Tergeser Awan


Di kompilasikan dari berbagai sumber.

Sebutlah Google, Facebook, dan Amazon, mungkin sudah tidak asing lagi bagi yang lama ataupun baru mencicipi internet.

Bagaimana tiga kampiun jagoan di internet menjalankan operasi massive mereka di seluruh semesta internet ?

Satu yang hal yang pasti…layanan word wide web mereka bukan hanya di jalankan dari satu lokasi di Amrik sono.

Mereka mendistribusikan ribuan server-server mereka di seluruh  penjuru mata angin agar kita bisa surfing web, googling,imel, ceting, Fesbukan atau menjalankan aplikasi lainnya dengan lebih cepat dan nyaman.

Sesuai alfabet, mari buka teknologi dibalik layar monitor.

Di mulai dari Amazon.

Perusahaan yang dulunya dikenal hanya jualan barang online, misalnya beli buku terbitan bule yang tidak tersedia di Gramedia (ingat jaman doeloe susah cari referensi buat nulis tugas akhir).

Sekarang Amazon tidak hanya bisnis retailer barang, mereka sekarang bertransformasi menjadi perusahaan internet yang jualan service dengan AWS (Amazon Web Service). Mereka juga bisnis cloud dengan produk EC2 (Elastic Compute Cloud).

aws-amazon

Running high-volume, low-margin businesses menuntut “cost efficiency” yang tinggi. Di kutip dari Wired.com, Amazon men-design sendiri seluruh dapur-nya .aka datacenter. Mulai dari server, storage, network, bahkan listrik PLN-nya mereka bikin sendiri (Wow).

Amazon menyebutnya Original Design Manufacturer (ODM), berbeda dengan perusahaan mainstream yang rata-rata memakai Original Equipment Manufacture (OEM), misalnya memakai produk dari HP, IBM, Dell, dst. Dengan ODM, Amazon membeli sendiri processor server mereka ke Intel Corp. lalu membuat sendiri server dan storage-nya ke pabrik di Asia (.aka China). Persis dengan bisnis iPhone-nya Apple, yang juga made in Amrik tapi fabrikasi China.

server-assy

Image credit : ZT system.

Amazon menjalankan strategi ini agar bisa memberikan harga service yang sangat-sangat bersaing dengan kompetitor mereka tanpa mengorbankan teknologi, karena secara keren-nya Amazon punya teknologi sendiri.Amazon EC2 boleh dikatakan bisnis cloud yang ter- murah dan terlaris untuk sangat ini.

Dikutip dari Techtarget,

James Hamilton, Vice President and Distinguished Engineer di Amazon membuka sedikit teknologi dibalik AWS

AWS Global Infrastructure

awsdatacentere-global-infra

AWS Region

Amazon membagi semesta-nya dalam 11 wilayah / region (tersebar di US, Europe, Asia, Australia) ,dimana setiap wilayah di  hubungkan dengan jaringan private fiber Amazon. Maksudnya dan tujuan pembagian wilayah ini yakni :

  • Agar sesuai dengan perda (peraturan daerah) masing-masing negara.
  • Mengurangi network latency koneksi di sisi end-user ke transit centers.

AWS Availability Zone (AZ)

awsdatacentere-AZ

Total ada 28 AZ  untuk 11 wilayah AWS. Artinya ada sekurangnya 28 datacenter. Tiap AZ memiliki jalur redundan ke Transit Center dan ke AZ. dengan koneksi jaringan private fiber utk traffic minimal 25 Tbps. Network latency minimal mutlak diperlukan (sekurang-kurangnya 2 ms).

awsdatacenterecosystem

Setiap datacenter Amazon minimal nyedot listrik sekitar 25-30 MW (bisa tuh nyalain lampu  se-kota Batam) dengan sekitar 50.000 – 80.000 server di tiap datacenter, beban networknya sekitar 102 Tbps.

AWS Rack, Server, and NIC

awsdatacentereco-NIC

Selain issue network latency, yang tidak kalah criticalnya adalah software stack latency disisi aplikasi, guest OS,hypervisor dan NIC. Amazon punya cara sendiri menangani issue penting ini yakni dengan memberikan setiap guest VM satu biji virtual NIC memakai teknologi SR-IOV (Single-Root I/O Virtualization).

SR-IOV ini bisa meng-isolasikan tiap virtual NIC sehingga akan mencegah terjadi serangan yang umunnya terjadi di jaringan public seperti DDoS. Sehingga customer akan terhindar dari urusan web down gara-gara DDoS.

AWS Custom Server and Storage

awsdatacentere-server-storage

Setiap server dan storage yang di operasikan AWS adalah “made in Amazon ” alias ODM built. Server mereka bahkan memakai processor yang di pesan khusus ke Intel.

Untuk storage Amazon men-design sendiri tiap rack storage-nya. Setiap Amazon rack memiliki 864 hard drives dan total beratnya  1 ton lebih. (nandingin berat sapi kurban presiden kemarin)

Terakhir, yang paling menarik, kebutuhan power supply untuk “menghidupi” seluruh peralatan di data center di supply sendiri .

awsdatacentere-PLN

Wow..ini niat atau memang niat banget..mantab.🙂

Harapan Pak James Hamilton dengan semua teknologi diatas

“AWS is delivering more service at a faster pace, and reliability increased”

Bagaimana dengan Facebook ataupun Google ?

fb-datacenter

Setali tiga uang…mereka juga menggunakan pendekatan yang sama. Membangun data center-nya dengan merk mereka sendiri, Facebook malah buat bikin standar terbuka untuk membangun datacenter (Open Compute Project)

Facebook server

Mereka menyumbang revenue ke Intel dengan memborong processor Intel utk dipasang di peralatan mereka.

Sekarang 75% pendapatan Intel di sumbang dari pembuatan server, “donatur-nya” bukan hanya pemain hardware lama seperti IBM, HP,Dell tetapi juga raksasa internet  Google , Facebook dan Amazon.

Sepertinya bisnis mulai tergeser awan…

Tergeser Awan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s