Kemesraan Ini Segera Berlalu

Selama lima dekade atau 50 tahunan, teknologi komputasi memiliki pakem yang sama.
Untuk merakit computer diperlukan minimal processor (CPU),memori (RAM), dan storage (spindle/magnetic disk atau solid state disk). Devices /perangkat tersebut di buat terpisah.

Computer disini bisa apa saja, mulai dari workstation/PC/Laptop yg dipakai di meja kerja, hingga super server di datacenter. Dan pakem ini menjadi standar selama beberapa dekade

Dan sekarang era-nya SoC (System on Chip)

pcb-to-socBahasa sederhana, SoC bisa dibilang sebagai otak dari tablet atau ponsel pintar yang biasa kita  gunakan. Seperti otak manusia yang terdiri-dari beberapa bagian dengan fungsi berbeda-beda, SoC juga memiliki bagian tersendiri, yaitu prosesor, blok memori seperti RAM dan ROM, chipset grafis, modem serta berbagai komponen lain yang mengatur pemrosesan data.Semua-nya dalam terintegrasi dalam satu chip tunggal.

Banyak perangkat yang memakai SoC sebagai otak.

soc-dimana-mana.png

Awalnya produsen membuat SoC untuk perangkat mobile karena konsumsi dayanya rendah. Tapi tunggu ….itu dulu, teknologi terus berkembang dan kini SoC memiliki suratan takdir yang berbeda.

Pembuat SoC sekarang sudah cukup banyak, yang cukup terkenal di antaranya ;  Intel, Qualcomm,Apple,Samsung,Nvidia,MediaTek,Allwinner,LG, dan Huawei

Hampir semua produsen SoC menggunakan arsitektur ARM, kecuali Intel dan Apple yang memakai arsitekturnya sendiri.

Dominasi Intel.

Dari era tahun 80-an hingga 2010 atau lebih dari 30 tahun boleh dikatakan IT mutlak di kuasai oleh teknologi dari Microsoft dan Intel. Bahkan saking populernya, platform Wintel (Windows Intel) ini seakan jadi patokan untuk hampir semua vendor IT.

Tidak mengesampikan IBM dengan Power System-nya dan Sun Microsystem dengan SPARC  dan Solaris Unix-nya yang very emeging …pada saat itu . Sebagian besar vendor IT, misalnya  HP, Dell, Fujitsu, Hitachi,  dkk yang merupakan konsumen setia produk Intel dan  Microsoft.

Saking dominannya Intel, perusahaan sekelas Sun Microsystem pun akhirnya harus rela jatuh dan di akusisi oleh Oracle. Sedangkan IBM, harus iklas melepaskan divisi  x86 (Intel based system) ke Lenovo dan hanya fokus di platform milik sendiri yakni Power System.

Intel benar benar jadi raja. King of Processor ! pesaing terdekatnya yakni AMD pun tumbang ..pamornya semakin redup, meski di awal tahun 2017 ini AMD mulai coba bangkit kembali dengan Ryzen nya.

Kemesraan Windows dan Intel

Kembali ke laptop, hanya ada Windows dan Intel yang selalu bersama hampir tiga dekade. Lupakan dulu Apple (doi hanya main di level consumer, bukan di level enterprise).

Coba saja beli computer, mulai laptop hingga high-end server, boleh apa saja brand / merk-nya tapi pasti jeroan-nya di dominasi bikinan Intel dan Windows. Kecuali bagi yang agak sedikit techie, kadang ada yang coba pakai AMD dan Linux. Pokoknya jadi anak bawang deh yang pakai diluar Wintel.

Artinya selama bertahun-tahun, pakem yang di buat Microsoft dan Intel ini sudah menjadi semacam kurikulum sekolah. Wajib ada dan di ikutin. Anak kampus yang belajar diluar pakem tersebut dijamin susah dapat kerjaan, lah gimana klo hampir smua perusahan saat ini memakai teknologi Wintel.

Ganti Kurikulum

Mungkin screenshot diatas tidak berarti apapun, tidak ada yang istimewa ?

Tapi coba perhatikan baik-baik di Task Manager Windows 10 ini, di bagian CPU.

Mana Intel processor-nya ? Gak Ada..ternyata Microsoft sudah mengganti-nya dengan  Qualcomm Snapdragon ! Yah bener..bagi yang punya smartphone..apapun merk-nya
(selain iPhone), pasti akan nemu jeroan Snapdragon, nama beken processor buatan Qualcomm

 

Dan ini bukan rumor atau gosip, direncanakan akhir tahun 2017 atau di 2018 bakal meluncur komputer/laptop Windows 10 berbasis ARM processor (Snapdragon ini contohnya).

win10alwaysconnected

 

Artinya apa ? Kita punya laptop bakal bisa forji-an juga (LTE) secara native. Baca deh dari sumber-nya

Tanda-tanda kebangkitan laptop nih kayaknya ? Setelah beberapa tahun terakhir tenggelam di hantam oleh gelombang smartphone, Android terutama-nya. Tapi ini baru permulaan..

Kebutuhan sistem yang semakin “compact”, low-less power but powerfull seakan jadi kata kunci pengembangan teknologi di masa depan.Era arsitektur Intel dengan x86 or x64-nya sudah mulai menampakan hilal-nya. Muncul arsitektur baru yang boleh di katakan (jika tidak terlalu prematur) bakal melibas dan menggantikan penguasa tiga dekade.

ARM menuju Data center

Satu lagi yang diam-diam (sudah bocor duluan) sedang di garap oleh Microsoft adalah kerjasama dengan Qualcomm untuk menggarap processor khusus untuk mesin-mesin di datacenter

Qualcomm Centriq

Inilah cikal bakal processor arsitektur ARM yang sedang di garap Qualcomm untuk kebutuhan pasar datacenter.

Bagi yang pernah kerja di semicon pasti paham teknologi fabrikasi wafer.

Qualcomm bakal memakai fabrikasi 10 nm FinFET, ini kayaknya asapin  Intel yang masih makai fabrikasi 14 nm.

Dan yang paling bikin ketar-ketir Intel, teknologi tersebut saat ini  rame-rame dikembangkan oleh raksasa Silicon Valley; Microsoft, Facebook, Google dkk.

Dengan OCP, mereka berharap bisa membuat server yang berbasis open source. Tidak tergantung lagi pada mesin buatan Intel, Dell, HP atau pun vendor hardware yang sudah mapan lainnya.

Salah satu tujuan Microsoft, Facebook, Google dkk  adalah ingin membuat infrastruktur cloud yang lebih murah, dan tidak tergantung pada salah satu vendor hardware tertentu. Dengan biaya modal dan operasional yang lebih rendah maka harga yang di tawarkan ke customer bisa murah pula.Ujung-ujungnya..kita pula sebagai customer ikut di untungkan.

Open Compute Project (OCP)

qualcomm_centriq_configs_full

Qualcomm 10 nm, 48-core Centriq 2400 platform

qualcomm_centriq_mobo_scaled

Server berbasis  arsitektur ARM

qualcomm_centriq_system_scaled

Sepertinya kemesraaan ini segera berlalu…

 

 

Kemesraan Ini Segera Berlalu

Tahun Ajaran Baru

Apa PERBEDAAN Pendidikan Akademik, Profesi dan Vokasi?

Berbicara mengenai pendidikan, ternyata banyak orang tidak tahu kalau di Indonesia ada tiga jenis pendidikan tingggi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, program pendidikan di pendidikan tinggi mencakup pendidikan akademik (sarjana, magister, dan doktor), pendidikan profesi/spesialis dan pendidikan vokasi (diploma).

Istilah vokasi digunakan untuk program pendidikan menggantikan istilah profesional atau profesi. Vokasi mungkin diturunkan dari bahasa Inggris,

  • a person’s employment or main occupation, especially regarded as particularly worthy and requiring great dedication.
  • a trade or profession.

Vocation sama artinya dengan profession….belajar untuk menjadi jadi Professional bukan Professor  !

Pendidikan vokasi merupakan penyelenggaraan jalur pendidikan formal yang diselenggarakan pada level pendidikan  tinggi, seperti: politeknik, program diploma, atau sejenisnya.

Sedangkan pendidikan kejuruan merupakan penyelenggaraan jalur pendidikan formal yang dilaksanakan pada jenjang pendidikan tingkat menengah, yaitu: pendidikan menengah kejuruan yang berbentuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Pendidikan kejuruan dan pendidikan vokasi merupakan penyelenggaraan program pendidikan yang terkait erat dengan ketenagakerjaan

 

Piramida Ketenagakerjaan dan Jenjang Pendidikan Sekolah 

 

Vokasi bertujuan menciptakan tenaga kerja yang terampil dalam keahlian tertentu karena industri suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas tenaga terampil yang terlibat langsung dalam proses produksi.

Entrepreneurship atau Wirausaha adalah efek samping jika memilih jalur vokasi. Pola pikir lulusan berbasis vokasi sudah di setting di kampus untuk menjadi tenaga kerja ahli yang professional dan sekaligus enterpreneur.

Kenapa bisa demikian ?

Vokasi juga bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik untuk memasuki lapangan kerja dan sekaligus menghasilkan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan oleh masyarakat atau menciptakan peluang kerja dengan kemampuan / skill sets yang di miliki.

Pilihan Ditentukan

Berbeda dengan pendidikan akademik,kenaikan level misal dari S1 ke S2 ataupun S3. Ataupun pendidikan profesi , misal dokter, notaris, akutant, yang harus kembali ke kampus pendidikan tinggi untuk bisa mendapatkan kenaikan level.

Pendidikan vokasi adalah masalah skill sets / ketrampilan kerja, untuk menaikan level skill sets tidak selalu dengan pilihan balik kampus. Justru sebaliknya, kenaikan level dari level biasa ke specialist bisa dapat kan dengan jalur yang sangat berbeda. Bisa berupa mengikuti pelatihan hingga sertikasi profesi yang di selenggarakan lembaga non-formal.

Bukan ijazah yang di dapat, tetapi pengakuan professi dan kompetensi.Tingkat tertinggi dari jenjang karir vokasi adalah SPECIALIST . Keahlian khusus yang tidak mudah untuk mendapatkan-nya.

Baik dengan belajar otodidak atau pengembangan karir lewat pelatihan yang reguler dengan mentoring adalah salah satu jalan menjadi specialist.

Inilah yang membedakan jalur vokasi dengan akademisi ataupun profesi.

Professionalisme dan Dedikasi tuntas adalah kata kunci untuk meluncur di jalur vokasi.

ILMU BISA DI BELI, PENGALAMAN HANYA DIDAPATKAN DENGAN MENJALANI

Be different friends!

Tahun Ajaran Baru