawarkan yakni PRO dan STAR

Paket PRO terdiri dari Speedy Internet Broandband  + telepon rumah (gratis abdonemen dan panggilan loka). Sedangkan paket STAR lebih fun karena terdiri dari Speedy Broaband + Telepon rumah  (gratis abdonemen dan panggilan lokal)  + UseeTV (basic pack 51 channel). Mantablah

Untuk speed-nya bisa milih dari 512Kbps, 1 , 3, 5, 10, 20,30, 50 atau 100 Mbps. Untuk harga akan mengikuti paket dan speed yang di ambil. Yang termurah 135rb (512Kbps) dan tertinggi  9.53 jt (100Mbps).

Yang lebih menarik, ada paket tambahan / pelengkap yakni Speedy Monitoring (buat cctv online), Melon (buat donlot music) dan gratis SLJJ. Buat ambil ketiga add-on tsb cukup nambah dikit  aja (50 rb-an.)

indihome

 

GPON INFRASTRUCTURE

Telkom melalui anak perusahaannya, Telkom Akses, melakukan percepatan pembangunan infrastruktur jaringan pita lebar (broadband) untuk memenuhi program pemerintah dalam menyediakan akses internet cepat di seluruh Indonesia.

Dalam pengumuman di situs web Telkom Akses, anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang infrastruktur jaringan dan layanan itu, berambisi menawarkan internet cepat hingga 10 Gbps untuk downstream dan 2,5 Gbps untuk upstream, atau meningkat dua kali lipat dari teknologi yang diadopsi sebelumnya.

Untuk mempercepat pembangunan, Telkom Akses telah menandatangani kerjasama dengan Fiberhome Technologies Indonesia, Abhimata Citra Abadi, dan Alcatel-Lucent, pada 21 Februari 2014.

Pembangunan infrastruktur Gigabit Passive Optical Network (GPON) ini bertujuan menyebarkan kabel serat optik yang bisa dinikmati konsumen rumah tangga untuk mengakses internet kecepatan tinggi.

Menurut target, infrastruktur broadband tersebut akan melewati 20 juta titik/rumah hingga tahun 2015 di sekitar 900 pulau berpenghuni di Indonesia. Saat ini, infrastruktur broadband Telkom hanya melewati 8,2 juta rumah.

Telkom sendiri punya proyek melakukan modernisasi infrastruktur jaringan broadband di Indonesia. Perusahaan pelat merah tersebut diberi amanat oleh pemerintah untuk mengganti kabel tembaga dengan kabel serat optik.

Foto Koneksi Internet Kecepatan Tinggi 10Gbps Telkom Terbaru
Tak hanya membangun serat optik di tataran akses, Telkom melalui anak usaha lainnya,  PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), ikut serta dengan pembangunan mega proyek sistem kabel laut yang menghubungkan Asia Tenggara (ASEAN) dan Eropa.

Telin bersama dengan 12 perusahaan telekomunikasi di Asia dan dua perusahaan Eropa yang tergabung dalam konsorsium South East Asia – Middle East -Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5). Ke-12 perusahaan ini telah melakukan penandatanganan kontrak kerja sama pembangunan sistem kabel laut internasional yang menghubungkan ASEAN dan Eropa.

Submarine Cable System SEA-ME-WE 5 merupakan sistem kabel bawah laut yang mempunyai panjang sekitar 20.000 kilometer yang membentang dari Asia Tenggara ke Eropa, Perancis dan Italia. Mega proyek ini juga nantinya akan menghubungkan 17 negara yang dilaluinya.Kabel laut SEA-ME-WE 5 akan memiliki percabangan ke Indonesia dengan titik pendaratan di Dumai dan Medan.

Kabel laut SEA-ME-WE 5 akan terintegrasi dengan sistem kabel laut yang telah dimiliki Telin sebelumnya, yaitu Asia America Gateway (AAG), South East Asia Japan Cable System (SJC), Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMSC) dan sistem kabel domestik lainnya sehingga akan menciptakan konfigurasi jaringan yang komprehensif yang menghubungkan Asia, Eropa, USA dan Indonesia dengan kualitas yang tak tertandingi.

“SEA-ME-WE 5 dibangun menggunakan 3 pairs kabel optik dengan kapasitas desain sebesar 24 Terrabit per second, artinya dengan kapasitas sebesar itu mampu mengantarkan transmisi sebesar 30 juta HD video per detik.

yea..then cloud  is ready to rock !

 

Dari berbagai sumber

 

Advertisements
Triple Play

Booming Cloud

cartoon-Apr-4

PREDIKSI 

Booming..banjir…or whatever …penerimaan teknologi cloud  di Indonesia mungkin  belum “meledak” sekarang…tidak di tahun ini ataupun tahun kemarin. Adopsi cloud di Indonesia secara masif kemungkinan akan terjadi dalam waktu 2-3 tahun ke depan.

Cloud_Index_White_Paper-05

Khusus untuk kawasan Asia Tenggara, di mana tahun depan adalah pasar bebas SEA mau tidak mau akan mendorong terjadinya lonjakan akan khususnya di bagian infrastruktur. Perlu jalan yang mulus, pelabuhan yang luas, dan tentunya sistem IT yang terpadu dan efisien untuk mendukung bisnis lokal tetapi sudah lintas negara.

 

HAMBATAN

Kendala  atau tantangan dari sisi infrastruktur dan percayaan konsumen saat ini masih menghambat laju adopsi. Tetapi hal ini sifatnya hanya sementara saja. Masih ingat di awal tahun 2000-an…di saat infrastruktur internet sebagian besar masih  “powered by dial-up modem”, membayangkan koneksi broadband seperti mimpi di siang bolong. Broadband identik dengan muahal.

Kalo masih kurang menyakinkan, coba flashback perkembangan teknologi komunikasi. Dari warnet yang pulsa-nya per menit bikin kantong bolong sekarang malah gak laku. Smartphone apapun namanya sudah beralih fungsi , traffic voice / SMS pun mulai ditinggalkan. Yang naik traffid data..buat WA, twitteran,facebookan. Tidak bisa di bilang gratis..tapi harganya memang sangat murah dibandingkan 10 tahun yang lalu. Coba bandingkan dengan saat ini, paket internet di jual kayak jual kacang goreng…tinggal pilih saja sesuai kemampuan kantong.

Hambatan lainnya adalah  keamanan. Meski vendor-vendor cloud computing telah menyakinkan bahwa solusinya mendapatkan sertifikasi aman dari berbagai pihak, tapi belum bisa meyakinkan konsumen. Yang super secure pake SSL aja bisa di jebol gara-gara “si heartbleed”

https

 

Dan yang paling mendasar adalah dari sisi costing…layanan cloud masih di anggap mahal bagi sebagian besar SMB. Terlepas dari  kemampuan financial tiap perusahaan sebenarnya layanan cloud (public) sekarang ini masih di bandingkan dengan layanan internet tradisional seperti web hosting. Angka  bulanan terlihat besar..opex-nya tinggi, padahal capex-nya boleh di katakan minim karena tidak perlu menyediakan server, storage, dan manpower khusus.

 

SYARAT CLOUD

Syarat utama implementasi cloud (public / hybrid) adalah infrastruktur  yang reliable. Kenapa infrastruktur (dalam hal ini jaringan)  penting ? Cloud berjalan di atas jaringan / internet. Komputasi di awan ini akan wara-wiri di jalur data. Hitung di Jakarta…tampilkan hasilnya di Papua.

Apakah cloud bisa di jalankan di lokal ? Tanpa internet ? Jawabannya bisa saja, cloud yang seperti ini akan di sering disebut sebagai private cloud. Cloud milik sendiri…tentunya untuk membangun layanan cloud jenis ini perlu modal yang lebih gede. Karena harus menyediakan infrastruktur yang lengkap (server, storage, network, datacenter, dst). Capex-nya gede…namun opex-nya bisa jadi kecil apalagi jika private coud ini dipakai secara bersama-sama. sehingga ongkos produksi / biaya operasional bisa di tanggung bersama.

Siapakah yang cocok meng-implementasikan private cloud ? Salah satunya adalah pemerintahan ataupun public sector yang lain yang secara organisasi cukup gemuk tetapi masih bisa di konsulidasikan.

POTENSI

Indonesia adalah negara yang eksentrik … eksis di sosmed, demen selfie,  jago twit… no.1 .Siapa yang akan menyangka muncul dari negara dengan populasi n0.4  terbesar dunia. Jika sekitar 20-30% saja  rakyat indonesia sudah mengkomsusi internet, tentunya prediksi booming cloud di tahun 2015, 2016 atau 2017  bukan isapan jempol. Waktu akan menentukan takdir cloud di Indonesia.. lihatlah.

 

 

Booming Cloud