Jasa MEA 2016

Seperti di ketahui bersama, satu bulan lagi  Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan resmi di implementasikan pada awal Januari 2016 atau sebulan lagi dari sekarang.

Apakah artinya ?
Apakah akan banyak barang-barang impor atau pekerja yang luar yang masuk Indonesia ?

Jawabannya sebagai berikut.

Print

 

Sejak Januari 2010, sebanyak 98,87% pos tarif ASEAN Free Trade Area (AFTA) sudah berlaku 0%. Dengan demikian diperkirakan tidak akan ada perubahan yang terlalu berarti pada Januari 2016 nanti.

Jadi pada saat MEA di terapkan pada 2016 nanti bukan lagi perdagangan bebas atau industri-nya  tapi lebih ke arah persaingan jasa atau tenaga kerja, karena akan ada pertukaran tenaga kerja dalam MEA 2016.

Yang perlu diperhatikan saat MEA 2016 adalah perdagangan jasanya bukan perdagangan bebasnya. Karena dari lima tahun yang lalu sebernarnya Indonesia sudah siap dengan perdagangan bebas. Saat MEA tiba, tenaga kerja akan dinilai berdasarkan kompetensinya dan sertifikasi diperlukan dalam menunjang kualitas si pekerja. Tanpa adanya standar kompetensi, bagaimana pekerja Indonesia bisa bersaing atau “pasang harga” ?

Bidang usaha terutama yang mengandalkan perdagangan dan jasa mau tidak mau harus berkompetisi dengan  pemain luar.  Jadi yang dulu-nya hanya bersaing dengan sesama pemain lokal atau mentok-nya skala nasional maka di era MEA nanti harus  berkompetisii dengan pengusaha dari negeri -negeri jiran. Menjadikan mereka mitra atau kompetitor adalah pilihan.

Bagaimanapun jika MEA 2016 sudah di mulai, siap tidak siap, mau tidak mau, hanya ada satu pilihan …

Berubah atau musnah.

 

Jasa MEA 2016

Invisible Infrastructure

Di dunia telco di kenal istilah “Triple Play”, singkatnya ada 3 layanan (data,audio, dan video) dalam satu paket, kini datacenter, boleh dikatakan sedang ada trend serupa. Di data center boleh jadi sedang menuju “Quadruple Play” — HyperConvergence.

hyperconvergence-1024x687

Doeloe teknologi mainframe sempat merajai, sebelum tergusur oleh teknologi baru berbasis client-server. Namun roda teknologi terus berputar. Kini teknologi berbasis mainframe kembali lagi dengan evolusi yang lebih baik. Memperkenalkan Hype-Convergence, solusi teknologi datacenter masa depan.

Hyperconvergence (hyperconvergence) is a type of infrastructure system with a software-centric architecture that tightly integrates compute, storage, networking and virtualization resources and other technologies from scratch in a commodity hardware box supported by a single vendor.

Hyperconvergence di definiskan sebagai layanan yang menggabungkan komputasi (compute), penyimpanan data (storage), jaringan (network) dan virtualisasi dalam satu paket.

Teknologi tradisional mungkin tidak akan tersingkir begitu saja, karena secara ecosystem teknologi  hyper convergence ini baru di mulai. Tetapi setidaknya pola pikir lama yang mengkotak-kotakan fungsi server, storage, network akan terkikis oleh teknologi baru tsb.

Dengan hyper convergence, solusi ouf-of-the box yang akan membuat para IT Pro harus “reboot” dan berpikir lebih sederhana dan logis. Kalo bisa di bikin simple untuk apa di bikin ribet ? Sudah bukan jaman-nya bikin ribet, bikin susah 🙂

invisible-infrastructure_55.gif-550x0

Hyper convergence = hypervisor (virtualisasi) dan convergence (konvergensi)

Bahasa yang mudah di pahami adalah penggabungan fungsi  server, storage dan network dalam satu system virtualisasi.

Software Defined Storage (SDS) dan Software Defined Network (SDN) adalah bagian dari hyperconvergence.

Di teknologi tradisional, SAN (Storage Area Network) maupun NAS (Network Attached Storage) umum di pakai. Demikian pula dengan perangkat jaringan baik swicth, router, firewall dst. Biasanya butuh banyak orang IT utk manage teknologi tradisional. Ada yg jadi SysAdmin, Network Engineer, Storage Engineer, dst. Scale-out adalah hal yang paling jadi momok. Kenapa? Tidak mudah mengerjakan dan mengembangkan sesuatu yang dari awal sudah terlihat complex.

Lupakan hal-hal ribet diatas jika sudah beralih ke hyper-convergence.

Untuk para triple C atau decision maker, disamping hanya butuh tenaga IT yang lebih sedikit  inilah keunggulan teknologi hyper-convergence yang bisa bikin “galau”

  • Average five-year ROI: 510 percent
  • Five-year discounted benefits per organization: $7.85M
  • Five-year TCO savings: 58 percent
  • Storage deployment: 85 percent faster
  • Reduction in unplanned downtime: 99.7 percent

Source

Jika data tsb masih belum terlalu menyakinkan,bagaimana dengan melihat teknologi yang di gunakan cloud provider seperti, Amazon Web Service (AWS), Google. dan Facebook. Infrastruktur globalnya di bangun diatas teknologi  hyperconvergence.

Actions speak louder than words !

Invisible Infrastructure