Invisible Infrastructure


Di dunia telco di kenal istilah “Triple Play”, singkatnya ada 3 layanan (data,audio, dan video) dalam satu paket, kini datacenter, boleh dikatakan sedang ada trend serupa. Di data center boleh jadi sedang menuju “Quadruple Play” — HyperConvergence.

hyperconvergence-1024x687

Doeloe teknologi mainframe sempat merajai, sebelum tergusur oleh teknologi baru berbasis client-server. Namun roda teknologi terus berputar. Kini teknologi berbasis mainframe kembali lagi dengan evolusi yang lebih baik. Memperkenalkan Hype-Convergence, solusi teknologi datacenter masa depan.

Hyperconvergence (hyperconvergence) is a type of infrastructure system with a software-centric architecture that tightly integrates compute, storage, networking and virtualization resources and other technologies from scratch in a commodity hardware box supported by a single vendor.

Hyperconvergence di definiskan sebagai layanan yang menggabungkan komputasi (compute), penyimpanan data (storage), jaringan (network) dan virtualisasi dalam satu paket.

Teknologi tradisional mungkin tidak akan tersingkir begitu saja, karena secara ecosystem teknologi  hyper convergence ini baru di mulai. Tetapi setidaknya pola pikir lama yang mengkotak-kotakan fungsi server, storage, network akan terkikis oleh teknologi baru tsb.

Dengan hyper convergence, solusi ouf-of-the box yang akan membuat para IT Pro harus “reboot” dan berpikir lebih sederhana dan logis. Kalo bisa di bikin simple untuk apa di bikin ribet ? Sudah bukan jaman-nya bikin ribet, bikin susah🙂

invisible-infrastructure_55.gif-550x0

Hyper convergence = hypervisor (virtualisasi) dan convergence (konvergensi)

Bahasa yang mudah di pahami adalah penggabungan fungsi  server, storage dan network dalam satu system virtualisasi.

Software Defined Storage (SDS) dan Software Defined Network (SDN) adalah bagian dari hyperconvergence.

Di teknologi tradisional, SAN (Storage Area Network) maupun NAS (Network Attached Storage) umum di pakai. Demikian pula dengan perangkat jaringan baik swicth, router, firewall dst. Biasanya butuh banyak orang IT utk manage teknologi tradisional. Ada yg jadi SysAdmin, Network Engineer, Storage Engineer, dst. Scale-out adalah hal yang paling jadi momok. Kenapa? Tidak mudah mengerjakan dan mengembangkan sesuatu yang dari awal sudah terlihat complex.

Lupakan hal-hal ribet diatas jika sudah beralih ke hyper-convergence.

Untuk para triple C atau decision maker, disamping hanya butuh tenaga IT yang lebih sedikit  inilah keunggulan teknologi hyper-convergence yang bisa bikin “galau”

  • Average five-year ROI: 510 percent
  • Five-year discounted benefits per organization: $7.85M
  • Five-year TCO savings: 58 percent
  • Storage deployment: 85 percent faster
  • Reduction in unplanned downtime: 99.7 percent

Source

Jika data tsb masih belum terlalu menyakinkan,bagaimana dengan melihat teknologi yang di gunakan cloud provider seperti, Amazon Web Service (AWS), Google. dan Facebook. Infrastruktur globalnya di bangun diatas teknologi  hyperconvergence.

Actions speak louder than words !

Invisible Infrastructure

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s