Kemesraan Ini Segera Berlalu

Selama lima dekade atau 50 tahunan, teknologi komputasi memiliki pakem yang sama.
Untuk merakit computer diperlukan minimal processor (CPU),memori (RAM), dan storage (spindle/magnetic disk atau solid state disk). Devices /perangkat tersebut di buat terpisah.

Computer disini bisa apa saja, mulai dari workstation/PC/Laptop yg dipakai di meja kerja, hingga super server di datacenter. Dan pakem ini menjadi standar selama beberapa dekade

Dan sekarang era-nya SoC (System on Chip)

pcb-to-socBahasa sederhana, SoC bisa dibilang sebagai otak dari tablet atau ponsel pintar yang biasa kita  gunakan. Seperti otak manusia yang terdiri-dari beberapa bagian dengan fungsi berbeda-beda, SoC juga memiliki bagian tersendiri, yaitu prosesor, blok memori seperti RAM dan ROM, chipset grafis, modem serta berbagai komponen lain yang mengatur pemrosesan data.Semua-nya dalam terintegrasi dalam satu chip tunggal.

Banyak perangkat yang memakai SoC sebagai otak.

soc-dimana-mana.png

Awalnya produsen membuat SoC untuk perangkat mobile karena konsumsi dayanya rendah. Tapi tunggu ….itu dulu, teknologi terus berkembang dan kini SoC memiliki suratan takdir yang berbeda.

Pembuat SoC sekarang sudah cukup banyak, yang cukup terkenal di antaranya ;  Intel, Qualcomm,Apple,Samsung,Nvidia,MediaTek,Allwinner,LG, dan Huawei

Hampir semua produsen SoC menggunakan arsitektur ARM, kecuali Intel dan Apple yang memakai arsitekturnya sendiri.

Dominasi Intel.

Dari era tahun 80-an hingga 2010 atau lebih dari 30 tahun boleh dikatakan IT mutlak di kuasai oleh teknologi dari Microsoft dan Intel. Bahkan saking populernya, platform Wintel (Windows Intel) ini seakan jadi patokan untuk hampir semua vendor IT.

Tidak mengesampikan IBM dengan Power System-nya dan Sun Microsystem dengan SPARC  dan Solaris Unix-nya yang very emeging …pada saat itu . Sebagian besar vendor IT, misalnya  HP, Dell, Fujitsu, Hitachi,  dkk yang merupakan konsumen setia produk Intel dan  Microsoft.

Saking dominannya Intel, perusahaan sekelas Sun Microsystem pun akhirnya harus rela jatuh dan di akusisi oleh Oracle. Sedangkan IBM, harus iklas melepaskan divisi  x86 (Intel based system) ke Lenovo dan hanya fokus di platform milik sendiri yakni Power System.

Intel benar benar jadi raja. King of Processor ! pesaing terdekatnya yakni AMD pun tumbang ..pamornya semakin redup, meski di awal tahun 2017 ini AMD mulai coba bangkit kembali dengan Ryzen nya.

Kemesraan Windows dan Intel

Kembali ke laptop, hanya ada Windows dan Intel yang selalu bersama hampir tiga dekade. Lupakan dulu Apple (doi hanya main di level consumer, bukan di level enterprise).

Coba saja beli computer, mulai laptop hingga high-end server, boleh apa saja brand / merk-nya tapi pasti jeroan-nya di dominasi bikinan Intel dan Windows. Kecuali bagi yang agak sedikit techie, kadang ada yang coba pakai AMD dan Linux. Pokoknya jadi anak bawang deh yang pakai diluar Wintel.

Artinya selama bertahun-tahun, pakem yang di buat Microsoft dan Intel ini sudah menjadi semacam kurikulum sekolah. Wajib ada dan di ikutin. Anak kampus yang belajar diluar pakem tersebut dijamin susah dapat kerjaan, lah gimana klo hampir smua perusahan saat ini memakai teknologi Wintel.

Ganti Kurikulum

Mungkin screenshot diatas tidak berarti apapun, tidak ada yang istimewa ?

Tapi coba perhatikan baik-baik di Task Manager Windows 10 ini, di bagian CPU.

Mana Intel processor-nya ? Gak Ada..ternyata Microsoft sudah mengganti-nya dengan  Qualcomm Snapdragon ! Yah bener..bagi yang punya smartphone..apapun merk-nya
(selain iPhone), pasti akan nemu jeroan Snapdragon, nama beken processor buatan Qualcomm

 

Dan ini bukan rumor atau gosip, direncanakan akhir tahun 2017 atau di 2018 bakal meluncur komputer/laptop Windows 10 berbasis ARM processor (Snapdragon ini contohnya).

win10alwaysconnected

 

Artinya apa ? Kita punya laptop bakal bisa forji-an juga (LTE) secara native. Baca deh dari sumber-nya

Tanda-tanda kebangkitan laptop nih kayaknya ? Setelah beberapa tahun terakhir tenggelam di hantam oleh gelombang smartphone, Android terutama-nya. Tapi ini baru permulaan..

Kebutuhan sistem yang semakin “compact”, low-less power but powerfull seakan jadi kata kunci pengembangan teknologi di masa depan.Era arsitektur Intel dengan x86 or x64-nya sudah mulai menampakan hilal-nya. Muncul arsitektur baru yang boleh di katakan (jika tidak terlalu prematur) bakal melibas dan menggantikan penguasa tiga dekade.

ARM menuju Data center

Satu lagi yang diam-diam (sudah bocor duluan) sedang di garap oleh Microsoft adalah kerjasama dengan Qualcomm untuk menggarap processor khusus untuk mesin-mesin di datacenter

Qualcomm Centriq

Inilah cikal bakal processor arsitektur ARM yang sedang di garap Qualcomm untuk kebutuhan pasar datacenter.

Bagi yang pernah kerja di semicon pasti paham teknologi fabrikasi wafer.

Qualcomm bakal memakai fabrikasi 10 nm FinFET, ini kayaknya asapin  Intel yang masih makai fabrikasi 14 nm.

Dan yang paling bikin ketar-ketir Intel, teknologi tersebut saat ini  rame-rame dikembangkan oleh raksasa Silicon Valley; Microsoft, Facebook, Google dkk.

Dengan OCP, mereka berharap bisa membuat server yang berbasis open source. Tidak tergantung lagi pada mesin buatan Intel, Dell, HP atau pun vendor hardware yang sudah mapan lainnya.

Salah satu tujuan Microsoft, Facebook, Google dkk  adalah ingin membuat infrastruktur cloud yang lebih murah, dan tidak tergantung pada salah satu vendor hardware tertentu. Dengan biaya modal dan operasional yang lebih rendah maka harga yang di tawarkan ke customer bisa murah pula.Ujung-ujungnya..kita pula sebagai customer ikut di untungkan.

Open Compute Project (OCP)

qualcomm_centriq_configs_full

Qualcomm 10 nm, 48-core Centriq 2400 platform

qualcomm_centriq_mobo_scaled

Server berbasis  arsitektur ARM

qualcomm_centriq_system_scaled

Sepertinya kemesraaan ini segera berlalu…

 

 

Advertisements
Kemesraan Ini Segera Berlalu

AADC 2017

AADC bukan judul film yang sempat booming di tahun awal tahun 2000-an dan sequel-nya AADC2 barusan tayang di tahun ini.

AADCAda Apa Dengan Cloud ?

Booming cloud masih terasa di beberapa tahun belakangan ini. Rame!

Sebutlah empat nama penguasa cloud global saat ini : Amazon Web Service, Microsoft Azure, IBM Softlayer, dan Google Cloud Platform

0802rcp_cloudshare

Ke empat vendor cloud tersebut masih tak ada lawan, terlalu kuat dengan kemampuan infrastruktur globalnya.

vmware_vcloud_foundation_on_aws_3

Mulai dari Amazon Web Service (AWS), berita terhangat di bulan Oktober ini, mereka baru lauching layanan VMware Cloud on AWS !   Nah, bikin datacenter sekarang tinggal click, pilih lokasi geo-nya, klo Indonesia yang deketan mungkin Singapore atau Sydney (AUS).

Mau sewa per-jam ? atau per tahun..silakan tinggal gesek account kartu kredit aja atau pakai account vmware. Buat yang penasaran bisa lihat demo-nya disini

AADC yang berikut-nya Cloud-nya Microsoft

Azure Stack

050815_1848_azurestackw1

Nah kali ini strategi Microsoft adalah memboyong hybrid cloud dengan masive menuju  on-premise. Senjata andalan Microsoft kali ini adalah Azure Stack yang rencananya akan di launching Q1 atau Q2 2017. Azure stack tidak lain kepanjangan tangan dari Azure (public cloud) yang akan running di on premise sebagai private cloud.

Dengan memanfaatkan kekuatan dan kepopuleran Microsoft Windows Server / Hyper-V di entreprise, maka Azure Stack ini bisa di kombinasikan sebagai solusi terpadu (hybrid-cloud)

Untuk informasi, Azure Stack saat ini masuk dalam Technical Preview version, diperkirakan versi komersialnya akan rilis di quarter pertama 2017 nanti.

Azure stack membawa permainan baru dalam bisnis cloud. Di sisi lain provider cloud masih rame menawarkan public cloud, di titik ini Microsoft melihat peluang yang gede di bisnis private cloud yang running di ekosistem yang berbasis Microsoft Windows Server.

IBM Softlayer

488185-ibm-softlayer-logo

Cloud punya IBM ini,  ada di posisi ke-3 dalam market share.  Lokasi terdekat datacenter IBM ada di Singapore.  Solusi private cloud versi IBM bisa di lihat disini

Bagaimana dengan Google ?

openstack

Google Cloud Platform atau sekarang di potong nama-nya ama google jadi Google Cloud tidak tinggal diam. Google cloud di tahun 2015 kemaren sudah ajakin OpenStack untuk bikin cloud platform rasa opensource. Tujuan-nya setali tiga uang , membawa hyrid cloud ke on premise. Seperti yang diketahui, OpenStack banyak di gunakan untuk membangun private cloud di datacenter korporasi / enterprise yang berbasis Linux.

Rumus membuat datacenter juga masih patent, taroh  dilokasi terdekat dengan clients / end-users.Selain itu,kebijaksanaan / policy yang mewajibkan datacenter harus bikin di Indonesia, juga sebagai pertimbangan lain untuk membangun private cloud on premise.

Dengan Azure Stack, maka terasa memiliki Azure (public cloud) di datacenter perusahaan. Demikian juga dengan solusi yang di tawarkan, AWS, Google Cloud dan IBM Softlayer akan membawa teknologi cloud semakin dekat…secara fisik dan teknologi.

Cinta deh …

AADC 2017

Alamat Palsu

alamat palsu

Setiap perangkat  “önline” (istilah anak muda jaman sekarang) wajib memiliki KTP atau identitas. Apapun perangkat/gadget yang dipakai pasti akan memiliki IP address sebagai identitas diri.

Perangkat yg online ga cuman di laptop, henpon atau gadget mainen tetapi juga sudah mulai merambah ke  smua perangkat, mulai dari kulkas hingga mobil otonom, dari tv hingga drone. Kita masuk ke jaman Internet of Thing, semua perangkat terkoneksi ke internet, bisa ngobrol satu sama lain. Smua aktivitas kita bisa jadi bisa di trackingbisa dipetakan , bisa di analisa. Wow..termasuk jadwal rutin ke toilet 🙂  ..jadi jangan kaget suatu hari nanti ada direct message  dari dokter pribadi kita untuk segera cek kesehatan pencernaan .

Jika semua perangkat di planet bumi ini butuh identitas apakah cukup sistem pengalamatan yang ada sekarang ? Alamat atau ID perangkat di internet ditentukan oleh IP (Internet Protocol) address.

“IPv4 is running out”,  jatah IP v4 sudah mulai habis ? Benarkah ?

Jika di urut berita tsb sudah muncul 10 tahun yg lalu ,saat perangkat mobile booming. Katanya jatah IPv4  yang cuman 232 atau 4,294,967,296 akan segera habis dalam hitungan beberapa tahun ke depan.

Berhubung IPv4 kagak cukup utk jangka panjang, maka gak tanggung-tanggung tukang insiyur network bekerja keras membuat standar KTP baru utk penduduk jaringan. Muncullah yang di sebut IPv5..eh salah..langsung loncat IPv6. yang katanya bisa memberikan KTP utk setiap perangkat yg ada di muka bumi.

IPv6 ini bisa mengalamati perangkat hingga 2128 atau…angka-nya kebanyakan kalo di tulis.. sekitar 4.3 trilyun alamat. Cukup hingga jaman Terminator 10 muncul nanti ^_^

Alamat Palsu

Bukan lagunya Ayu Ting-ting, tapi di dunia jaringan pun sampai detik ini masih dipakai sistem alamat palsu. Itulah kenapa IPv4 masih agak panjang umur. Karena perangkat yang terkoneksi internet bisa di palsukan alamatnya. Istilah di NAT..Network Address Translation.

Contoh sederhananya,  main fesbukt lewat wifi kantor atau cafe maka yang tercatat di facebook server adalah IP dari kantor atau cafe tsb.Jadi satu IP address dipakai rame-rame.Makanya ini di bilang alamat palsu.

Suatu hari nanti setiap perangkat langsung akan memiliki public IP yang bisa direct access ke internet. Kulkas bisa pesan sendiri belanja bulanan ke bla-bla-mart. Di anterin pakai drone-mart.Persis kayak di pilem. Kolesterol atau kadar gula naik langsung bisa info oleh smartwatch. Be healty…

Biarlah alamat palsu mengalun merdu..

peplink

Era cloud adalah era-nya internet artinya, jika pilihan dijatuhkan pada aplikasi cloud, konsekuensi-nya adalah koneksi internetnya anti lola, anti putus nyambung, stabil cepat dan reliable.

Era BYOD (Bring Your Own Devices) juga bikin ribet. Jaman sekarang, satu orang pekerja kantoran bisa membawa lebih dari dua perangkat. Minimal ada satu henpon atau laptop. Semua perangkat terkoneksi. Jadi wajar, jika sekarang rata-rata jumlah perangkat bisa dobel dari kapasitas yang tersedia. Artinya, jumlah bandwidth yang tersedia selalu akan kurang jika kita ikutin jumlah perangkat yang masuk.

Pilihan koneksi internet yang ada juga tidak bisa memuaskan semua orang. Meski cepat tapi kagak stabil atau stabil …lambat-nya. Otak diputar dikit agar yg cepat atau lambat atau yang gak stabil ini bisa tetap dipakai dengan resiko minimal.Agar bisa di pakai semua orang dengan lebih nyaman dan hepi.

FUP (Fair Usage Policy) adalah salah satu cara yang di pakai penjual bandwitdh untuk mengatur pemakaian koneksi. Nah, cara serupa pun bisa di terapkan dalam level yang lebih kecil di kantor atau perusahaan.

Tetapi sebelum menujuke FUP and policy bla-bla..akan lebih baik jika dari sisi infrastrutur jaringan internetnya di bagusin. Jaman sekarang harga bandwidth inet sudah makin terjangkau. Pilihan juga semakin banyak. Sudah tidak jaman lagi memakai satu koneksi  internet jomblo di jaman cloud sekarang ini. Minimal diperluan dual WAN agar koneksi ke cloud tetap terjaga.

Multihoming is the practice of connecting a host or a computer network to multiple networks simultaneously to perform load-balancing, enhance throughput, provide redundancy, or establish gateway services.

mutihoming

NLB (Network load balancing)  harus di aktifkan, tidak bisa lagi pakai sistem tradisional  yang biasa dipakai di rumah utk kebutuhan cloud. Don’t worry be happy, tidak perlu setup complicated protocol routing macam BGP dkk. Dengan network appliance sudah bisa di beresin urusan multihoming tsb.

wan-balance

Sayonara MPLS

Dual WAN (DSL/Fiber) sudah biasa…kini triple WAN (DSL,Fiber, 4G) and more bisa dikatakan bukan wah lagi. Berita  bagusnya,dengan commodty hardware kita sudah bisa buat sistem jaringan yang reliable. Hanya diperlukan brainware dan sedikit kreatifitas.

Tujuan utama multihoming ini, koneksi internet dari beberapa provider (ISP) bisa di bonding (di ikat jadi satu pipa)  untuk load balancing maupun failover. Artinya kita bisa bisa bikin sistem jaringan  “setup-it and forget it”. Sekali terpasang bisa ditinggalin.Minim supervisi dan interaksi alias running auto mode.

Jika terjadi gangguan pada koneksi jaringan ke salah satu ISP akan di perbaiki secara otomatis. Beban yang berlebih di salah satu koneksi juga bisa di bagi rata ke semua koneksi WAN yang tersedia..secara otomatis. Tidak ada istilah mengganggur..smua kerja..kerja..kerja.

Urusan multihoming selesai , saatnya kembali selesaikan urusan alamat palsu. Pengaturan jaringan internal LAN akan sangat penting untuk menjaga agar semua user bisa mendapatkan akses yang berimbang.

QoS (Qualitiy of Service) adalah salah satu bagian pengaturan jaringan yang memastikan layanan dengan prioritas tertinggi akan mendapatkan porsi terbesar. Contoh untuk keperluan kantor, utk VoIP, Video Confrence, email/messaging ataupun aplikasi cloud akan mendapatkan prioritas paling tinggi. Sedangkan keperluan entertainment streaming, sosmed ataupun donlot torrent akan mendapatkan porsi terendah. Bagaimanapun pengaturan jaringan yang baik adalah separuh jalan menuju komputasi awan. Jangan banyak berharap ke cloud  jika urusan jaringan masih banyak PR-nya.

 

 

Alamat Palsu

Invisible Infrastructure

Di dunia telco di kenal istilah “Triple Play”, singkatnya ada 3 layanan (data,audio, dan video) dalam satu paket, kini datacenter, boleh dikatakan sedang ada trend serupa. Di data center boleh jadi sedang menuju “Quadruple Play” — HyperConvergence.

hyperconvergence-1024x687

Doeloe teknologi mainframe sempat merajai, sebelum tergusur oleh teknologi baru berbasis client-server. Namun roda teknologi terus berputar. Kini teknologi berbasis mainframe kembali lagi dengan evolusi yang lebih baik. Memperkenalkan Hype-Convergence, solusi teknologi datacenter masa depan.

Hyperconvergence (hyperconvergence) is a type of infrastructure system with a software-centric architecture that tightly integrates compute, storage, networking and virtualization resources and other technologies from scratch in a commodity hardware box supported by a single vendor.

Hyperconvergence di definiskan sebagai layanan yang menggabungkan komputasi (compute), penyimpanan data (storage), jaringan (network) dan virtualisasi dalam satu paket.

Teknologi tradisional mungkin tidak akan tersingkir begitu saja, karena secara ecosystem teknologi  hyper convergence ini baru di mulai. Tetapi setidaknya pola pikir lama yang mengkotak-kotakan fungsi server, storage, network akan terkikis oleh teknologi baru tsb.

Dengan hyper convergence, solusi ouf-of-the box yang akan membuat para IT Pro harus “reboot” dan berpikir lebih sederhana dan logis. Kalo bisa di bikin simple untuk apa di bikin ribet ? Sudah bukan jaman-nya bikin ribet, bikin susah 🙂

invisible-infrastructure_55.gif-550x0

Hyper convergence = hypervisor (virtualisasi) dan convergence (konvergensi)

Bahasa yang mudah di pahami adalah penggabungan fungsi  server, storage dan network dalam satu system virtualisasi.

Software Defined Storage (SDS) dan Software Defined Network (SDN) adalah bagian dari hyperconvergence.

Di teknologi tradisional, SAN (Storage Area Network) maupun NAS (Network Attached Storage) umum di pakai. Demikian pula dengan perangkat jaringan baik swicth, router, firewall dst. Biasanya butuh banyak orang IT utk manage teknologi tradisional. Ada yg jadi SysAdmin, Network Engineer, Storage Engineer, dst. Scale-out adalah hal yang paling jadi momok. Kenapa? Tidak mudah mengerjakan dan mengembangkan sesuatu yang dari awal sudah terlihat complex.

Lupakan hal-hal ribet diatas jika sudah beralih ke hyper-convergence.

Untuk para triple C atau decision maker, disamping hanya butuh tenaga IT yang lebih sedikit  inilah keunggulan teknologi hyper-convergence yang bisa bikin “galau”

  • Average five-year ROI: 510 percent
  • Five-year discounted benefits per organization: $7.85M
  • Five-year TCO savings: 58 percent
  • Storage deployment: 85 percent faster
  • Reduction in unplanned downtime: 99.7 percent

Source

Jika data tsb masih belum terlalu menyakinkan,bagaimana dengan melihat teknologi yang di gunakan cloud provider seperti, Amazon Web Service (AWS), Google. dan Facebook. Infrastruktur globalnya di bangun diatas teknologi  hyperconvergence.

Actions speak louder than words !

Invisible Infrastructure

Web Scale Computing

dell-emc

Ada pergeseran teknologi…seperti halnya berita akusisi terbesar  2015 di bidang teknologi informasi senilai 67 milyar dolar amrik..atau sekitar 900 trilyun rupiah – kurs 13rb-an) .

Adalah EMC dan VMware di caplok oleh Dell. Dan hebatnya lagi Dell ini adalah private company. Jarang-jarang private company bisa membeli public company apalagi dgn nilai yang sebesar itu

Dell.EMC.logo.storage

Padahal prediksi Gartner, dua tahun dari sekarang atau di tahun 2017 nanti,   arsitektur “Web Scale Computing” akan di adopsi oleh  50 persen global enterprise.Untunglah Dell mendapatkan “bonus”, beli EMC dapat VMware dalam mega akusisi tsb. Kemungkinan nantinya teknologi VMware inilah yang di jadikan salah satu senjata pamungkas Dell  utk teknologi berbasis web scale computing.

Apakah itu web scale computing ?   Definisi yang  dikutip blog Gartner

Web-scale IT is simply defined as all the things happening at large cloud service firms, such as Google, Amazon, Netflix, Facebook and others, that enables them to achieve extreme levels of agility and scalability by applying new processes and architectures.

Teknologi inilah yang dipakai oleh raksasa teknologi seperti Google, Facebook, Amazon, Azure dst.untuk  infrastruktur mereka. Di Google, Facebook, Amazon , datacenter di fokuskan pada kekuatan software sedangkan hardware-nya mereka lebih memilih “commodity  server / swicth” yang pasti lebih murah, open platform alias mereka bebas pakai merk apa saja (mungkin malah di merk-in sendiri  ^_^)

Facebook Open Server & Switch

yosemite-serverfacebook-openp-swicth

Apakah artinya ? Di datacenter Google, Amazon hanya memakai “server / switch biasa” bukan buatan HP, IBM, Cisco, ataupun Dell. tetapi karena software mereka memang canggih, server yang biasa-biasa ini jadi luar biasa.

Apa rahasianya ?  sistem container dan  virtualiasi ..dan SSD (Solid State Disk)

Raksasa-raksasa IT tersebut dengan maksimal telah memanfaatkan apa yang disebut “Software Define Data Center” atau SDDC. Dengan teknologi SDDC , maka teknologi virtualisasi akan menjadi inti dari  seluruh infrasturktur IT baik server, storage maupun network devices.

Ibarat puzzle, Google, Facebook, Amazon dkk  menyusun infrastuktur IT dari ribuan server yang hemat energi tetapi tetap memiliki performa yang maksimal. Berbanding terbalik dengan konsep yang rata-rata di pakai enterprise saat ini dimana rata-rata memilih menggunakan satu, dua, tiga high performance server dan storage high-end.

Jaman berubah, sekarang era-nya virtualisasi, cloud computing. Scaling up dan scaling out harus di bikin se-simple mungkin. Kalo perlu nambah resource akan di buat semudah mengisi bensin. Butuh berapa liter ? Kalo butuh tambah resource cukup colokin server ke rack , nyalain dan ON. Resource server dan storage otomatis bertambah tanpa banyak oprek sana-sini. Sangat mudah dan cepat tentunya.

Teknologi storage VSAN (Virtual SAN) secara perlahan menggantikan teknologi tradisional seperti SAN atau NAS yang mahal dan ribet di infrastrukturnya. Demikian halnya di sisi server maupun jaringan akan beralih ke virtual.

Tetapi kembali lagi , tidak ada teknologi yang pasti cocok untuk semua. Bagi sebagian enterprise, bagaimanapun ada yang memilih teknologi tradisional dianggap lebih mudah dan efisien, sebagian yang lain beranggapan teknologi baru web scale computing lebih pastinya lebih mudah, murah, dan juga efisien.

Slalu ada pilihan.

Web Scale Computing

Rahasia Dapur Google ?

Apa yang terlintas jika bicara Google ?

Di cuplik dari Circa Google

Cikal bakal raksasa Google di mulai dari sini

google-1997

google.standford.edu (1997)

Mungkint tidak terlalu istimewa bagi generasi sekarang.

Tapi bicara teknologi cluster di tahun 1997 bisa di katakan Google sudah melompat dari jamannya.

google-1999

Server google di tahun 1999

Dari awal Google telah mendesign sendiri teknologi “dapur cluster”nya. Infrastruktur Google adalah customized. Agak sedikit kaget, jika biasanya bicara dapur IT alias infrastruktur  datacenter sekelas enterprise, maka akan terlintas server dan  storage yang mahal  dan juga  sophisticate network. Di Google, rumus classic tsb mungkin tidak 100% diterapkan.

Google perusahaan level planet, alih alih memakai teknologi yang ter-wah, mereka justru membangun sistem-nya dari yang sederhana tetapi sangat berkelas.

Customized server ala Google ..simply but powerfull

GoogleServerLarge

Hardware server Google, bukalah sesuatu yang WAH..or WOW..tetapi mereka lebih mengutamakan FUNGSI dan EFISIENSI.

Setiap server Google  sudah dilengkapi dengan dua socket processor, dua hard drive, RAM, dan  “UPS mini” alias batery ,pasokan listriknya server memakai tegangan tunggal DC 12V sehingga lebih efisien.

google-server-rear-view

Google memakai unit server ini utk digunakan di setiap rack server-nya. Satu rack server  bisa menampung sekitar 40-an server..lah kok bisa sebanyak itu ? Server google hanya berukuran sekitar 1U-2U saja.. slim & compact. Kemudian rack server-server  tsb akan di kumpulin dan  di jadikan cluster

google-cluster-architecture-4

google-cluster-architecture-1

Teknologi Cluster Google

google-secret-server -2015-1

Deretan rack server di datacenter Google

Teknologi Google slalu berubah dan semakin maju. Doeloe, search engine mereka rutin melakuan indexing secara berkala, dan  proses-nya bisa sekitar 10hari !.

Distributed system mereka di awal juga belum terlalu canggih. Sebagain user bisa merakasan “server cepat” dan sebagian merasa kan server lambat. Kini, Google memakai sistem infrastruktur untuk indexing-nya yang mereka sebut “Caffeine” . Meski web servernya di akses jutaan pemakai dari seluruh penjuru mata angin..tetap saja cepat.

Secara geografis, datacenter Google kini tersebar hampir di smua benua. Latency di buat seminimal mungkin.

Jika di awal tahun 2000 Google memiliki “hanya” tiga datacenter dan 4000 linux server.Di tahun 2007, Google sudah memiliki lebih dari 30 datacenter dan  1 juta server (estimasi Gartner). Tidak ada yang tahu pasti jumlah server Google sekarang. Dari sekitar total  44 juta server di seluruh dunia..diperkirakan 2%  adalah milik Google.

A massive computing…

Rahasia Dapur Google ?

Menantang LTE

lte

4G LTE adalah teknologi jaringan internet super cepat generasi ke-empat berbasis Internet Protocol (IP) yang membuat proses transfer data jadi lebih cepat dan stabil. Secara teoritis, teknologi 3GPP Long Term Evolution (LTE) atau sering di sebut 4G, bahasa yg lebih simpel, adalah teknologi generasi ke-empat yang menawarkan kecepatan downlink hingga 300 Mbps ! dan Uplink 75 Mbps ! (teori-nya).

Sebelum sampai ke LTE, ada baiknya flashback ke teknologi awalnya yakni

Apa itu GSM (Global System for Mobile Communications atau dikenal juga sebagai Groupe Spécial Mobile)?

GSM adalah teknologi jaringan nirkabel yang dikembangkan di Eropa dan kini digunakan hampir diseluruh belahan dunia. GSM termasuk dalam teknologi telepon generasi kedua (2G) yang menggunakan teknologi digital untuk menggantikan sistem analog yang digunakan pada generasi pertama (1G).

Teknologi ini mengirimkan sinyal (data) yang dibagi berdasarkan waktu atau sering disebut juga timeslot. Secara sederhana, apabila pengguna sedang melakukan panggilan telepon, maka pengguna tersebut sedang menggunakan “timeslot”.

Apabila  jaringan GSM sedang sibuk akibat banyak pengguna yang menelpon dalam waktu bersamaan yang mengakibatkan sistem penuh dalam artian semua “timeslot” telah digunakan, maka pengguna yang lain tidak akan dapat atau sulit melakukan panggilan sebelum ada pengguna lainnya yang telah menyelesaikan panggilan. Disinilah letak kekurangan teknologi GSM. Namun disisi lain kualitas komunikasi yang ditawarkan teknologi GSM cenderung lebih baik jika dibanding  CDMA (jika dalam kondisi sama-sama sistem sedang penuh).

Saat ini jaringan GSM bekerja pada frekuensi  850MHz, 900MHz, 1800MHz dan 1900MHz. Handphone yang dapat berjalan di keempat frekuensi dinamakan quad band phone, kalau hanya tiga diantaranya dinamakan tri band dan jika hanya dua dinamakan dual band.

Handphone dual band tidak dapat digunakan di semua Negara. Contohnya ponsel dual band yang bekerja di jaringan GSM 900 / 1800 MHz tidak akan berfungsi di Negara yang menggunakan jaringan, misalnya 850 / 1900 MHz. Oleh karena itu, jika Anda berencana berpegian ke luar negeri, sebaiknya membawa handphone Quad Band.

Apa itu Code division multiple access (CDMA)?

Teknologi CDMA adalah teknologi jaringan selular nirkabel yang membagi atau memisahkan setiap panggilan telepon menggunakan kode-kode khusus dan tidak berdasarkan waktu seperti pada teknologi GSM. Karena menggunakan kode-kode khusus, kemungkinan terjadinya komunikasi bocor atau salah sambung semakin kecil dan mungkin tidak ada. Sistem pengkodean ini pada awalnya digunakan di dunia militer namun saat ini sudah dapat digunakan oleh masyarakat banyak.

Karena tidak menggunakan satuan waktu, jaringan CDMA memiliki kelebihan tetap dapat melakukan panggilan secara bersamaan walaupun jaringan atau sistem sedang penuh. Namun CDMA bukan tidak memiliki kekurangan, karena semakin penuh jaringan, maka kualitas komunikasinya pun dapat menurun, misalnya suara tidak terdengar dengan jelas, terputus-putus, dll.

LTE is coming…
Semua teknologi selular, baik GSM, CDMA, maupun Wimax pada akhirnya akan berevolusi menjadi menuju satu teknologi masa depan : LTE (Long Term Evolution)
ujungnya-lte
 Suatu hari nanti akan habis cerita “loe pakai operator CDMA atau GSM ? “, karena nanti jika semua operator telco sudah memakai teknologi LTE, maka semuanya bakal menjadi satu platform yakni LTE dan tidak ada lagi kartu GSM or CDMA, cukup satu jenis kartu LTE, bisa berupa “micro SIM card” atau “nano SIM card”. Nanti yang menentukan adalah handset / HP-nya, support  LTE TDD & LTE FDD di frekuensi berapa?

Perbandingan layanan  teknologi  LTE (4G) vs HSPA (3G)

compare-lte-3g

Dari namanya 4G, ini juga bukan lagi soal layanan “instant messaging” atau akses media sosial. Konten multimedia khususnya video akan lebih ditonjolkan. Video streaming, video telephony, dan akses high speed data / content akan menjadi prioritas teknologi 4G.

futurehome

Generasi sistem teknologi mobile / seluler

generation-mob-comm

1G – Original analog cellular untuk suara (AMPS, NMT, TACS)- kecepatan  14.4 kbps
2G – Digital narrowband circuit data (TDMA, CDMA)- kecepatan  9-14.4 kbps
2.5G – Paket data 2G (GPRS, EDGE) – kecepatan  20-40 kpbs
3G – Digital broadband packet data (CDMA, EV-DO, UMTS, EDGE) – kecepatan  500-700 kbps
3.5G – Pengganti EDGE -> – kecepatan HSPA 1-3 mbps and HSDPA up to 7.2 Mbps
4G – Digital broadband packet data untuk semua IP (Wi-Fi, WIMAX, LTE) – kecepatan  up to 100 Mbps
5G – Gigabit per second, dalam beberapa tahun mendatang (2020?) – kecepatan akan tembus lebih dari 1 Gbps !

5G-technology
Generasi pertama : hampir seluruh sistem pada generasi ini merupakan sistem analog dengan kecepatan rendah (low-speed) dan suara sebagai objek utama. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System).

Generasi kedua : dijadikan standar komersial dengan format digital, kecepatan rendah – menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT.

Antara generasi kedua dan generasi ketiga, sering disisipkan Generasi 2,5 yaitu digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5 G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA.
Generasi ketiga : digital, mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi (high-speed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO.

Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik untuk downlink)

Generasi keempat : merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah “3G and beyond”. Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Belum ada definisi formal untuk 4G. Bagaimanapun, terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh.

Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mbps (utk mobile access) dan 1Gbps (local access /non-mobile)  baik dalam maupun luar ruang.  Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP).

Batam Menantang 4G LTE

Di awal tahun 2000-an, Batam sudah di gadang-gadang menjadi sebuah “Digital Island”. Kini sudah lebih dari satu dekade, tampaknya mulai nampak apa yang dulu di impi-impikan orang Batam.

Kabel serat optik (FO) kini sudah banyak ditanam di darat dan di laut.Triple play kini bukan hanya “mainan” orang Jakarta / Jawa  saja.

Faktor lokasi yang sangat dekat dengan Singapore sebagai hub internet dunia untuk kawasan APAC (Asia Pacific) sedikit banyak memberikan keuntungan bagi pulau  Batam. Backbone jaringan internet dunia langsung bisa di tarik langsung dari hub-nya. Teori-nya akses internet di Batam akan lebih cepat dari orang Jakarta sana.

Infrastruktur jaringan internet kini semakin baik dan murah. Disisi lain, kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan akses internet yang cepat sudah tidak bisa di tawar-tawar lagi. Yang lambat / lelet / lola pasti akan ditinggalkan, kalah bersaing.

Dan kembali ke awal kejayaan seluler di tahun 2000-an, dimana  hampir semua operator seluler menjadikan pulau Batam sebagai ” test drive” ataupun lauching product khususnya untuk area Indonesia wilayah barat.

smatfren234

Dan kini satu dekade berjalan, kembali lagi Batam di jadikan proyek peluncuran 4G. Dan yang paling siap dari sisi teknologi dan frekuensi adalah operator CDMA. Operator CDMA yang survive dari kerasnya persaingan bisnis ini adalah Smartfren. Operator CDMA spt Flexy (Telkom), StarOne (Indosat), Esia..semua tinggal nama.

Smartfren  paling siap ?

Operator GSM saat ini mungkin sedang konsolidasi spektruk / frekuensi. Apalagi beberapa operator GSM sudah merger / akusisi seperti Axis yang di caplok oleh XL Axiata  dan Three kabarnya akan dibeli oleh Indosat.

Sebagai satu-satunya pemegang lisensi frekuensi utk CDMA, Smartfren mengoperasikan dua frekuensi.Smartfren juga “beruntung” mendapat lebar pita bandwidth yang lebih lebar (30 MHz) dibandingkan sodara GSM-nya yang cuman 15 MHz. Artinya ?  Smartfren dari sisi sumber daya alam memiliki keunggulan bermain di TD LTE karena menguasai 30 MHz frekuensi di 2,3 GHz dan lisensi yang dimiliki adalah seluler nasional. Dengan pita yang dua kali lebih lebar, diharapkan layanan 4G LTE akan lebih kencang dan stabil. Tapi  di sisi lain, semua perangkat BTS baru mesti di bangun

Spektrum 1.900 MHz sebelumnya dimiliki oleh Smart Telecom yang dikenal dengan merek dagang Smart.Infrastruktur ini nasibnya mungkin tinggal menunggu waktu untuk dipensiunkan

Sementara Mobile8 dengan merek Fren (dulu punya Bakrie Telecom) memiliki frekuensi di spektrum 850 MHz. Jadilah SmartFren memanfaatkan spektrum 850 MHz untuk standar metode pengantar data TDD (Time Division Duplex) dan 2.300 MHz untuk FDD (Frequency Division Duplex).

fdd-tdd-different

TDD punya karakter sangat cepat ketika memberi akses download, tetapi untuk kecepatan akses upload cenderung lebih lemah. Sementara FDD punya karakter akses download dan upload yang seimbang. Karena standar FDD dipakai Smartfren pada spektrum rendah, maka ini sangat cocok untuk memberi akses pada jangkauan yang lebih luas.

Khusus utk wilayah barat Indonesia (DKI, Jabar,Sumatra,Babel) Smartfren telah menunjuk Nokia sebagai produsen perangkat base transceiver station (BTS) 4G LTE. Sementara ZTE di kawasan timur, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan dan Sulawesi.

Tidak hanya menyiapkan infrastruktur spet tower / BTS untuk 4G , Smartfren  juga siap dengan menggelontorkan handset (handphone) yang di bundling dengan cerdas ke pasar lokal. Bahkan produk smartphone 4G  mereka fabrikasinya ada di Batam dan Cikarang (Jabar).

smartfren46

Dengan Andromax R, smartphone 4G LTE  “made in Batam”,  hasil speed test cukup  kencang & stabil di angka 8-12Mbps downlink dan 3-5 Mbps uplink. (koneksinya memakai LTE-hybrid)

43-29 _214732

Memang masih jauh dari “theoretical speed” downlink up to 100Mbps, tetapi setidaknya dengan kecepatan stabil donlot 10Mbps ini, sudah bisa melewati teknologi 3G  yang kini makin lemah gemulai…

Sebagai orang Indonesia, cukuplah bangga jika teknologi 4G super canggih dan njlimet ini penemu-nya bukan bule tapi asli orang Kediri, Dr. Eng. Khoirul Anwar   yang penemuan-nya terinspirasi dari komik Dragon Ball.

Be inspired…

Dari berbagai sumber.

Menantang LTE