Batman v Superman

Ralat judul : -)
Brainstorming vs Sprint 
 sprint3
Buat para start-ups (#usaha rintisan)  dan designer / arsitek system, bukan hal yang mudah menyatukan banyak “isi kepala”dalam sebuah pertemuan diskusi. Brainstorming bisa jadi hal rutin yang perlu di lakukan.
By the way, brainstorming apaan yah ? #badai otak 🙂
Brainstorming atau bahasa kampungnya mungkin bisa disebut rapat dengar pendapat atau meeting bukan sesuatu yang baru, dari rapat di kantor, di RT atau mungkin rapat di rumah kita sendiri. Intinya sarana untuk mengumpulkan banyak orang / group untuk melakukan diskusi bersama, mencari solusi atau ide-ide.
Caranya pun sekarang macam-macam, ada yang konventional dengan verbal alias tatap muka langsung. Ada juga yang lewat online (#bukan numpang trending topic) yakni diskusi group lewat email atau group chat.
Dalam kegiatan tersebut biasanya ada orang yang aktif memberikan pendapat  / ide dan ada juga yang pasif / diem aja (meskipun ada ide ..disimpan dalam hati). Wajar…manusia ada banyak type, salah dua-nya extrovert dan introvert. Extrovert cenderung mendominasi.Nah ini susahnya bagi yang introvert, dalam rapat besar / dihadiri banyak orang maka type ini cenderung diam / pasif, jadi pendengar saja.
Padahal ide cemerlang kadang ada di kepala orang-orang jenis ini. Jadi bagaimana sebaiknya membuat acara brainstorming jadi lebih efektif ? Terlalu banyak orang terlibat rapat memang kadang memusingkan, terlalu banyak ide, terlalu banyak saran, tapi mentah di pelaksanaan.
Buat apa rapat bolak-balik tetapi tidak menghasilkan apapun kecuali hanya rutinitas group kerja dan… kantuk ?
Mungkin ini lah yang melatarbelakangi kenapa harus ada terobosan. Memperkenalkan “Design Sprint”, cara baru  mencari ide dan membuat terobosan implementasi ala Usain Bolt,  juara dunia lari sprint (#bukan maraton)
What is a design sprint?
Design sprints are a framework for teams of any size to solve and test design problems in 2-5 days. The idea of design thinking was developed at IDEO and the d.school at Stanford.
These frameworks were adapted to the idea of “design sprints” thanks to the Google UX teams,Google Ventures and Google [x] and teams across the industry
Definis sprint versi bahasa bule sederhana saja,  buat design dan solusi dengan cepat, ya cukup seminggu dari mimpi sampai jadi realiti. Disinilah kendali ide-ide baik dari yang introvert maupun extrovert di arahkan oleh Sprint Master
Nah apalagi ini, Sprint master ? Usain Bolt kah ?
What is a Sprint Master?
A Sprint Master is the lead of the team. Leaders who have deep knowledge ofthe design process and are not afraid to challenge their team to collaborate and win together quickly.
Sprint master ini lah nanti yang akan membentuk Sprint Team, bagaimana caranya ?
The sprint team should include designers, engineers, product managers and experts.
The ideal team size is 5-8 people. Artinya.. cukup bikin team kecil ..mungkin maksimal cukup 4-5 orang saja, jangan terlalu banyak orang. Ingat..brainstorming kebanyakan jalan di tempat  alias gagal karena keberatan kebanyakan ide / wacana, tapi miskin detail bagaimana cara mengimplementasikan ide-ide tsb.
  sprint2
Prepare the supplies
Sprints require a set of simple but useful supplies: sharpies, paper,
tape, sticky notes, voting dots, a timer, and a chime bell or kitchen
timer. Snacks and coffee are useful, but not required 🙂
The 6 sprint stages
sprint1

Di jelaskan detailnya oleh sang bule di link ini

Sebagai penutup, metode sprint cocok di terapkan di small medium businnes hingga ke enterprise.Bisa jadi sebagaian sudah menerapkan sebagain metode ini tapi levelnya baru sebatas jogging..belum sprint.
Hasil cepat dalam 3-5 hari ini bukan karbitan, tapi hasil dari metode pengambilan keputusan yang jauh lebih cepat dan efektif dibandingkan metode brainstroming tradisional.
Kelebihan lainnya, baik introvert ataupun ekstrovert di berikan “”panggung” yang sesuai hingga mereka bisa memberikan sesuatu yang maksimal.
Batman v Superman

Max Linux : Fury Road

mad max

Berita dari ajang Oscar ke-88, film paling fenomenal di akhir 2015 “Mad Max -Fury Road” , ditahun kabisat ini, 29 Februari 2016 akhirnya berhasil mendapatkan 10 nominasi Oscar, dan sukses membawa pulang 6 piala Oscar yakni :

Tata Kostum Terbaik
Tata Latar Terbaik
Tata Rias Terbaik
Penyuntingan Film Terbaik
Penyuntingan Suara Terbaik
Tata Suara Terbaik

Agak sedikit epic jika melihat proses pembuatan film ini, mulai dari hunting lokasi shooting
yang fantatis, aksi stuntman yang bener-bener gila
, minim efek CGI, dan yang paling gila, butuh hampir 17 tahun utk kelarin ini film.

Moral story : penantian panjang tidak akan sia-sia karena kerja keras, determinasi akan dibayar lunas pada akhirnya.

Apakabar Linux  ?

Beberapa tahun yang lalu , mungkin sekitar 10 tahun yang lalu. Linux sempat di gadang-gadang sebagai alternatif untuk meruntuhkan dominasi Microsoft dengan Windows-nya. Ya..Linux sukses ! Tetapi di level enterprise dan smartphone.

Dominasi Microsoft kini agak memudar, seiring runtuhnya era desktop PC. Turunan linux dengan nama keren Android sukses menjungkal kan Microsoft, Blackberry, dan Apple.

Blackberry berusaha bangkit dengan merangkul Android, Microsoft sbg pemilik Nokia juga pernah mencoba (Nokia X–sayang ga dilanjutin) keburu di likuidasi. Mungkin hanya Apple yang saat ini masih gagah dengan IOS dan mac OS-nya.

Apakah Linux masih laku ?

Sure..di level enterprise siapa yang meragukan kehandalan Linux ?

Server, storage, maupun network apliance boleh dikatakan sebagian besar di bangun diatas kernel linux.

Se-level IBM saja masih dengan setia mendukung linux sebagai platform enterprise (PowerLinux), demikian juga dengan raksasa-raksasa IT dari Silicon Valley. Facebook, Google, Amazon smua mengandalkan Linux sebagai tulang punggung / core system-nya.

Apakah Linux masih laku ?

Opensource sebagai nafas Linux pastinya akan terus hidup dan maju. Tetapi harus di akui, semangat Linuxer sekarang sudah tidak sama lagi dengan kondisi 5-10 tahun lalu, yang sangat terasa gelora-nya.

images

Apakah roda Linux akan kembali berputar ? Sepertinya kita butuh reboot seperti Mad Max meski harus menunggu 17 tahun lagi.. Mad Linux : Fury Road

Link

The Magic of Alibaba

Data vs Informasi

Insight dari seorang pendiri Alibaba, Jack Ma, bahwa era IT (Information Technology) akan segera berakhir? Kini teknologi menuju era DT (Data Technology). Semua di mulai dari nol lagi ...

Data adalah asal muasal informasi. Data adalah fakta awal dimana jika rincian data diproses lebih lanjut akan menghasilkan informasi. Jadi bagaimana era teknologi informasi akan berubah menjadi era teknologi data ?

How did Alibaba Jack Ma do it?

#Inspirasi Anak Muda #GenerasiMilenial #Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China.

The Magic of Alibaba

Memilih Jodoh 2016

Tahun 2015 yang tinggal beberapa hari ini masih menyisakan dolar yang masih melambung tinggi. Ketidakpastian nilai tukar dan faktor external lainnya inilah yang menjadikan mengapa investasi atau pun belanja modal ditahun depan mungkin masih agak seret.
Tahun_2016_Tahun_Monyet_Api_oleh_Suhu_Ong
But  “The Show Must Go On”
Salah satu strategi mengantisipasi sesuatu yang tidak pasti adalah dengan melakukan perencanaan /  budgeting yang lebih bijaksana, adaptif, dan terukur. Inilah yang akan menjadi salah satu faktor sistem komputasi masa dimasa mendatang akan mengadaptasi sistem baru yang lebih baik, mudah, efisien, dan juga efektif.
converged-infrastructure-trend-1-converged-systems-everything-you-need-to-know-in-30-minutes-26-638
Cloud Di Rumah Sendiri
Enteprise sekarang memiliki pilihan IT infrastruktur baru yang lebih menarik, mengurangi kompleksitas  dan biaya, dan juga menjadikan IT tidak hanya sekedar cost center tetapi akan lebih sebagai pendorong bisnis.
Mungkin sebagian besar enteprise di tahun 2015 ini masih belum banyak mengadaptasi public cloud system, terkendala infrastruktur yang ada. Tetapi berita bagusnya adalah di 2016 nanti, di prediksi-kan private cloud dan hyper-convergence akan mulai banyak di adopsi oleh enteprise sebagai salah satu pilihan pengembangan IT infrastuktur di masa depan.
Mungkin lima tahun dari sekarang, hybrid cloud atau kombinasi public dan private cloud adalah blue print / cetak biru wajib bagi setiap enteprise / perusahaan.
converged-infrastructure
Mudah di tambah – mudah pula di kurangi
Kembali ke pemilihan teknologi, banyak pilihan yang bisa di ambil, tradisional / konvensional IT atau teknologi baru hyper-convergence. Teknologi tradisional mungkin juga masih berjaya untuk beberapa tahun ke depan, tetapi masa kejayaan tidaklah selamanya. Demikian juga dengan teknologi baru, yang saat ini masih sedikit yang mengimplementasikan tetapi waktu lah yang akan berbicara.
Market share hyper-convergence saat ini masih dipegang oleh Nutanix, salah satu pendatang baru di dunia virtualisasi. Dengan memegang sekitar 52% market share, boleh dikatakan Nutanix ini saat ini adalah kawan sekaligus lawan VMware, pemain veteran yang hadir terlebih dahulu.
Nutanix-XCP
Pastinya dengan adanya persaingan produk yang sehat akan membuat end-user /client justru diberikan pilihan-pilihan menarik.Sebagai penutup, menentukan pilihan teknologi ibarat memilih jodoh, kalo cocok ..ya bakal awet dan memberikan banyak manfaat, demikian pula sebaliknya.
Selamat tahun baru 2016, selamat memilih jodoh !
Memilih Jodoh 2016

Jasa MEA 2016

Seperti di ketahui bersama, satu bulan lagi  Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan resmi di implementasikan pada awal Januari 2016 atau sebulan lagi dari sekarang.

Apakah artinya ?
Apakah akan banyak barang-barang impor atau pekerja yang luar yang masuk Indonesia ?

Jawabannya sebagai berikut.

Print

 

Sejak Januari 2010, sebanyak 98,87% pos tarif ASEAN Free Trade Area (AFTA) sudah berlaku 0%. Dengan demikian diperkirakan tidak akan ada perubahan yang terlalu berarti pada Januari 2016 nanti.

Jadi pada saat MEA di terapkan pada 2016 nanti bukan lagi perdagangan bebas atau industri-nya  tapi lebih ke arah persaingan jasa atau tenaga kerja, karena akan ada pertukaran tenaga kerja dalam MEA 2016.

Yang perlu diperhatikan saat MEA 2016 adalah perdagangan jasanya bukan perdagangan bebasnya. Karena dari lima tahun yang lalu sebernarnya Indonesia sudah siap dengan perdagangan bebas. Saat MEA tiba, tenaga kerja akan dinilai berdasarkan kompetensinya dan sertifikasi diperlukan dalam menunjang kualitas si pekerja. Tanpa adanya standar kompetensi, bagaimana pekerja Indonesia bisa bersaing atau “pasang harga” ?

Bidang usaha terutama yang mengandalkan perdagangan dan jasa mau tidak mau harus berkompetisi dengan  pemain luar.  Jadi yang dulu-nya hanya bersaing dengan sesama pemain lokal atau mentok-nya skala nasional maka di era MEA nanti harus  berkompetisii dengan pengusaha dari negeri -negeri jiran. Menjadikan mereka mitra atau kompetitor adalah pilihan.

Bagaimanapun jika MEA 2016 sudah di mulai, siap tidak siap, mau tidak mau, hanya ada satu pilihan …

Berubah atau musnah.

 

Jasa MEA 2016

#WIN is What You Love + What You’re Good At + What Pays Well

 

0250b1089f0e8e48907eca27a3c9bf3a

 

What You Love + What You’re Good At + What Pays Well = #WIN

 

Faktanya adalah jika mengerjakan apa yang kamu sukai maka hukum alam akan berjalan, semua akan berjalan dengan lebih mudah, lebih cepat terselesaikan, lebih kreatif dan kamu lebih memiliki arti.

Mendefinisikan sebuah kemenangan adalah kombinasi dari kemampuan, kecintaan, dan penghargaan

Kemampuan tentunya adalah skill-sets mu, bisa di peroleh dari sekolah, kampus (book smart) dan lingkungan kerja atau bahkan dari jalanan (street smart).

Kecintaan adalah passion alias smangat, yang membuat bangun pagimu tidak akan pernah sama setiap hari-nya.

Sedangkan penghargaan di sini bisa berupa materi yang sering disebut dengan gaji/bayaran atau pun bentuk apresiasi  atau sistem reward lainnya (bonus, dst)

Hanya saja tidak semua rumus atau bahkan persamaan matematika selalu pasti menghasilkan nilai yag sama

Seringkali diajarkan  1+1=2 tetapi matematika bukan hanya sekedar persoalan hitung menghitung atau pengukuran.

Kenapa 1+1 tidak selalu sama dengan 2 dalam matematika? Bisa saja 1+1 hasilnya 0  (perhitungan biner)

What You Love + What You’re Good At + What Pays Well  = #LOST

Ya,matematika memang seperti itu

 

 

#WIN is What You Love + What You’re Good At + What Pays Well