Alamat Palsu


alamat palsu

Setiap perangkat  “önline” (istilah anak muda jaman sekarang) wajib memiliki KTP atau identitas. Apapun perangkat/gadget yang dipakai pasti akan memiliki IP address sebagai identitas diri.

Perangkat yg online ga cuman di laptop, henpon atau gadget mainen tetapi juga sudah mulai merambah ke  smua perangkat, mulai dari kulkas hingga mobil otonom, dari tv hingga drone. Kita masuk ke jaman Internet of Thing, semua perangkat terkoneksi ke internet, bisa ngobrol satu sama lain. Smua aktivitas kita bisa jadi bisa di trackingbisa dipetakan , bisa di analisa. Wow..termasuk jadwal rutin ke toilet :-)  ..jadi jangan kaget suatu hari nanti ada direct message  dari dokter pribadi kita untuk segera cek kesehatan pencernaan .

Jika semua perangkat di planet bumi ini butuh identitas apakah cukup sistem pengalamatan yang ada sekarang ? Alamat atau ID perangkat di internet ditentukan oleh IP (Internet Protocol) address.

“IPv4 is running out”,  jatah IP v4 sudah mulai habis ? Benarkah ?

Jika di urut berita tsb sudah muncul 10 tahun yg lalu ,saat perangkat mobile booming. Katanya jatah IPv4  yang cuman 232 atau 4,294,967,296 akan segera habis dalam hitungan beberapa tahun ke depan.

Berhubung IPv4 kagak cukup utk jangka panjang, maka gak tanggung-tanggung tukang insiyur network bekerja keras membuat standar KTP baru utk penduduk jaringan. Muncullah yang di sebut IPv5..eh salah..langsung loncat IPv6. yang katanya bisa memberikan KTP utk setiap perangkat yg ada di muka bumi.

IPv6 ini bisa mengalamati perangkat hingga 2128 atau…angka-nya kebanyakan kalo di tulis.. sekitar 4.3 trilyun alamat. Cukup hingga jaman Terminator 10 muncul nanti ^_^

Alamat Palsu

Bukan lagunya Ayu Ting-ting, tapi di dunia jaringan pun sampai detik ini masih dipakai sistem alamat palsu. Itulah kenapa IPv4 masih agak panjang umur. Karena perangkat yang terkoneksi internet bisa di palsukan alamatnya. Istilah di NAT..Network Address Translation.

Contoh sederhananya,  main fesbukt lewat wifi kantor atau cafe maka yang tercatat di facebook server adalah IP dari kantor atau cafe tsb.Jadi satu IP address dipakai rame-rame.Makanya ini di bilang alamat palsu.

Suatu hari nanti setiap perangkat langsung akan memiliki public IP yang bisa direct access ke internet. Kulkas bisa pesan sendiri belanja bulanan ke bla-bla-mart. Di anterin pakai drone-mart.Persis kayak di pilem. Kolesterol atau kadar gula naik langsung bisa info oleh smartwatch. Be healty…

Biarlah alamat palsu mengalun merdu..

peplink

Era cloud adalah era-nya internet artinya, jika pilihan dijatuhkan pada aplikasi cloud, konsekuensi-nya adalah koneksi internetnya anti lola, anti putus nyambung, stabil cepat dan reliable.

Era BYOD (Bring Your Own Devices) juga bikin ribet. Jaman sekarang, satu orang pekerja kantoran bisa membawa lebih dari dua perangkat. Minimal ada satu henpon atau laptop. Semua perangkat terkoneksi. Jadi wajar, jika sekarang rata-rata jumlah perangkat bisa dobel dari kapasitas yang tersedia. Artinya, jumlah bandwidth yang tersedia selalu akan kurang jika kita ikutin jumlah perangkat yang masuk.

Pilihan koneksi internet yang ada juga tidak bisa memuaskan semua orang. Meski cepat tapi kagak stabil atau stabil …lambat-nya. Otak diputar dikit agar yg cepat atau lambat atau yang gak stabil ini bisa tetap dipakai dengan resiko minimal.Agar bisa di pakai semua orang dengan lebih nyaman dan hepi.

FUP (Fair Usage Policy) adalah salah satu cara yang di pakai penjual bandwitdh untuk mengatur pemakaian koneksi. Nah, cara serupa pun bisa di terapkan dalam level yang lebih kecil di kantor atau perusahaan.

Tetapi sebelum menujuke FUP and policy bla-bla..akan lebih baik jika dari sisi infrastrutur jaringan internetnya di bagusin. Jaman sekarang harga bandwidth inet sudah makin terjangkau. Pilihan juga semakin banyak. Sudah tidak jaman lagi memakai satu koneksi  internet jomblo di jaman cloud sekarang ini. Minimal diperluan dual WAN agar koneksi ke cloud tetap terjaga.

Multihoming is the practice of connecting a host or a computer network to multiple networks simultaneously to perform load-balancing, enhance throughput, provide redundancy, or establish gateway services.

mutihoming

NLB (Network load balancing)  harus di aktifkan, tidak bisa lagi pakai sistem tradisional  yang biasa dipakai di rumah utk kebutuhan cloud. Don’t worry be happy, tidak perlu setup complicated protocol routing macam BGP dkk. Dengan network appliance sudah bisa di beresin urusan multihoming tsb.

wan-balance

Sayonara MPLS

Dual WAN (DSL/Fiber) sudah biasa…kini triple WAN (DSL,Fiber, 4G) and more bisa dikatakan bukan wah lagi. Berita  bagusnya,dengan commodty hardware kita sudah bisa buat sistem jaringan yang reliable. Hanya diperlukan brainware dan sedikit kreatifitas.

Tujuan utama multihoming ini, koneksi internet dari beberapa provider (ISP) bisa di bonding (di ikat jadi satu pipa)  untuk load balancing maupun failover. Artinya kita bisa bisa bikin sistem jaringan  “setup-it and forget it”. Sekali terpasang bisa ditinggalin.Minim supervisi dan interaksi alias running auto mode.

Jika terjadi gangguan pada koneksi jaringan ke salah satu ISP akan di perbaiki secara otomatis. Beban yang berlebih di salah satu koneksi juga bisa di bagi rata ke semua koneksi WAN yang tersedia..secara otomatis. Tidak ada istilah mengganggur..smua kerja..kerja..kerja.

Urusan multihoming selesai , saatnya kembali selesaikan urusan alamat palsu. Pengaturan jaringan internal LAN akan sangat penting untuk menjaga agar semua user bisa mendapatkan akses yang berimbang.

QoS (Qualitiy of Service) adalah salah satu bagian pengaturan jaringan yang memastikan layanan dengan prioritas tertinggi akan mendapatkan porsi terbesar. Contoh untuk keperluan kantor, utk VoIP, Video Confrence, email/messaging ataupun aplikasi cloud akan mendapatkan prioritas paling tinggi. Sedangkan keperluan entertainment streaming, sosmed ataupun donlot torrent akan mendapatkan porsi terendah. Bagaimanapun pengaturan jaringan yang baik adalah separuh jalan menuju komputasi awan. Jangan banyak berharap ke cloud  jika urusan jaringan masih banyak PR-nya.

 

 

Alamat Palsu

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s