Pembuktian Terbalik


Sekitar 9 tahun yang lalu  KPK pernah mengusulkan pembuktian terbalik untuk penanganan kasus korupsi.

Pembuktian Terbalik atau “Reversal Burden of Proof” adalah seseorang tersangka ataupun terdakwa dianggap telah bersalah sebelum dibuktikan terlebih dahulu di depan persidangan dengan kata lain,jadi beban pembuktian ada ditangan tersangka atau terdakwa bukan di penuntut umum.

Apa hubungan IT dengan istilah hukum diatas ?  Ternyata sederhana saja, dunia IT sebenarnya penuh dengan pembuktian terbalik.

Di awali dengan proses masuknya seseorang ke dunia IT, semua pasti di awali dengan perekrutan bukan ?

Pembuktian terbalik sudah bisa di awali dari sini. Seorang profesional IT akan di tuntut oleh komunitas, client, ataupun employer-nya untuk membuktikan apa yang pernah di tuliskan di resume-nya.

Jadi singkat saja, kita akan percaya jika hanya jika apa yang dituliskan tsb bisa di buktikan. Bagaimana dengan yang tidak ingin atau tidak bisa membuktikan apapun ?

Tanpa pembuktian, maka semua yang di tuliskan hanya pepesan kosong. That’s IT

Dalam keseharian atau dalam pekerjaan di IT-pun demikian akan kita temui pembuktian terbalik.

Apakah gak kebalik nih om ? Biasanya orang IT punya gawe seperti aliran air dari atas ke bawah, ada flow-nya , ada yes or no-nya. Kalo ketemu halangan, hambatan, masalah..biasa aliran air itu akan berhenti.. diam…ngumpul di satu tempat sampai luber dan “terpaksa” mengalir kembali (kadang tidak sesuai aliran awalnya)

flowchart

Seorang IT Pro yang anti main stream dituntut  untuk bisa menyelesaikan sesuatu dari akhir..ya dari akhir bukan dari awal.

Ya sekali lagi dari akhir..terlalu sulit di pahami ?

Analoginya sederhana saja…sering liat acara masak memasak ? Master Chef ? Ada satu tantangan sederhana, yakni duplikasi makanan. Alias bikin makanan yg sama persis dengan yang di contohkan…tanpa clue/hints..tanpa resep.. just do IT.

Para calon chef tsb di tantang untuk menyelesaikan untuk membuat makanan tsb..tanpa disedikan resep..hanya dengan melihat dan mencicipi (klo kebagian..biasanya sample-nya porsi 1 orang cyn..habis duluan)

Demikian juga di dunia IT, kita hanya di suruh lihat sesuatu ..dan duplikasi-kan.. ini tantangannya..tanpa ada nya resep dokter bahkan tanpa cukup pengetahuan, seseorang IT Pro dituntut bisa untuk menyelesaikan “something new” and “something different” dari job/project yg sebelumnya. Apakah tidak berbahaya menyerahkan sesuatu kerja pada bukan “ahlinya” ?

Catat, smua ahli , smua expert juga di awali dari nol…mereka tidak jatuh dari langit dan tiba sebagai expert. Mereka di asah oleh waktu, masalah, dan berbagai tetek bengek lainnya yang lambat laun membentuk karakter yang orang nanti akan menyebutnya sebagai “ahli / pakar / expert”

Dan hanya orang-orang yang punya mental marinir dan militan yang biasanya mampu menyelesaikan pekerjaan berat tsb.dan menjadi pondasi untuk menjadi professional yang bisa di andalkan.

Sebagai professional, mereka tidak lagi menunggu datangnya bantuan atau kemudahan, justru sebaliknya dari ketiadaan mereka akan mencari dan berusaha sekeras mungkin untuk bisa menyelesaikan ” misi ” yang di bebankan padanya.No pain no gain.Jika harus belajar lagi, tak perlu malu untuk berguru,jika harus merangkak tak perlu ragu lepaskan sepatu.

Seperti pesan dari kawan di seberang jazirah…

the shadow

“Jangan andalkan orang lain terlalu banyak dalam hidup | karena bahkan bayanganmu sendiri meninggalkanmu saat gelap”. – Ibnu Taimiyah 

Jadilah pemimpi, bukan pengkhayal. Yang membedakan adalah keberanian untuk mengambil tindakan nyata.

Pembuktian Terbalik

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s