2015 : Tahun-nya Cloud Platform

TEKsystem2015Forecast01

Selama tiga tahun terakhir, IT Pro sepakat bahwa security, business intelligence (BI)/ Big Data, mobility dan cloud computing / virtualization adalah top five  yang paling berpengaruh di organisasi.

Prediksi di tahun depan, mayoritas IT leader akan fokus pada “operational objective”, seperti pengurangan biaya, meningkatkan efisiensi, standarisasi, dan merampingkan kompleksitas di organisasi-nya.

Memasuki tahun 2015 nanti , Enterprise Resource Planning (ERP) diperkirakan mengambil salah satu posisi top five , menggeser posisi virtualisasi yang meledak di 2014 ini..

ServiceNow2015CloudTrends01

Dari survey terbaru oleh Intuit, di perkirakan 78% UKM or Small Medium Bussiness (SMB) di Amrik akan mengadopsi teknologi cloud hingga tahun 2020, di bandingkan kondisi per tahun ini yang baru sekitar 37%. Artinya tangga panjang menuju ke awan…

Dice0914FastGrowingTechSkills09

Allan Leinwand, VP dan CTO Cloud Platform and Infrastructure ServiceNow memprediksikan bahwa 2015 adalah tahun-nya cloud platform. Dari cloud menuju business intelligence 2.0,sebuah era baru yang akan membuat perubahan besar pada cloud landscape.

Bagaimana dengan bisnis cloud Indonesia ? Di perkirakan akan terjal mendaki  seperti Great of Wall versi Ngarai Sianok di Koto Gadang, Sumatra Barat. Pondasi virtualisasi di tahun 2014 adalah anak tangga pertama menuju cloud platform. Be ready for an unexpected journey !

Dari berbagai sumber

2015 : Tahun-nya Cloud Platform

Zerto – BC/DR/DRaaS – No Problemo

Memperkenalkan Zerto

bestvmware-europe-20014

Solusi enteprise class untuk business continuity and disaster recovery (BCDR) untuk IT infrastruktur virtual dan cloud computing. Sebagai pemenang Best of Show at VMworld 2011, a Best of VMworld 2014 award, dan juga Product of the Year Awards 2011, 2012, and 2013 menunjukkan bahwa solusi yg di tawarkan Zerto diakui oleh VMware selaku product principal.

Zerto memiliki pendekatan yang out-of-box dibanding produk sejenis-nya. Solusi  Zerto Disaster Recovery menggantikan traditional array-based BCDR.

Ilustrasi tradisional array based. Replikasi di level array / storage

old-ways-replication

Solusi dari Zerto, replikasi di level hypervisor.

hypervisor-replication

newyork-dallas

Zerto adalah hypervisor centric dan  bekerja berdasarkan write-split , artinya tidak ada snapshot dalam proses replikasi.

Sekali lagi tidak ada snapshot. Artinya teknologi Zerto agak berbeda, sedikit anti mainstream, dimana produk replikasi sejenis  dari  Veeam ataupun vSphere berbasis pada array-based asynchronous, memakai snapshot (pasti-nya)

Jadi singkatnya apa kelebihan Zerto ?

Data-Replication-over-WAN

Zerto melakukan proses replikasi secara terus menerus dengan mengirim stream I/O replikasi ke remote site. Artinya RPO (Recovery Point Objective) bisa di set minimum hingga hitungan detik. Sesuatu yg tidak dimiliki oleh teknlogi snapshot standard vSphere,  RPO saat ini hanya bisa di set minimum-nya mentok 15 menit.

Teknologi snapshot sudah lama dipakai untuk urusan backup data..tetapi teknologi ini masih banyak yang perlu di perbaiki lagi. Misalnya utk server yang berbasis Microsoft (Windows), VSS (Volume Shadow copy Service) masih dan slalu menjadi andalan utk urusan snapshot. Seperti halnya tukang foto, tidak smua foto (snapshot) yg di hasilkan bagus..mungkin ada efek red eye (mata merah) sehingga fotopun nampak cacat. Demikian juga dengan snapshot yg bermasalah tidak bisa digunakan sebagai backup & recovery.

Zerto tidak memakai snapshot

No snap so no VSS issues …terbaik.?

boboiboy

Solusi dari Zerto cukup lengkap, teknologinya bisa di implementasikan sebaigai BC/DR dan juga DR as a Service untuk private, public, maupun hybrd cloud.

cloud

 Zerto – Amazon EC2

Membuat hyrib cloud dan replikasi ke Amazon EC2

Zerto-Virtual-Replication-Architecture-Amazon-AWS1

 Zerto – Cisco

Zerto di approve sebagai arsitekur DRaaS yang di dukung penuh oleh Cisco

draas-cisco1

draas-cisco2

draas-cisco3

Yang ter keren..Zerto ini bisa di integrasikan sebagai solusi BC/DR  untuk dari product VMware Vsphere versi paling basic alias  Essential (tanpa plus ) hingga enterprise. Sebagai catatan vSphere essential dari sono-nya  tidak memiliki fitur replikasi.

Sumber / referensi : Cisco DRaaS, Zerto BC/DR

Zerto – BC/DR/DRaaS – No Problemo

Tergeser Awan

Di kompilasikan dari berbagai sumber.

Sebutlah Google, Facebook, dan Amazon, mungkin sudah tidak asing lagi bagi yang lama ataupun baru mencicipi internet.

Bagaimana tiga kampiun jagoan di internet menjalankan operasi massive mereka di seluruh semesta internet ?

Satu yang hal yang pasti…layanan word wide web mereka bukan hanya di jalankan dari satu lokasi di Amrik sono.

Mereka mendistribusikan ribuan server-server mereka di seluruh  penjuru mata angin agar kita bisa surfing web, googling,imel, ceting, Fesbukan atau menjalankan aplikasi lainnya dengan lebih cepat dan nyaman.

Sesuai alfabet, mari buka teknologi dibalik layar monitor.

Di mulai dari Amazon.

Perusahaan yang dulunya dikenal hanya jualan barang online, misalnya beli buku terbitan bule yang tidak tersedia di Gramedia (ingat jaman doeloe susah cari referensi buat nulis tugas akhir).

Sekarang Amazon tidak hanya bisnis retailer barang, mereka sekarang bertransformasi menjadi perusahaan internet yang jualan service dengan AWS (Amazon Web Service). Mereka juga bisnis cloud dengan produk EC2 (Elastic Compute Cloud).

aws-amazon

Running high-volume, low-margin businesses menuntut “cost efficiency” yang tinggi. Di kutip dari Wired.com, Amazon men-design sendiri seluruh dapur-nya .aka datacenter. Mulai dari server, storage, network, bahkan listrik PLN-nya mereka bikin sendiri (Wow).

Amazon menyebutnya Original Design Manufacturer (ODM), berbeda dengan perusahaan mainstream yang rata-rata memakai Original Equipment Manufacture (OEM), misalnya memakai produk dari HP, IBM, Dell, dst. Dengan ODM, Amazon membeli sendiri processor server mereka ke Intel Corp. lalu membuat sendiri server dan storage-nya ke pabrik di Asia (.aka China). Persis dengan bisnis iPhone-nya Apple, yang juga made in Amrik tapi fabrikasi China.

server-assy

Image credit : ZT system.

Amazon menjalankan strategi ini agar bisa memberikan harga service yang sangat-sangat bersaing dengan kompetitor mereka tanpa mengorbankan teknologi, karena secara keren-nya Amazon punya teknologi sendiri.Amazon EC2 boleh dikatakan bisnis cloud yang ter- murah dan terlaris untuk sangat ini.

Dikutip dari Techtarget,

James Hamilton, Vice President and Distinguished Engineer di Amazon membuka sedikit teknologi dibalik AWS

AWS Global Infrastructure

awsdatacentere-global-infra

AWS Region

Amazon membagi semesta-nya dalam 11 wilayah / region (tersebar di US, Europe, Asia, Australia) ,dimana setiap wilayah di  hubungkan dengan jaringan private fiber Amazon. Maksudnya dan tujuan pembagian wilayah ini yakni :

  • Agar sesuai dengan perda (peraturan daerah) masing-masing negara.
  • Mengurangi network latency koneksi di sisi end-user ke transit centers.

AWS Availability Zone (AZ)

awsdatacentere-AZ

Total ada 28 AZ  untuk 11 wilayah AWS. Artinya ada sekurangnya 28 datacenter. Tiap AZ memiliki jalur redundan ke Transit Center dan ke AZ. dengan koneksi jaringan private fiber utk traffic minimal 25 Tbps. Network latency minimal mutlak diperlukan (sekurang-kurangnya 2 ms).

awsdatacenterecosystem

Setiap datacenter Amazon minimal nyedot listrik sekitar 25-30 MW (bisa tuh nyalain lampu  se-kota Batam) dengan sekitar 50.000 – 80.000 server di tiap datacenter, beban networknya sekitar 102 Tbps.

AWS Rack, Server, and NIC

awsdatacentereco-NIC

Selain issue network latency, yang tidak kalah criticalnya adalah software stack latency disisi aplikasi, guest OS,hypervisor dan NIC. Amazon punya cara sendiri menangani issue penting ini yakni dengan memberikan setiap guest VM satu biji virtual NIC memakai teknologi SR-IOV (Single-Root I/O Virtualization).

SR-IOV ini bisa meng-isolasikan tiap virtual NIC sehingga akan mencegah terjadi serangan yang umunnya terjadi di jaringan public seperti DDoS. Sehingga customer akan terhindar dari urusan web down gara-gara DDoS.

AWS Custom Server and Storage

awsdatacentere-server-storage

Setiap server dan storage yang di operasikan AWS adalah “made in Amazon ” alias ODM built. Server mereka bahkan memakai processor yang di pesan khusus ke Intel.

Untuk storage Amazon men-design sendiri tiap rack storage-nya. Setiap Amazon rack memiliki 864 hard drives dan total beratnya  1 ton lebih. (nandingin berat sapi kurban presiden kemarin)

Terakhir, yang paling menarik, kebutuhan power supply untuk “menghidupi” seluruh peralatan di data center di supply sendiri .

awsdatacentere-PLN

Wow..ini niat atau memang niat banget..mantab. 🙂

Harapan Pak James Hamilton dengan semua teknologi diatas

“AWS is delivering more service at a faster pace, and reliability increased”

Bagaimana dengan Facebook ataupun Google ?

fb-datacenter

Setali tiga uang…mereka juga menggunakan pendekatan yang sama. Membangun data center-nya dengan merk mereka sendiri, Facebook malah buat bikin standar terbuka untuk membangun datacenter (Open Compute Project)

Facebook server

Mereka menyumbang revenue ke Intel dengan memborong processor Intel utk dipasang di peralatan mereka.

Sekarang 75% pendapatan Intel di sumbang dari pembuatan server, “donatur-nya” bukan hanya pemain hardware lama seperti IBM, HP,Dell tetapi juga raksasa internet  Google , Facebook dan Amazon.

Sepertinya bisnis mulai tergeser awan…

Tergeser Awan